Kaltrofen / Kaltrofen OD

By | Juli 25, 2021 |

KALTROFEN®
KALTROFEN® OD
Ketoprofen

Kandungan dan Komposisi Kaltrofen / Kaltrofen OD

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Kaltrofen / Kaltrofen OD adalah:

>

Tiap tablet salut enterik mengandung:

Ketoprofen

50 mg atau 100 mg

Tiap kapsul lepas lambat mengandung:

Ketoprofen

200 mg

Tiap supositoria mengandung:

Ketoprofen

100 mg

Tiap ml ampul mengandung:

Ketoprofen

50 mg

Farmakologi Kaltrofen / Kaltrofen OD


Ketoprofen merupakan anti-inflamasi non-steroid (AINS) dengan daya analgesik, antiinflamasi dan antipiretik. Sebagaimana anti-inflamasi non-steroid lainnya, Ketoprofen bekerja menghambat sintesa prostaglandin.
Ketoprofen tablet di absorbsi sempurna dan cepat di saluran cerna. Absorpsinya tidak dipengaruhi oleh makanan; makanan hanya memperpanjang waktu menkapsulai kadar puncak (tmaks) tanpa mempengaruhi bioavailabilitas totalnya. Kadar puncak plasma terkapsulai dalam waktu 1/2 sampai 2 jam. Waktu paruh eliminasi pada lanjut usia selama 5 jam, dan 3 jam pada dewasa.
Ketoprofen OD diformulasikan agar obat dilepaskan sesuai pH usus kecil. Waktu paruh Ketoprofen OD adalah 5-12 jam. Kadar puncak plasma terkapsulai dalam waktu 6-7 jam. Ketoprofen OD tidak dianjurkan untuk kasus nyeri akut, karena sifat/karakteristik pelepasan terkendalinya.
Supositoria yang diberikan pada malam hari lebih efektif dalam mengontrol nyeri yang timbul sepanjang malam dibandingkan bentuk oral, kadar puncak dalam plasma dikapsulai dalam 1- 2 jam, dengan waktu paruh eliminasi 2-3 jam.
Pada pemberian secara intramuskular, ketoprofen diabsorbsi dengan baik.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Kaltrofen / Kaltrofen OD

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Kaltrofen / Kaltrofen OD adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Mengobati gejala-gejala artritis rematoid, spondilitis ankilosa, gout akut dan osteoartritis.

Kontraindikasi Kaltrofen / Kaltrofen OD

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Kaltrofen / Kaltrofen OD dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipersensitif terhadap Ketoprofen, asetosal dan AINS lain
  • Pasien yang menderita ulkus peptikum atau peradangan aktif (inflamasi akut) pada saluran cerna
  • Bronkospasme berat atau pasien dengan riwayat asma bronkial atau alergi
  • Gagal fungsi ginjal dan hati yang berat
  • Supositoria sebaiknya tidak digunakan pada penderita proktitis atau hemoroid


Peringatan Penggunaan Kaltrofen / Kaltrofen OD

  • Karena Ketoprofen dieliminasi melalui ginjal dan dapat mengurangi aliran darah ginjal, maka dosis Ketoprofen pada penderita gagal ginjal harus diturunkan dan dimonitor secara ketat
  • Ketoprofen harus digunakan dengan hati-hati pada penderita gangguan fungsi hati
  • Hati-hati penggunaannya pada keadaan hiperasiditas lambung
  • Sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan atau susu untuk mencegah efek samping pada saluran cerna
  • Ketoprofen tidak dianjurkan untuk diberikan pada ibu hamil dan menyusui, meskipun belum ada laporan mengenai efek embriopatik

Overdosis
Efek Samping sesudah overdosis: hipotensi, bronkospasme, perdarahan gastrointestinal. Jika terjadi, sebaiknya diberikan pengobatan simptomatik dan suportif.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Kaltrofen / Kaltrofen OD Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Kaltrofen / Kaltrofen OD?

Jika Anda lupa menggunakan Kaltrofen / Kaltrofen OD, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Kaltrofen / Kaltrofen OD Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Kaltrofen / Kaltrofen OD?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Kaltrofen / Kaltrofen OD yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Kaltrofen / Kaltrofen OD

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Kaltrofen / Kaltrofen OD yang mungkin terjadi adalah:

  • Efek Samping yang paling sering ditemukan adalah dispepsia, mual, muntah, diare, konstipasi, sakit kepala, pusing, hemoragi perforasi, ruam kulit, gangguan fungsi ginjal dan hati, nyeri abdomen, konfulsi ringan, vertigo, udem, serta insomnia
  • Konsistensi tinjeksia lunak
  • Reaksi hernatologi : trombositopenia
  • Bronchospasmus dan anafilaksis jarang terjadi

Interaksi obat

  • Pemberian KALTROFEN® dan asetosal atau obat-obat yang terikat protein plasma (misalnya antikoagulan, Sulphonylurea, Hydantoins) secara bersamaan akan menurunkan ikatan protein plasma dan meningkatkan bersihan plasma Ketoprofen. Oleh karena itu, tidak dianjurkan pemberian KALTROFEN® bersama-sama dengan asetosal atau obat-obat tersebut, walaupun kelainan klinis yang bermakna belum dibuktikan
  • Pemberian Hidroklorotiazid bersama-sama dengan KALTROFEN® meningkatkan resiko gagal ginjal
  • Pemberian KALTROFEN® bersamaan dengan metotreksat harus dihindari karena akan meningkatkan toksisitas Methotrexate. KALTROFEN® mungkin menghambat sekresi tubular dari Methotrexate
  • Penggunaan warfarin bersamaan dengan KALTROFEN® harus benar-benar dimonitor karena dapat terjadi komplikasi yang mengakibatkan pendarahan di saluran cerna
  • AINS meningkatkan kadar litium dalam plasma. Dianjurkan untuk memonitor kadar litium plasma jika KALTROFEN® diberikan bersamaan dengan litium
  • Probenesid meningkatkan KALTROFEN® bebas maupun yang terikat dengan protein plasma karena terjadi penurunan bersihan plasma KALTROFEN® Oleh karena itu tidak dianjurkan diberikan secara bersamaan


Dosis dan Aturan Pakai Kaltrofen / Kaltrofen OD

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Kaltrofen / Kaltrofen OD:

>

KALTROFEN® 50 mg tablet

1 tablet 3-4 kali sehari

KALTROFEN®100 mg tablet

1 tablet 2-3 kali sehari atau menurut petunjuk dokter,
sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan atau susu.

KALTROFEN® OD 200 mg kapsul

1 kapsul 1 kali sehari
Bentuk sediaan pelepasan lambat sebaiknya tak digunakan untuk nyeri akut.

KALTROFEN® supositoria

Jika dikombinasikan dengan preparat oral, maka pada umumnya dosis perhari adalah 1 supositoria yang dimasukkan ke dalam rektum. Jika tidak dikombinasikan, dosis lazim adalah 1 supositoria 2 kali sehari.
Injeksi i.m. : 50 – 100 mg tiap 4 jam, dapat diulangi hingga maksimum 200 mg dalam 24 jam. Diberikan secara injeksi intramuskular dalam pada kuadran lateral atas bokong.
Penggunaan secara injeksi sebaiknya tidak lebih dari 3 hari.
Bila responnya baik, maka dapat dialihkan ke terapi oral dalam bentuk tablet / kapsul .

Izin, Kemasan & Sediaan Kaltrofen / Kaltrofen OD

>

Tablet 50 mg

Dos isi 3 strip x 10 tablet

Reg. No. DKL9711628215A1

Tablet 100 mg

Dos isi 3 strip x 10 tablet

Reg. No. DKL9711628215Bl

Kapsul OD 200 mg

Dos isi 3 blister x 10 kapsul lepas lambat

Reg. No. DKL9911630003A1

Supositoria 100 mg

Dos isi 2 blister x 5 supp.

Reg. No. DKL9911630353A1

Injeksi 50 mg/ml

Dos isi 5 ampul @ 2 ml

Reg. No. DKL0011631143A1

Penyimpanan

  • Untuk tablet dan kapsul : Simpan pada suhu kamar (di bawah 30°C)
  • Untuk supositoria: Simpan di bawah suhu 25°C, Terlindung dari panas dan cahaya
  • Untuk injeksi: Simpan pada suhu kamar (di bawah 30°C). Terlindung dari cahaya

HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

PT KALBE FARMA Tbk.
Bekasi – Indonesia

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.
Banyak Dibaca Hari Ini
Banyak Dibaca Minggu Ini
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *