G-Tab

Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Obat Batuk > G-Tab

By | 10/07/2019

Kandungan

Guaifenesin

Indikasi

G-Tab (guaifenesin) merupakan obat yang diindikasikan untuk terapi pengobatan batuk dan penyumbatan akibat dahak yang disebabkan oleh kondisi seperti pilek, bronkhitis, dan flu.

Farmakologi

G-Tab (guaifenesin) adalah obat yang termasuk dalam kelas ekspektoran yang bekerja dengan cara meningkatkan pengeluaran dan pencairan lendir yang menyumbat di saluran pernapasan sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan ketika batuk sekaligus membersihkan saluran pernapasan. Selain itu guaifenesin memiliki efek antikonvulsan dan relaksan otot sampai batas tertentu dengan bertindak sebagai antagonis reseptor NMDA 3.

Kontra Indikasi

Pemberian G-Tab dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki riwayat alergi pada guaifenesin dan pada kandungan tidak aktif lainnya yang terdapat di dalamnya.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi sebagai akibat dari penggunaan G-Tab (guaifenesin) antara lain:

Mual, muntah, pembentukan batu ginjal, diare, dan konstipasi. Mual dan muntah dapat dikurangi dengan mengonsumsi guaifenesin dengan makanan. Risiko pembentukan batu ginjal dapat dikurangi dengan hidrasi yang baik dan meningkatkan pH urin. Reaksi alergi parah seperti ruam atau pembengkakan (bibir/gusi) jarang terjadi. Mulut kering moderat atau peradangan bibir dapat terjadi saat menggunakan G-Tab (guaifenesin). Meminum air sangat direkomendasikan dalam setiap dosis guaifenesin.

Peringatan dan Perhatian

  • Beritahu dokter bila pasien memiliki alergi terhadap guaifenesin atau pada kandungan non aktif lainnya yang ada di dalamnya;
  • Beritahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang digunakan oleh pasien;
  • Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui sebab tidak diketahui dengan pasti keamanannya;
  • Penggunaan G-Tab (guaifenesin) pada pasien anak-anak dibawah usia 12 tahun harus sesuai dengan petunjuk dokter;
  • Penderita epilepsi, gangguan hati, gangguan ginjal dan batuk jangka lama harus berhati-hati ketika menggunakan obat ini.

Interaksi Obat

  • G-tab (guaifenesin) dapat meningkatkan efek analgesik paracetamol (acetaminophen) dan aspirin;
  • G-tab (guaifenesin) dapat meningkatkan efek sedatif alkohol, obat tidur, dan anestesi.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis

  • Dewasa: 100-400 mg tablet oral setiap 4 jam. Tidak boleh lebih dari 2,4 g/hari.
  • Anak usia 6 bulan hingga 2 tahun: 25-50 mg setiap 4 jam, tidak boleh lebih dari 300 mg/hari.
  • Anak usia 2-6 tahun: 50-100 mg pemberian oral setiap 4 jam, tidak boleh lebih dari 600 mg/hari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 100-200 mg secara oral setiap 4 jam, tidak boleh lebih dari 1,2 g/hari.
  • Anak usia lebih dari 12 tahun: 100-400 mg secara oral setiap 4 jam, tidak boleh lebih dari 2,4 g/hari.

Pemberian Obat

  • Telan utuh tablet dengan segelas air. Jangan pecahkan, mengunyah atau menghancurkan tablet;
  • Jika gejala tidak membaik setelah 7 hari atau pasien mengalami efek samping seperti demam, ruam, atau sakit kepala yang parah, segera hubungi dokter.

Kemasan dan Sediaan

Botol plastik @ 100 tablet 100 mg

Izin BPOM

DTL1816709110A2

Produsen

Mulia Farma Suci

Sekilas Tentang Guaifenesin (Glyceryl Guaiacolate)

Guaifenesin (glyceryl guaiacolate) adalah suatu obat yang memiliki fungsi sebagai ekspektoran atau peluruh dahak, pengencer lendir saluran napas. Obat ini telah digunakan oleh dunia medis sejak tahun 1933 dan cara kerjanya yaitu dengan meningkatkan volume dan mengurangi viskositas sekresi di trakea dan bronkus sehingga membantu aliran sekresi di saluran pernapasan dan membuat pergerakan siliaris membawa sekresi menuju ke faring. Pada akhirnya meningkatkan efisiensi refleks batuk dan membantu pembuangan sekresi. Sifat guaifenesin selain sebagai ekspektoran juga sebagai relaksan otot dan antikonvulsan serta sebagai antagonis reseptor NMDA.

Asal-usul obat ini kemungkinan dimulai saat orang Spanyol menaklukkan Santo Domingo pada abad ke-16 dan menemukan kayu Guaiacum kemudian membawanya ke Eropa kemudian ternyata didalamnya memiliki kandungan sebagai obat sifilis dan obat lainnya. Kayu Guaiacum ternyata juga memiliki kandungan stimulan untuk sakit tenggorokan.

Sekilas tentang influenza/flu

Influenza, yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari familia Orthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan mamalia. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum.

Walaupun sering tertukar dengan penyakit mirip influenza lainnya, terutama selesma, influenza merupakan penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan selesma dan disebabkan oleh jenis virus yang berbeda Influenza dapat menimbulkan mual, dan muntah, terutama pada anak-anak, namun gejala tersebut lebih sering terdapat pada penyakit gastroenteritis, yang sama sekali tidak berhubungan, yang juga kadangkala secara tidak tepat disebut sebagai "flu perut." Flu kadangkala dapat menimbulkan pneumonia viral secara langsung maupun menimbulkan pneumonia bakterial sekunder.

Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus, atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan mana yang paling berperan dalam penyakin ini belum jelas betul. Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen. Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.
Sekilas tentang batuk

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.