Refagan

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik > Refagan

By | 29/01/2015
Produsen:Bayer Consumer Care
Klasifikasi Obat:B
KomposisiParacetamol 500 mg, pseudoephedrine HCl 30 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg
IndikasiMeredakan gejala demam, sakit kepala, dan hidung tersumbat yang menyertai flu dan selesma, termasuk rinitis alergi
DosisDewasa : 3 kali sehari 1 tablet . Anak 6-12 tahun : 3 kali sehari 1/2 tablet
Pemberian ObatBerikan bersama makanan
Kontra IndikasiSedang mendapat terapi MAOI, glaukoma
PerhatianPenyakit jantung, DM, asma bronkial, hipertensi, hipertiroid, gangguan hati dan ginjal, hipertrofi prostat, retensi urin. Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Hamil dan laktasi
Efek SampingMengantuk, pusing, sakit kepala, palpitasi, gugup, insomnia, tremor, retensi urin, gangguan GI, efek antikolinergik, reaksi alergi, mulut kering
Interaksi ObatAntidepresan trisiklik, antikolinergik, obat dengan efek menekan SSP termasuk alkohol, penyekat β, dan obat simpatomimetik lain
KemasanTablet 30 x 4
Sekilas Tentang Obat Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik

Analgesik adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri. Analgesik ada beberapa tipe diantaranya analgesik non opiat (non opioid) yang bisa digunakan tanpa resep dokter dan analgesik opioid yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter karena efek sampingnya lebih besar. Analgesik non opioid contohnya seperti paracetamol (acetamonophen) dan ibuprofen. Sedangkan yang termasuk analgesik opioid contohnya morphine dan oxycodone.

Analgesik non opioid biasanya digunakan untuk meredakan berbagai macam nyeri seperti pada arthritis, migrain, nyeri haid, dan kondisi lainnya berdasarkan tingkat sakit dan nyerinya. Dokter akan menggunakan analgesik opioid jika nyeri yang terjadi berada pada tingkat akut seperti pada pembedahan dan patah tulang. Penggunaan analgesik opioid sangat dibatasi hanya untuk kondisi tertentu karena dapat menimbulkan risiko adiksi dan penyalahgunaan.

Selain dengan pemberian oral dan injeksi, ada juga analgesik yang diterapkan langsung pada kulit dan analgesik ini disebut analgesik topikal. Biasanya analgesik topikal ini digunakan untuk meredakan nyeri otot dan keseleo.

Antipiretik adalah obat yang berfungsi menurunkan demam. Antipiretik akan menurunkan panas demam akibat hipotalamus yang diinduksi oleh prostaglandin. Antipiretik yang banyak digunakan di dunia adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin yang termasuk dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain sebagai antipiretik, obat-obat tadi juga memiliki efek analgesik untuk meredakan nyeri yang menyertainya.