Rinocet

By | September 8, 2020 | Farmasi-id.com > Alergi & Sistem Imun > Rinocet

Kandungan dan Komposisi Rinocet

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Rinocet adalah:

Tiap sendok takar (5 ml) Rinocet sirup mengandung,
Cetirizine 2HCl 5 mg

Tiap ml RINOCET drops mengandung,
Cetirizine 2HCl 10 mg

Farmakologi Rinocet

Cetirizine 2HCl adalah metabolit hydroxizine, bekerja dengan cara menghambat reseptor histamin H1. Cetirizine 2HCl tidak menghambat pelepasan histamin dari sel mast, tetapi menghambat pengikatan pada reseptornya. Cetirizine juga mencegah pelepasan reaksi alergi secara kimia lainnya. Cetirizine 2HCl mempunyai efek sedatif yang rendah pada dosis aktif farmakologi dan mempunyai sifat tambahan sebagai anti alergi. Cetirizine 2HCl menghambat pelepasan histamin pada fase awal dan mengurangi migrasi sel inflamasi.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Rinocet

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Rinocet adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

RINOCET diindikasikan untuk mengobati rhinitis alergi seasonal, rhinitis alergi perennial, dan urticaria idiopatik kronik.

Kontraindikasi Rinocet

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Rinocet dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Pasien yang hipersensitif terhadap cetirizine dan komponen obat ini.

Efek Samping Rinocet

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Rinocet yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan pada saluran pencernaan: nausea, rasa tidak nyaman pada lambung, nafsu makan bertambah, mulut kering
  • Gangguan pada susunan saraf pusat dan peripheral: drowsiness, fatigue, mengantuk, sakit kepala, ansietas, tremor
  • Reaksi hipersensitifitas: urtikaria, ruam kulit, pruritus, angiodema

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Rinocet

  • Pasien yang sedang mengemudi kendaraan bermotor dan mengoperasikan mesin tidak dianjurkan meminum obat ini
  • Hindari penggunaan pada wanita hamil dan menyusui karena diekskresi melalui air susu
  • Anak usia di bawah 2 tahun
  • Pengurangan dosis dianjurkan untuk pasien dengan kerusakan hati dan ginjal

Interaksi Obat Rinocet

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Rinocet antara lain:

Penggunaan bersama dengan alkohol sebaiknya dihindari
Tidak ada bukti tentang adanya interaksi antara cetirizine dengan simetidine dan diazepam

Sekilas tentang alergi
Alergi atau hipersensitivitas tipe I (1 dari 4) adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Simtomanya meliputi mata merah, gatal-gatal, rhinorrhea, eksem, urticaria, atau serangan asma. Pada sebagian orang, alergi berat terhadap lingkungan, atau alergi makanan atau alergi obat-obatan atau reaksi terhadap sengatan dari tawon mungkin dapat membahayakan jiwa dengan timbulnya anafilaksis. Tidak semua reaksi dari hipersensivitas adalah alergi.

Reaksi alergi dapat diduga dan berlangsung cepat. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE. Maka pembengkakan terjadi dari bersifat tidak nyaman hingga membahayakan.
Sekilas tentang imunitas
Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi normal. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.

Dosis dan Aturan Pakai Rinocet

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Rinocet:

RINOCET sirup:
Dewasa dan anak-anak >12 thn: 2 sendok takar sekali sehari
Anak-anak 6-12 thn: 2 sendok takar sekali sehari
Anak-anak 2-6 thn: 1 sendok takar sekali sehari

RINOCET drops:

Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 ml (20 tetes), sekali sehari
Anak-anak usia 6 – 12 tahun: 1 ml atau 20 tetes sekali sehari atau diberikan secara terbagi dosis, 0,5 ml (10 tetes) pada pagi hari dan 0,5 ml (10 tetes) pada sore hari
Anak-anak usia 2 – 6 tahun: 0,5 ml atau 10 tetes sekali sehari atau diberikan secara terbagi dosis, 0,25 ml (5 tetes) pada pagi hari dan 0,25 ml (5 tetes) pada sore hari
Anak-anak usia 12 – 23 bulan: 0,25 ml (5 tetes), sekali sehari.
(Dosis dapat ditingkatkan maksimal sampai dengan 0,5 ml (10 tetes) per hari, diberikan 0,25 ml (5 tetes) setiap 12 jam
Anak-anak 6 – 11 bulan: 0,25 ml (5 tetes), sekali sehari

Izin BPOM, Kemasan dan Sediaan

RINOCET sirup
Dus @ botol @ 60 ml
No. Reg.: DKL 1015620937 A1

RINOCET drops
Dus @ botol @ 20 ml
No. Reg.: DKL 115621436 A1

Cara Penyimpanan Rinocet

Simpan pada suhu kamar (25-30) ºC, kering dan terlindung dari cahaya

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Rinocet Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Rinocet, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Rinocet?

Jika Anda lupa menggunakan Rinocet, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Rinocet Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Rinocet?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Rinocet yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Meprofarm adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1973 oleh Wanne Mardiwidyo. Awalnya perusahaan ini memasarkan obat generik yang pada waktu itu masih diproduksi secara maklon atau dikerjakan oleh pihak lain di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Tahun 1993 Meprofarm mulai membangun fasilitas produksi yang dinamakan Mepro-1 di Bandung dengan tujuan untuk memperbesar skala produksi dan mendapatkan sertifikat CPOB dari Kementrian Kesehatan. Fasilitas Mepro-1 digunakan untuk produksi, riset and development, gudang, marketing, dan keuangan perusahaan. Di lokasi tersebut diproduksi produk sefalosporin steril dan non-steril. Tahun 1996 meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat CPOB untuk produk farmasi dengan sediaan tablet, kapsul, sirup cair dan kering, dan krim, dua tahun kemudian berhasil memperoleh sertifikat CPOB untuk produk sefalosporin dengan sediaan serbuk steril, tablet, dan sirup kering.

Pada tahun 2006, perusahaan ini mulai membangun fasilitas produksi Mepro-2 yang lokasinya persis dibelakang Mepro-1. Fasilitas baru ini ditujukan untuk memproduksi produk farmasi dengan sediaan cairan steril meliputi cairan injeksi, sirup cair, supositoria, krim, dan sirup kering. Selain itu fasilitas ini juga digunakan untuk riset and development. Oleh karenanya pada 2008, Meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 dan pada 2011 seiring dengan telah diperolehnya sertifikat CPOB pada fasilitas Mepro-2, maka dimulailah produksi perdana di fasilitas ini.

Beberapa perusahaan farmasi lainnya yang telah menjalin kerjasama dengan Meprofarm antara lain PT Tanabe Indonesia, PT Astellas, PT Dexa Medica, PT Holi Pharma, PT Otto Pharmaceutical, dan sebagainya.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 8 September). Rinocet. Diakses pada 22 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/rinocet/


Format MLA (Modern Language Association)

"Rinocet". Farmasi-id.com. 8 September 2020. 22 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/rinocet/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Rinocet", 8 September 2020, <https://www.farmasi-id.com/rinocet/> [Diakses pada 22 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *