Pulna

By | Juli 25, 2021 |

PULNA®
ETAMBUTOL HCl, PIRIDOKSIN HCl, ISONIAZID

Kandungan dan Komposisi Pulna

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Pulna adalah::

>

PULNA®

Tiap tablet salut selaput mengandung:

Etambutol HCl

250

mg

Isoniazid (INH)

100

mg

Piridoksin HCl (Vit. B6)

6

mg

PULNA® Forte

Tiap kaplet salut selaput mengandung:

Etambutol HCl

500

mg

Isoniazid (INH)

200

mg

Piridoksin HCl (Vit. B6)

10

mg

Farmakologi Pulna

:
  • Diantara semua obat anti tuberkulosa, Isoniazid (INH) memiliki efek bakterisidal pada mikobakterium yang tumbuh cepat selama awal masa pengobatan
  • Etambutol HCl adalah suatu kemoterapeutik oral yang efektif terhadap mikroorganisme dari jenis mikobakterium termasuk M. tuberkulosis
  • Etambutol HCl merupakan tuberkulostatik dengan mekanisme kerja menghambat sintesa RNA
  • Vitamin B6 untuk mencegah neuritis perifer yang disebabkan pemakaian Isoniazid


Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Pulna

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Pulna adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
Untuk pengobatan Tuberkulosa yang dikombinasikan dengan obat anti tuberkulosa lainnya, dengan kondisi:

Kondisi I.
  • Penderita baru Tuberkulosa, dewasa, BTA (Basil Tahan Asam) positif
  • Penderita baru Tuberkulosa, dewasa, BTA negatif dengan parenchymal extensive
  • Kasus baru bentuk ekstra BTA berat
  • TB meningitis dan miliary

Kondisi II

  • Penderita Tuberkulosa, dewasa, yang telah diobati sebelumnya, BTA positif = kambuh; pengobatan setelah interupsi; dan gagal pengobatan


Dosis dan Aturan Pakai Pulna

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Pulna:

:
Kondisi I:
Dosis untuk orang dewasa (usia 15 tahun atau lebih)

cellspacing=”1″ cellpadding=”1″>

Fase awal (2 bulan) 
Diberikan tiap hari selama 2 bulan 

Fase lanjutan (4 bulan) 
Diberikan tiap hari atau 3 x seminggu selama 4 bulan
  • Pulna Forte (l) + Pulna (l) atau Pulna (3)
  • Rifampisin 450 mg (1)
  • Pirazinamid 500 mg (3)
  • Rifampulicin 450 mg (1) Isoniazid 300 mg (1) diberikan tiap hari selama 4 bulan, atau
  • Rifampulicin 450 mg (1) Isoniazid 300 mg (2) diberikan 3 x seminggu selama 4 bulan

Kondisi II:
Dosis untuk orang dewasa (usia 15 tahun atau lebih)

cellspacing=”1″ cellpadding=”1″>

Fase awal (3 bulan)
Fase lanjutan (5 bulan) Diberikan tiap hari selama 5 bulan

Diberikan tiap hari selama 2 bulan pertama

Diberikan tiap hari pada 1 bulan berikutnya

  • Pulna Forte (1) + Pulna (1) atau Pulna (3)
  • Rifampisin 450 mg (1)
  • Pirazinamid 500 mg (3)
  • Streptomisin 750 mg injeksi (1)
  • Pulna Forte (l) + Pulna (l) atau Pulna (3)
  • Rifampisin 450 mg (1)
  • Pirazinamld 500 mg (3)
  • Pulna Forte (l) + Pulna (l) atau Pulna (3)
  • Rifampisin 450 mg (1)

Kontraindikasi Pulna

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Pulna dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:
  • Hipersensitif terhadap Isoniazid, Etambutol
  • Penderita hepatitis, kerusakan hati yang berat, neuritis optik, penderita dengan gangguan fungsi ginjal, epilepsi, alkoholisme kronik
  • Anak dengan berat badan ‹ 30kg


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Pulna Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Pulna?

Jika Anda lupa menggunakan Pulna, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Pulna Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Pulna?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Pulna yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Pulna

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Pulna yang mungkin terjadi adalah:

:

>

Isoniazid (INH)

Sering

=

Gangguan fungsi hati dan susunan saraf.

Jarang

=

Hepatitis, neuritis perifer yang tergantung dosis (terutama pada pasien kurang gizi)

Efek Samping lain

=

Sakit kepala, pusing, kejang, anemia, neuritis optik, arthralgia, diskrasia darah, sindrom rematik, gejala yang menyerupai lupus eritematosus, rash. mengantuk, mulut terasa kering, gangguan buang air kecil, gangguan gastrointestinal.

Etambutol

Kadang-kadang

=

Retrobulbarneuritis,arthralgia.

Jarang

=

Hepatitis, hipersensitif kulit, neuropati perifer, efek samping yang perlu diperhatikan adalah toksisitas okuler yang tergantung pada dosis dan lamanya pengobatan.

Efek Samping lain

=

Reaksi anafilaktik, pruritus dermatitis, anoreksia, nyeri abdomen, demam, nyeri sendi, gangguan gastrointestinal (mual, muntah), malaise, sakit kepala, pusing, gelisah, disorientasi, halusinasi.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Pulna

:
  • Diharuskan menelan OAT secara teratur sesuai jadwal terutama pada fase awal pengobatan
  • Untuk menghindari terjadinya kegagalan pengobatan (selesai jadwal rangkaian sesuai aturan, pemeriksaan mikroskopis masih BTA positif) dan terjadinya kekambuhan (pemeriksaan dahak secara mikroskopik BTA positif lagi setelah dinyatakan sembuh). Usahakan untuk penyelesaian menelan OAT sesual jadwal pengobatan untuk kondisi I selama 6 bulan dan kondisi II selama 8 bulan
  • Penggunaan Isoniazid dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan terjadinya gangguan fungsi hati. terutama bagi pasien yang memperlihatkan tanda-tanda kerusakan hati sebelum pengobatan, alkoholisme. Untuk kasus-kasus seperti ini, resiko yang lebih besar harus diperbandingkan dengan manfaat pengobatan. Apabila pengobatan tetap diperlukan dosis obat sebaiknya dikurangi, Dianjurkan agar dilakukan supervisi yang ketat dari dokter dan dianjurkan untuk melakukan hitung darah, test fungsi hati (terutama SGOT dan SGPT) dan test fungsi ginjal sebelum pengobatan dan selanjutnya tiap 2-4 minggu karena obat ini mengandung Isoniazid, perhatian juga harus diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, dan pada pasien dengan ambang kejang yang rendah. Apabila timbul gejala-gejala kerusakan, hepatoselular, pengobatan dengan Pulna/ Pulna Forte dan kombinasi obat anti Tuberkulosa lainnya harus dihentikan dan tidak diberikan lagi kemudian
  • Perhatian yang sama juga dianjurkan pada pasien kekurangan gizi yang berat dan pasien tua. Untuk pasien tua penambahan vitamin B6 mungkin diindikasikan untuk mengurangi terjadinya defisiensi akibat pemberian Isoniazid
  • Pasien harus diberitahu agar tidak menghentikan pengobatan selama jangka waktu pengobatan. Bila penghentian pengobatan tidak dapat dihindarkan, resiko ini mungkin dapat dikurangi dengan memberikan Isoniazid dan Etambutol secara terpisah
  • Hati-hati penderita dengan riwayat penyakit gout
  • Isoniazid dimetabolisme dalam hati sehingga pada penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat kemungkinan dapat menyebabkan hepatotoksik
  • Etambutol diekskresi melalui ginjal, sehingga pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal diperlukan penurunan dosis

Interaksi Obat Pulna

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Pulna antara lain:

:
  • Bila Isoniazid + Rifampisin dikombinasikan dengan preparat-preparat PAS yang mengandung Bentonit (Aluminium hidrosilikat) harus dicegah agar absorpsi Rifampisin tidak terganggu dengan menginstruksikan pasien menelan Isoniazid + Rifampisin terlebih dahulu, dilanjutkan dengan PAS setelah interval sekurang-kurangnya 4 jam,
  • Takaran dari obat-obat tersebut harus diperhitungkan kembali sewaktu memulai atau menghentikan pengobatan dengan Isoniazid + Rifampisin
  • Wanita yang sedang menggunakan kontrasepsi oral harus memakai kontraseptik non hormonal tambahan
  • Pasien di bawah pengobatan dengan Difenil hidantoin, dosis obat harus disesuaikan secara perorangan karena Isoniazid meninggikan konsentrasi Difenil hidantoin plasma
  • Tidak dianjurkan pemberian Isoniazid bersama-sama dengan Disulfiram. Isoniazid juga dapat menurunkan ekskresi Fenitoin sehingga kadar dalam darah meningkat

Overdosis:

  • Pada kasus terjadinya takaran berlebih dengan Pulna/ Pulna Forte dan kombinasi obat anti tuberkulosa lainnya, lambung harus dikosongkan dengan cara dimuntahkan atau bilas lambung dan tindakan lain yang perlu harus diusahakan
  • Barbiturat ” Short – Acting” dapat diberikan apabila gangguan SSP timbul, analeptik pada koma dan respirasi buatan serta oksigen pada terjadinya kegagalan pernafasan, bila terjadi shok, obat vasopressor harus dihentikan

Cara Penyimpanan Pulna

:
Simpan pada suhu 15 – 30°C, di tempat kering dan terlindung dari cahaya.

Izin, Kemasan & Sediaan Pulna

:

PULNA®

Dus @ 10 strip @ 10 tablet salut selaput, No. Reg. DKL9719605517A1

PULNA® Forte

Dus @ 10 strip @ 10 kaplet salut selaput, No. Reg. DKL0319609209A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi oleh:
Landson
PT PERTIWI AGUNG
Bekasi – Indonesia

Banyak Dibaca Hari Ini
Banyak Dibaca Minggu Ini
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *