Nubac

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Sefalosporin > Nubac

Kandungan dan Komposisi Nubac

  • Cefoperazone sodium 500 mg
  • Sulbactam sodium 500 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Nubac

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Nubac:

Monoterapi atau terapi kombinasi untuk infeksi-infeksi yang disebabkan oleh bakteri penyebab yang masih peka : infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, peritonitis (radang selaput perut), kolesistitis (radang kandung empedu), kolangitis (radang buluh-buluh empedu), dan infeksi lain dalam perut, infeksi kulit dan jaringan lunak.

Farmakologi

  • Cefoperazone adalah sefalosporin generasi ketiga, yang sensitif untuk menghambat organisme selama fase penggandaan dengan menghambat sintesis dinding sel mukopeptida. Sulbactam tidak memiliki efek antibakteri kecuali Neisseriaceae dan Acinetobacter
  • Potensi sulfat mencegah kerusakan penicillin dan sefalosporin telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian. Sulbactam juga mengikat beberapa reseptor protein penisilin, sehingga kombinasi Cefoperazone dan Sulbactam lebih sensitif daripada Ceforerazone tunggal
  • Kombinasi Cefoperazone dan Sulbactam aktif terhadap semua organisme yang sensitif terhadap Cefoperazone
  • Selain itu, kombinasi terlihat pada aktivitas sinergis dalam varian mikroorganisme seperti: Haemophilus influenza, spesies Bacteroides, spesies Staphylococcus, Acinetobacter calcoaceticus, Enterobacter aerogenes, Escherichia coli, Proteus mirabilis, Klebsiella pneumonia, Morganella morganii, Citrobacter freundii, Enterobacter cloacae, Citrobacter diversus
  • NUBAC® aktif secara in vitro terhadap berbagai organisme yang signifikan secara klinis.
    • Organisme Gram Positif:
      Staphylococcus aureus, strain yang menghasilkan penicillinase dan non-penicillinase, Staphylococcus epidermidis, Streptococcus pneumonia (dikenal sebagai Diplococcus pneumonia), Streptococcus pyogenes (Grup A β-hemolytic streptococci, Streptococcus agalactiae (Grup B β-hemolytic streptococci), kebanyakan strain β-hemolytic streptococci, beberapa strain Streptococcus faecalis (enterococcus)
    • Organisme Gram Negatif:
      Escherichia coli, Klebsiella spesies, Enterobacter spesies, Citrobacter spesies, Haemophilus influenza, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Morganella morganii (dikenal sebagai Proteus morganii), Providencia rettgeri (dikenal sebagai Proteus rettgeri), spesies Providencia, spesies Serratia (termasuk S.marcescens) , Salmonella andn Shigella spesies, Pseudomonas aeruginosa dan beberapa spesies Pseudomonas, Acinetobacter calcoaceticus, Neisseria gonorrhoeae, Neisseria meningitis, Bordetella pertussis, Yersinia enterocolitica
    • Organisme anaerob:
      Bakteri gram negatif dalam bentuk bacilli (Bacteroides fragilis, spesies Bacteroides lainnya, dan spesies Fusobacterium), bakteri Gram positif dan Gram Negatif dalam bentuk coccus (Peptococcus, Peptostreptococcus, dan Spesies Veillonella), bakteri Gram-positif dalam bentuk bacilli (Clostridium, Eubacterium dan Spesies Lactobacillus)
LAINNYA:  Danovir

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Nubac dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitif terhadap Penisilin atau golongan Sefalosporin.

Perhatian

  • Hati-hati pemberian pada pasien yang sensitif terhadap Penisilin
  • Keamanan pemakaian maupun selama masa menyusui belum diketahui
  • Penyesuaian dosis mungkin diperlukan pada obstruksi bilier berat, penyakit hati berat dan atau disertai gangguan fungsi ginjal
  • Karena Sulbaktam diekskresi melalui urin, penyesuaian dosis mungkin diperlukan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal

Efek Samping Nubac

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Nubac:

  • Umumnya berupa gangguan saluran cerna : diare, mual, dan muntah yang bersifat ringan dan sementara
  • Hipersensitifitas seperti bercak makulopapular, urtikaria (biduran), eosinofilia, dan demam akibat pemakaian obat dapat terjadi pada pasien dengan riwayat alergi, terutama terhadap Penisilin
  • Perubahan hematologi pernah dilaporkan
  • Peningkatan SGOT/SGPT, alkalin fosfatase, dan bilirubin yang bersifat sementara dapat terjadi
  • Flebitis (radang pembuluh balik) pada tempat masuknya infus atau nyeri sementara pada pemberian intramuskular (IM) mungkin dapat terjadi pada sebagian pasien

Interaksi Obat

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Nubac antara lain:

Aminoglikoside

Larutan NUBAC® dan aminoglikoside tidak boleh dicampur secara langsung, karena interaksi fisik di antara keduanya. Jika ada terapi kombinasi NUBAC® dan aminoglikosida, perlu dicatat bahwa hal itu dapat dilakukan dengan infus intravena secara berurutan dengan penggunaan saluran intravena sekunder terpisah dan saluran intravena intravena yang baik dengan pelarut di antaranya. Penggunaan NUBAC® dengan aminoglikosida harus diberikan terpisah mungkin dari saat pemberian aminoglikosida.

LAINNYA:  Ketorolac

Solusi Ringer Laktat

Rekonstitusi awal dengan Ringer Laktat Solusi harus dihindari karena campuran ini menunjukkan interaksi. Namun, proses pelarutan dua tahap termasuk rekonstitusi awal dengan injeksi aqua pro akan menghasilkan campuran yang sesuai dan kemudian dilarutkan dengan Ringer Lactate Solution (Lihat Ringer Laktat Solusi / Penanganan Instruksi Ringer Laktat Solusi)

Lidocaine

Rekonstitusi awal dengan 2% larutan lidokain HCl harus dihindari karena campuran menunjukkan interaksi. Namun, proses pelarutan dua tahap termasuk rekonstitusi awal dengan injeksi aqua pro akan menghasilkan campuran yang sesuai dan kemudian dilarutkan dengan larutan lidokain HCl 2% (Lihat Lidocaine Direction untuk penggunaan / Penanganan Lidocaine)

Dosis dan Aturan Pakai Nubac

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Nubac:

Dewasa:

2-4 g/hr tiap 12 jam. Dpt ditingkatkan hingga 8 g/hr pd infeksi berat atau refrakter. Dosis harian maks: 4 g.

Anak:

40-80 mg/kg BB/hr dlm dosis terbagi tiap 6-12 jam. Pd kondisi yg berat atau refrakter, dosis dpt ditingkatkan hingga 160 mg/kg BB/hr dlm 2-4 dosis terbagi. Neonatus Dpt diberikan tiap 12 jam dlm minggu pertama kehidupan. Maks: 80 mg/kg BB/hr.

Kemasan dan Sediaan

Dus @ 1 vial @ 1 g + 1 ampul pelarut @ 5 ml, serbuk injeksi

Izin BPOM

DKL1608024022A1

Produsen Nubac

Guardian Pharmatama

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Nubac Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Nubac, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Nubac?

Jika Anda lupa menggunakan Nubac, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Nubac Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Nubac?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Nubac yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Guardian Pharmatama
PT Guardian Pharmatama adalah suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1993 sebagai penerus dari industri farmasi Hasto Husodo. Perusahaan ini menjalani restrukturisasi pada tahun 2000 dan sejak saat itu perusahaan ini tumbuh dengan cukup pesat. Pada tahun 2015 PT Guardian Pharmatama membuka area produksi seluas 7,2 hektar di daerah Citeureup, Bogor, untuk memproduksi berbagai macam produk farmasi seperti produk antibiotik, antijamur, antialergi, analgesik, antipiretik, kardiovakular, vitamin, suplemen dan lain-lain dalam berbagai bentuk sediaan. Perusahaan ini telah mendapatkan sertifikat ISO 9001, CPOB, dan lain-lain guna menjamin mutu setiap produknya tetap dalam keadaan baik.

Produk-produk perusahaan ini didistribusikan oleh PT Milenium Pharmacon International, PT Penta Valent, dan PT Kallista Prima dan saat ini produksnya telah tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa produk itu seperti Neurohax, Emibion, Fungasol, Govazol, dan sebagainya. Kantor pusat PT Guardian Pharmatama ada di Komplek Green Ville Maisonette, Jakarta.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2018, 2 Oktober). Nubac. Diakses pada 9 April 2020, dari https://www.farmasi-id.com/nubac/


Format MLA (Modern Language Association)

"Nubac". Farmasi-id.com. 2 Oktober 2018. 9 April 2020. https://www.farmasi-id.com/nubac/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Nubac", 2 Oktober 2018, <https://www.farmasi-id.com/nubac/> [Diakses pada 9 April 2020]


Bagikan ke Rekan Anda