Hiopar

By | Juli 7, 2021 |

KOMPOSISI:

Tiap kaplet salut selaput mengandung:
– Hyoscine-N-Butylbromide 10 mg
– Paracetamol 500 mg

 

Indikasi:
– Nyeri paroksismal pada penyakit-penyakit lambung atau usus halus dan kerusakan fungsi traktus biliaris, urinarius dan organ-organ genitalia wanita (misalnya dismenore)

Kontra Indikasi:

Hiopar tidak digunakan pada kasus-kasus:
– Stenosis mekanik dari saluran pencernaan, akalasia, paralytic ileus, atonia intestinal, hipertrofi prostat dengan retensi urin, miastenia gravis, glaukoma, takiaritmia patologis, megakolon dan pasien-pasien diketahui hipersensitif terhadap hyoscine atau parasetamol
– Pasien dengan gangguan fungsi hati
– Pasien-pasien dengan porifiria, sebagaimana pada satu kasus, dilaporkan terjadinya perluasan penyakit ini

Efek Samping:

– Karena adanya paracetamol, maka pemberian Hiopar dapat menyebabkan kulit memerah dalam kejadian yang jarang, reaksi alergi disertai eksantema. Dalam kejadian yang sangat jarang; defisiensi platelet alergik (trombositopenia) atau penurunan jumlah leukosit (leukopenia) hampulir tidak pernah terjadi
– Penurunan granulosit di dalam darah (agranulositosis) atau penurunan unsur-unsur sel darah (pansitopenia) telah dilaporkan pada kasus tersendiri yang berhubungan dengan paracetamol. Pada kasus yang jarang, paracetamol dapat menyebabkan reaksi hipersensitif seperti edema Quincke, sesak nafas, berkeringat, rasa mual, tekanan darah menurun, termasuk syok. Pada kasus tersendiri dapat terjadi bronkospasme pada pasien yang mempunyai riwayat asma atau alergi
– Efek Samping antikolinergik, yang berhubungan dengan hyoscine-N-butylbromide dapat terjadi yang umumnya ringan dan terbatas, seperti xerostomia, dishidrosis, takikardia dan retensi urin
– Berhubungan dengan hyoscine-N-butylbromide, pada kasus yang sangat jarang terjadi dapat terjadi reaksi pada kulit. Dapat terjadi hilangnya daya penglihatan untuk sementara waktu, takikardia
– Dosis tinggi paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hepar

PERINGATAN:

Hiopar harus diberikan dengan hati-hati pada kasus-kasus:
– Gangguan fungsi hati (karena penyalahgunaan alkohol kronis, hepatitis)
– Gangguan fungsi ginjal
– Sindroma Gilbert (penyakit Meulengracht)
– Hyoscine dapat menyebabkan rasa kantuk dan pasien sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan, karena dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati
– Harus hati-hati pada pasien dengan kecenderungan mengalami glaukoma dengan sudut sempit juga pada pasien obstruksi traktus intestinal atau urinarius dan takiaritmia
– Pada kasus-kasus di atas ini, Hiopar hanya dapat diberikan di bawah pengawasan dokter dan, bila perlu, dosis dikurangi atau jarak waktu pemberian diperpanjang. Pada masa kehamilan dan menyusui, pengalaman menunjukkan bahwa Hiopar tidak menimbulkan efek samping selama masa kehamilan. Tetapi, seperti pada penggunaan obat-obat yang lain, khususnya selama triwulan pertama kehamilan memerlukan pengawasan yang ketat
– Keamanan penggunaan hyoscine-N-butylbromide selama menyusui masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Zat aktif paracetamol masuk ke dalam air susu ibu, tetapi tidak berefek terhadap bayi bila digunakan pada dosis terapeutik

ATURAN PAKAI:
Kecuali ditentukan lain oleh dokter, dosis yang dianjurkan adalah:
– Dewasa di atas 12 tahun : 1-2 tablet 3 kali sehari, ditelan dengan air.
Dosis total per hari tidak boleh melebihi 6 tablet .
Tablet salut selaput Hiopar tidak sesuai untuk anak-anak di bawah 10 tahun.
Hiopar tidak boleh digunakan untuk jangka panjang atau dengan dosis tinggi tanpa resep dari dokter atau dokter gigi

CARA PENYIMPANAN:
Simpan ditempat yang sejuk dan kering

Kemasan:
– Dus @ 10 strip @ 10 tablet salut selaput. NoReg: DKL0531109917A1

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *