Procardio

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Procardio

By | 17/02/2015

:: Komposisi ::
Tiap PROCARDIO tablet salut selaput mengandung:
Crataegi Fructus Extract ………………………………. 150 mg
Salviae miltiorrhizae Radix Extract …………………… 85 mg
Notoginseng Radix Extract ……………………………… 90 mg
L-Carnitine L-Tartrate ………………………………….. 250 mg
Pyridoxine HCl …………………………………………….. 25 mg
 :: Farmakologi ::
  • Crataegi Fructus Extract: membantu kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah.
  • Salviae miltiorrhizae Radix Extract: vasodilator, merelaksasi arteri koronaria dan membantu sirkulasi darah ke jantung, serta membantu melancarkan sistem peredaran darah.
  • Notoginseng Radix Extract: mempunyai sifat tonik yang kuat, menguatkan dan melancarkan sistem peredaran darah, dan kerja hemostatik untuk kondisi akut.
  • L-Carnitine L-Tartrate: menyehatkan otot-otot jantung, bekerja dalam jaringan mitokondria, membantu metabolisme lemak menjadi energi.
  • Pyridoxine HCl: mempunyai efek kardioprotektif.
 :: Indikasi ::
Suplemen untuk memelihara kesehatan jantung.
 :: Dosis Dan Cara Penggunaan ::
Dewasa: sehari 2 X 2 tablet
 :: Kemasan ::
Dus, 5 strip @ 6 tablet
No. Reg.: POM SD 021 504 061
 :: Cara Penyimpanan ::
Simpan di tempat sejuk (15-25) ºC, kering dan terlindung dari cahaya
Sekilas Tentang PT. Meprofarm
Meprofarm adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1973 oleh Wanne Mardiwidyo. Awalnya perusahaan ini memasarkan obat generik yang pada waktu itu masih diproduksi secara maklon atau dikerjakan oleh pihak lain di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Tahun 1993 Meprofarm mulai membangun fasilitas produksi yang dinamakan Mepro-1 di Bandung dengan tujuan untuk memperbesar skala produksi dan mendapatkan sertifikat CPOB dari Kementrian Kesehatan. Fasilitas Mepro-1 digunakan untuk produksi, riset and development, gudang, marketing, dan keuangan perusahaan. Di lokasi tersebut diproduksi produk sefalosporin steril dan non-steril. Tahun 1996 meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat CPOB untuk produk farmasi dengan sediaan tablet, kapsul, sirup cair dan kering, dan krim, dua tahun kemudian berhasil memperoleh sertifikat CPOB untuk produk sefalosporin dengan sediaan serbuk steril, tablet, dan sirup kering.

Pada tahun 2006, perusahaan ini mulai membangun fasilitas produksi Mepro-2 yang lokasinya persis dibelakang Mepro-1. Fasilitas baru ini ditujukan untuk memproduksi produk farmasi dengan sediaan cairan steril meliputi cairan injeksi, sirup cair, supositoria, krim, dan sirup kering. Selain itu fasilitas ini juga digunakan untuk riset and development. Oleh karenanya pada 2008, Meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 dan pada 2011 seiring dengan telah diperolehnya sertifikat CPOB pada fasilitas Mepro-2, maka dimulailah produksi perdana di fasilitas ini.

Beberapa perusahaan farmasi lainnya yang telah menjalin kerjasama dengan Meprofarm antara lain PT. Tanabe Indonesia, PT. Astellas, PT. Dexa Medica, PT. Holi Pharma, PT. Otto Pharmaceutical, dan sebagainya.