GLYNASIN

Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Obat Batuk > GLYNASIN

By | 07/11/2018

Komposisi

Tiap 1 sendok takar (5 ml) mengandung :

  • Paracetamol 120 mg
  • Guaifenesin 50 mg
  • Sodium Citrate 50 mg
  • CTM 1 mg

Indikasi

Glynasin Syrup dapat digunakan untuk menurunkan demam disertai batuk berdahak karena alergi dan gatal pada tenggorokan.

Kontra Indikasi

Penderita gangguan fungsi hati yang berat dan penderita hipersensitif terhadap komponen obat ini.

Perhatian

  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal.
  • Bila setelah 2 hari demam tidak menurun segera hubungi pelayanan kesehatan.

Interaksi Obat

Penggunaan pada yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.

Efek Samping

  • Penggunaan jangka lama dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati
  • Reaksi hipersensitifitas
  • Dapat menyebabkan kantuk, mual, dan mulut kering

Dosis

  • Anak 1-2 tahun : 1 sendok takar (5 ml) 3-4 kali sehari
  • Anak 2-6 tahun : 1-2 sendok takat (5-10 ml) 3-4 kali sehari
  • Anak 6-12 tahun : 3-4 sendok takar (15-20 ml) 3-4 kali sehari
  • Dewasa : 4 sendok takar (20 ml) 3-4 kali sehari

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari jangkauan anak.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 1 botol @ 60 ml, syrup

Izin BPOM

DTL8826301337A1

Harga

Rp 10.000/Dus, 1 botol @ 60 ml, syrup

Produsen

Universal Pharmaceutical Industries

Sekilas Tentang Natrium Citrate (Sodium Citrate)

Natrium citrate (sodium citrate) adalah suatu agen alkalinisasi yang membuat urin berkurang tingkat keasamannya dan dengan begitu maka ginjal akan mampu menyingkirkan asam urat. Biasanya sodium citrate dikombinasikan dengan citric acid dan kombinasi keduanya digunakan untuk mencegah gout (asam urat) dan batu ginjal, serta asidosis metabolik pada orang dengan gangguan ginjal.

Sekilas Tentang Guaifenesin (Glyceryl Guaiacolate)

Guaifenesin (glyceryl guaiacolate) adalah suatu obat yang memiliki fungsi sebagai ekspektoran atau peluruh dahak, pengencer lendir saluran napas. Obat ini telah digunakan oleh dunia medis sejak tahun 1933 dan cara kerjanya yaitu dengan meningkatkan volume dan mengurangi viskositas sekresi di trakea dan bronkus sehingga membantu aliran sekresi di saluran pernapasan dan membuat pergerakan siliaris membawa sekresi menuju ke faring. Pada akhirnya meningkatkan efisiensi refleks batuk dan membantu pembuangan sekresi. Sifat guaifenesin selain sebagai ekspektoran juga sebagai relaksan otot dan antikonvulsan serta sebagai antagonis reseptor NMDA.

Asal-usul obat ini kemungkinan dimulai saat orang Spanyol menaklukkan Santo Domingo pada abad ke-16 dan menemukan kayu Guaiacum kemudian membawanya ke Eropa kemudian ternyata didalamnya memiliki kandungan sebagai obat sifilis dan obat lainnya. Kayu Guaiacum ternyata juga memiliki kandungan stimulan untuk sakit tenggorokan.

Sekilas Tentang Paracetamol

Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen pertama kali disintesa oleh Harmon Northrop Morse, seorang ahli kimia pada tahun 1877, namun baru diujicoba pada manusia pada tahun 1887 oleh ahli farmakologi klinis, Joseph von Mering. Tahun 1893 von Mering mempublikasikannya dalam laporan klinis mengenai paracetamol.

WHO menyatakan bahwa paracetamol masuk dalam daftar salah satu obat yang paling aman dan efektif dan sangat dibutuhkan dalam dunia medis. Paracetamol digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan.

Cara kerja paracetamol yang diketahui sekarang adalah dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Paracetamol menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak.

Dosis maksimal paracetamol adalah 3 hingga 4 gr dalam sehari. Jika lebih dari itu maka berpotensi menyebabkan kerusakan hati. Penderita gangguan hati disarankan untuk mengurangi dosis paracetamol.

Sekilas tentang batuk

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.