Aprotinin

By | Juli 14, 2019 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Hemostatik > Aprotinin

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Aprotinin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Aprotinin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Aprotinin adalah obat yang diindikasikan untuk pencegahan atau mengurangi terjadinya kehilangan darah perioperatif dan pada pasien yang membutuhkan transfusi darah yang menjalani prosedur bypass kardiopulmoner menuju bypass cangkok arteri koroner yang berisiko tinggi mengalami kehilangan banyak darah sehingga membutuhkan transfusi.

Farmakologi Aprotinin

Aprotinin adalah inhibitor protease spektrum luas yang memodulasi SIR (systemic inflammatory response) yang berkaitan dengan operasi bypass kardiopulmoner. SIR akan mengaktivasi sistem inflamasi hemostatik, fibrinolitik, seluler, dan humoral. Aprotinin menghambat beberapa mediator seperti kallikrein dan plasmin menghasilkan pelemahan respon inflamasi, fibrinolisis, dan trombin. Aprotinin juga menghambat pelepasan sitokin proinflamasi dan menjaga atau mempertahankan homeostasis glikoprotein. Pada trombosit, aprotinin mengurangi lepasnya glikoprotein (Gplb, Gpllb/llla) dan pada granulosit ia mencegah pengeluaran glikoprotein proinflamasi adesif (CD11b).

Efek aprotinin pada operasi bypass kardiopulmoner adalah mengurangi respon inflamasi yang berarti menurukan kebutuhan transfusi darah alogenik, berkurangnya perdarahan, dan penurunan reeksplorasi mediastinal untuk perdarahan.

Kontraindikasi Aprotinin

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Aprotinin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Aprotinin dikontraindikasikan pemberiannya pasien yang memiliki reaksi alergi atau hipersensitif terhadap aprotinin.

Efek Samping Aprotinin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Aprotinin yang mungkin terjadi adalah:

Efek samping yang dapat terjadi sebagai akibat dari pemberian aprotinin antara lain:

  • Kardiovaskular: fibrilasi ventrikular, henti jantung, bradikardia, penyumbatan jantung, perdarahan, iskemik miokardial, takikardia ventrikular, aritmia ventrikular, syok, hipertensi pulmoner, efusi perikardial
  • Digestif: dispepsia, perdarahan gastrointestinal, penyakit kuning, gagal hati
  • Hematologi dan lifmatik (jarang): trombosis, oklusi, embolus paru, tromboflebitis, masalah serebrovaskular, embolisme serebral, leukositosis, trombositopenia, koagulasi intravaskular diseminata, penurunan protrombin
  • Metabolik: hiperglikemia, hipokalemia, hipervolemia, asidosis
  • Saraf: agitasi, pusing, kecemasan, konvulsi
  • Muskuloskeletal: artralgia
  • Kulit: perubahan warna kulit
  • Urogenital: oliguria, gagal ginjal, gagal ginjal akut, nekrosis tubular ginjal
  • Infark miokardial
  • Hipersensitif dan anafilaksis

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Aprotinin

  • Beritahu dokter bila pasien memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap aprotinin dan pada kandungan tidak aktif lainnya yang terdapat di dalamnya. Pasien yang memiliki riwayat alergi pada obat ini akan memiliki risiko yang lebih besar serta dapat berkembang menjadi hipersensitivitas atau anafilaksis
  • Beritahu dokter mengenai obat-obatan yang saat ini sedang digunakan oleh pasien
  • Beritahu dokter mengenai penyakit atau riwayat kesehatan pasien terkhusus bila pasien menderita penyakit jantung, ginjal, atau hati. Pasien dengan gangguan ginjal harus dilakukan pemantauan kadar serum kreatininnya
  • Tes dosis harus diberikan pada semua pasien setidaknya 10 menit sebelum loading dosis untuk menilai risiko hipersensitivitas
  • Pasien dengan anafilaksis pernah dilaporkan terjadi dengan pemberian aprotinin yang menyebabkan reaksi fatal saat diberi tes dosis
  • Reaksi hipersensitivitas sering termanifestasi berupa reaksi anafilaksis dengan hipotensi yang dilaporkan sering menjadi tanda-tanda hipersensitif. Hipersensitif dapat berkembang menjadi syok anafilaksis dengan kegagalan sirkulasi darah. Reaksi hipersensitivitas mungkin dapat terjadi selama injeksi aprotinin. Bila ini terjadi maka pemberian aprotinin harus segera dihentikan dan harus segera dilakukan perawatan
  • Pemberian aprotinin harus diberikan pada kondisi dimana bypass cardiopulmonari dapat dengan cepat dilakukan. Sangat direkomendasikan untuk mengikuti prosedur manajemen potensi hipersensitivitas dan anafilaksis
  • Belum ada data yang mencukupi mengenai keamanan dan efikasi aprotinin pada pasien pediatrik
  • Tidak ada perbedaan keamanan dan efikasi aprotinin antara pasien geriatrik dengan pasien yang lebih muda
  • Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui
  • Waktu aktivasi pembekuan kemungkinan bukan metode yang handal untuk memonitor terapi heparin saat terapi dengan aprotinin

Interaksi Obat Aprotinin

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Aprotinin antara lain:

  • Aprotinin diketahui memiliki aktivitas antifibrinolitik yang menghambat agen fibrinolitik. Aprotinin dapat menghalangi efek hipotensif captropil dan enalapril
  • Penggunaan tretinoin berisiko menyebabkan komplikasi trombotik fatal
  • Berisiko apnea bila digunakan bersama dengan obat neuromuscular blocker

Kategori Keamanan Penggunaan Aprotinin Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Aprotinin untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori B: Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trimester 1 (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya).

Sekilas Tentang Obat Hemostatik
Obat hemostatik adalah obat yang bermanfaat untuk menghentikan atau mengurangi terjadinya perdarahan. Obat ini biasanya digunakan saat pasien menjalani prosedur operasi atau pembedahan dengan tujuan untuk menghentikan atau mengurangi terjadinya perdarahan parah. Obat hemostatik memiliki beberapa mekanisme aksi untuk mengurangi terjadinya perdarahan seperti:

  • Menghalangi fibrinolisis atau mendukung pembekuan darah

  • Menyempitkan pembuluh darah atau mendukung agregasi trombosit

Dosis dan Aturan Pakai Aprotinin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Aprotinin:

Individual.

Sediaan dan Rute Pemberiaan

  • Solution 100 mL vial, 1,000,000 KIU, intravena
  • Solution 200 mL vial, 2,000,000 KIU, intravena

Cara Penyimpanan Aprotinin

Simpan pada suhu 2°-25°C, terhindar dari cahaya dan pembekuan.

Nama Brand Aprotinin

Trasylol

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Aprotinin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Aprotinin, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Aprotinin?

Jika Anda lupa menggunakan Aprotinin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Aprotinin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Aprotinin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Aprotinin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 14 Juli). Aprotinin. Diakses pada 15 Agustus 2020, dari https://www.farmasi-id.com/aprotinin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Aprotinin". Farmasi-id.com. 14 Juli 2019. 15 Agustus 2020. https://www.farmasi-id.com/aprotinin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Aprotinin", 14 Juli 2019, <https://www.farmasi-id.com/aprotinin/> [Diakses pada 15 Agustus 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *