Combantrin

Farmasi-id.com > Obat Cacingan > Combantrin

By | 06/06/2017

Kandungan dan Komposisi Combantrin

Pyrantel Pamoate / Pirantel Pamoat

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Combantrin adalah obat cacing yang bekerja mengatasi

  1. Cacing kremi ( Enterobius vermicularis)
  2. Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)
  3. Cacing tambang ( Necator americanus)
  4. Cacing Trichostrongylus colubriformis dan Trichostrongylus orientalis

Pirantel pamoat dapat digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh satu jenis cacing atau lebih pada orang dewasa dan anak-anak. Obat ini dapat ditoleransi dan tidak akan melekat pada pakaian oleh kontaminasi feses. Apabila salah seorang anggota keluarga menderita infeksi dari salah satu dari lima jenis cacing ini, maka besar kemungkinan anggota keluarga lainnya juga menderita infeksi yang sama yang tidak teridentifikasi. Oleh karena itu dianjurkan agar seluruh anggota keluarga mengkonsumsi pirantel pamoat. (Menjaga kebersihan lingkungan dan pakaian akan mencegah terjadinya infeksi kembali).

Cara Kerja Obat

Pirantel pamoat melumpuhkan cacing dengan cara mendepolarisasi senyawa penghambat neuromuskuler dan mengeluarkannya dari dalam tubuh biasanya tanpa memerlukan pencahar.

Peringatan dan Perhatian

Sebaiknya hindarkan penggunaan Combantrin semasa hamil dan anak dibawah usia 2 tahun karena keamanan penggunaannya belum diteliti/banyak diketahui. Penggunaan Combantrin pada penderita gangguan hati sebaiknya berhati-hati.
Pemberian dengan piperazine dapat menyebabkan efek antagonis.

Dosis/ Aturan Minum

Combantrin cukup diminum sekali sebelum atau sesudah makan. Tidak perlu berpantang makan. Tidak perlu obat pencahar.

Takaran tablet 250 mg untuk satu kali pengobatan.

Umur 2 – 6 tahun : ½ – 1 tablet
Umur 6 – 12 tahun : 1 – 1 ½ tablet
Umur diatas 12 tahun : 1 ½ – 2 tablet.

Overdosis

Belum pernah dilaporkan kasus overdosis. Jika terjadi overdosis dilakukan kuras lambung dan pengobatan supportif.

Kontra Indikasi

Penderita hipersensitif.

Efek Samping

Anoreksia ( nafsu makan hilang), mual,muntah, diare, sakit kepala, pusing, mengantuk dan merah-merah pada kulit, keringat dingin, berkeringat, pruritus, urtikaria.

Kemasan, Sediaan, Izin BPOM

  1. DTL7219802210A1, dus, 25 catch cover @ 1 blister @ 4 tablet 125 mg
  2. DTL7219802210B1, dus, 25 catch cover @ 1 blister @ 2 tablet 250 mg
  3. DTL8819801933A1, dus, botol plastik @ 10 ml,  suspensi 125 mg/5 ml

Harga

Rp 13.000/ 1 blister

Produsen

Pfizer

Sekilas tentang cacingan

Cacingan dalam istilah sehari-hari adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab cacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular. Pantat gatal, merupakan salah satu gejala untuk jenis cacing Enterobius vermicularis. Pada spesies cacing ini, indung cacing keluar dari lubang anus, biasanya di malam hari ketika kita tidur, dan meletakkan telurnya di daerah peri-anal (sekeliling anus). Dengan menggunakan selotip, contoh telur-telur dapat diambil dan dapat dilihat dengan bantuan mikroskop untuk diagnosa.

Penyakit cacingan sering dianggap sebagai penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Padahal penyakit ini bisa menurunkan tingkat kesehatan anak. Di antaranya, menyebabkan anemia, IQ menurun, lemas tak bergairah, ngantuk, malas beraktivitas serta berat badan rendah. Gejala penyakit cacingan pun akan sulit dideteksi, jika jumlah cacing yang bersarang dalam tubuh masih sedikit.

Pada kasus infeksi cacing ringan, tanpa gejala atau kadang tidak menimbulkan gejala nyata. Gejala lan yang harus dikenali adalah lesu, tak bergairah, suka mengantuk, badan kurus meski porsi makan melimpah, serta suka menggaruk-garuk anusnya saat tidur karena bisa jadi itu pertanda cacing kremi sedang beraksi. Gangguan ini menyebabkan, kurang zat gizi, kurang darah atau anemia. Berkurangnya zat gizi maupun darah, keduanya berdampak pada tingkat kecerdasan, selain berujung anemia. Anemia akan menurunkan prestasi belajar dan produktivitas. Menurut penelitian, anak yang kehilangan protein akibat cacing tingkat kecerdasannya bisa menurun. Anemia kronis bisa mengganggu daya tahan tubuh anak usia di bawah lima tahun (balita).

Tetapi pada kasus-kasus infeksi berat bisa berakibat fatal. Ascaris pada cacing dapat bermigrasi ke organ lain yang menyebabkan peritonitis, akibat perforasi usus dan ileus obstruksi akibat bolus yang dapat berakhir dengan kematian.
Sekilas Tentang Antelmintik (Obat Cacingan)

Anthelmintic atau antihelminthic adalah sekelompok obat antiparasit yang mengeluarkan cacing parasit dan parasit internal lainnya dari tubuh dengan cara melumpuhkan atau mematikan mereka dan tanpa menyebabkan kerusakan yang signifikan pada inang. Obat ini juga dapat disebut vermifuges (yang melumpuhkan) atau vermicides (yang mematikan). Anthelmintic digunakan untuk mengobati orang yang terinfeksi cacing, suatu kondisi yang disebut helminthiasis.

Obat yang mengandung anthelmintik digunakan dalam kampanye pemberantasan cacing anak usia sekolah di banyak negara berkembang. Misalnya terapi pengobatan untuk infeksi cacing yang ditularkan melalui media tanah adalah mebendazole dan albendazole serta praziquantel untuk schistosomiasis.