Ching Fei Yi Huo Pien

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Batuk > Ching Fei Yi Huo Pien

By | 06/11/2017

Kandungan dan Komposisi

  • Radix Scitellariae 126 mg
  • Fructus Gardeniae 72 mg
  • Rhei Rhizoma 108 mg
  • Radix Pauecedani 42 mg
  • Radix Sophorae Flavescentis 54 mg
  • Dan bahan lain 198 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Membantu meredakan batuk yang disertai sesak nafas dan sakit tenggorokan.

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa 2 x sehari 4 tab (1 botol kecil = 8 tablet).

Perhatian

Tidak digunakan untuk wanita hamil dan menyusui, tidak digunakan untuk anak dibawah 12 tahun.

Cara Penyimpanan

Simpan ditempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya matahari.

Kemasan dan Sediaan

Box, 12 dus @ tabung @ 8 tablet

Izin BPOM

TI164551261

Harga

Rp 10.000/1 dus kecil

Produsen

Tianjin Zhongxin Pharmaceutical Group Corporation LTD LONGSHUNRONG P – China

Importir

PT Perdana Sakti Indonesia

Sekilas Tentang Rheum Palmatum (Kelembak)
Rheum palmatum atau kelembak adalah suatu tanaman yang berasal dari keluarga polygonaceae dengan ciri tanaman berdaun lebar melengkung, bergerigi, dan berbentuk mirip seperti tangan. Kelembak bisa tumbuh hingga ketinggian 2,5 meter. Bagian yang sering digunakan sebagai produk herbal adalah akarnya karena memiliki kandungan asam krisofanat, alizarin, glikogalin, tertrarin, dan lain-lain.

Beberapa manfaat tanaman ini bagi kesehatan seperti untuk membersihkan darah, menambah nafsu makan, menurunkan demam, mengatasi kekejangan, mengobati susah buang air besar, pencahar, dan diuretik. Wanita hamil dilarang mengonsumsi tanaman ini sebab dapat menyebabkan stimulasi uterus. Hati-hati mengonsumsi daun kelembak pada penderita penyakit arthritis, dan gangguan ginjal, sebab dapat meningkatkan atau memperparah kondisinya. Jika dikonsumsi dalam waktu lama, efek sampingnya dapat berupa hipertrofi (hati, tiroid, perut), mual, sakit perut, muntah, dan diare."
Sekilas Tentang Scutellariae Baicalensis
Scutellariae Baicalensis atau disebut juga Chinese skullcap merupakan suatu tanaman herbal yang banyak digunakan di China sebagai tanaman untuk pengobatan. Khasiat tanaman ini telah diketahui sejak dua ribu tahun lalu yang tercatat dalam tulisan Shuowen Jiezi dari jaman Dinasti Han, di China. Tanaman ini digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit seperti diare, disentri, hipertensi, insomnia, perdarahan, inflamasi, dan infeksi saluran pernapasan. Kandungan bioaktif seperti baicalin, wogonoside dan aglycones baicalein wogonin dapat ditemui pada akarnya. Kandungan bioaktif ini memiliki manfaat farmakologi seperi antikanker, hepatoproteksi, antibakteri, antivirus, antioksidan, antikonvulsan, neuroprotektif, dan lain-lain.

Scutellariae Baicalensis merupakan tanaman yang masuk dalam keluarga Lamiaceae. Tanaman ini banyak tumbuh di China, Rusia, Mongolia, Korea (Utara dan Selatan), dan beberapa negara Eropa. Masyarakat China biasanya menggunakan akarnya untuk digunakan dalam pengobatan dan biasanya ketika dibuat obat mereka menyebutnya Huang-Qin. Karena kepopulerannya, maka tanaman ini masuk dalam daftar Farmakope China. Akar yang sudah dikeringkan kemudian direbus atau diolah sebagai tincture.

Hasil penelitian pemberian Xiaochai Hutang (preparat dengan kandungan Huang-Qin) pada penderita hepatitis B di tahun 1994 mendapati bahwa fungsi livernya membaik sekira 78 persen dan pada penderita hepatitis selain hepatitis A dan B fungsi livernya mengalami peningkatan 67 persen. Penelitian lainnya juga mendapati bahwa ekstrak akar Scutellariae Baicalensis mampu mematikan sel kanker paru namun tidak pada fibroblast. Kemungkinan aktivitas protein p53 dan Bax yang menimbulkan efek ini. Tanaman ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker limfoma dan mieloma. Wogonoside memiliki efek antikanker pada penderita AML (acute myeloid leukemia). Manfaat antibakterinya efektif mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri Bacillus cereus, Escherichia coli, Listeria monocytogenes, Salmonella anatum dan Staphylococcus aureus.
Sekilas tentang batuk

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.