Cetapain

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik > Cetapain

By | 24/01/2015
ProdusenDarya-Varia
KomposisiParacetamol.
IndikasiNyeri ringan hingga sedang sesudah op; demam, dimana rute pemberian IV secara klinis dibenarkan krn adanya kebutuhan mendesak untuk mengatasi rasa nyeri atau hiperteria &ampul;/atau jika rute pemberianlainnya tidak mungkin atau tidak efektif untuk dilakukan.
DosisDws & remaja dengan BB >50 kg 1 g secara infus IV selama 15 mnt, diberikan hingga 4 x/hari. Dosis maks: 4 g.Dws & remaja dengan BB <50 kg, anak >33 kg 15 mg/kg BB secara infus IV selama 15 mnt, diberikan hingga 4 x/hari. Dosis maks: 60 mg/kg BB. Minimal selang waktu (interval) antar pemberian dosis: 4 jam.
Kontra IndikasiHipersensitivitas. Insufisiensi hati berat, gagal hati atau penyakit hati aktif.
PerhatianInsufisiensi hepatoseluler, insufisiensi ginjal berat (bersihan kreatinin <30 mL/mnt); alkoholisme kronik, malnutrisi (rendahnya cadangan glutation hepatik), dehidrasi. Penggunaan bersama dengan obat lain yang mgd parasetamol. Hamil & laktasi.
Efek Samping yang Mungkin TimbulMual, reaksi hipersensitivitas,, ruam kulit atau urtikaria, kurang enak badan, hipotensi, trombositopenia, leukopenia, neutropenia, peningkatan kadar transaminase  hepatik.
Interaksi ObatProbenesid, salisilamid, preparat yang menginduksi enzim, antikoagulan oral.
Kategori Keamanan Kehamilan C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Cetapain infusion 10 mg/mL
100 mL x 1’s
Sekilas Tentang Obat Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik

Analgesik adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri. Analgesik ada beberapa tipe diantaranya analgesik non opiat (non opioid) yang bisa digunakan tanpa resep dokter dan analgesik opioid yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter karena efek sampingnya lebih besar. Analgesik non opioid contohnya seperti paracetamol (acetamonophen) dan ibuprofen. Sedangkan yang termasuk analgesik opioid contohnya morphine dan oxycodone.

Analgesik non opioid biasanya digunakan untuk meredakan berbagai macam nyeri seperti pada arthritis, migrain, nyeri haid, dan kondisi lainnya berdasarkan tingkat sakit dan nyerinya. Dokter akan menggunakan analgesik opioid jika nyeri yang terjadi berada pada tingkat akut seperti pada pembedahan dan patah tulang. Penggunaan analgesik opioid sangat dibatasi hanya untuk kondisi tertentu karena dapat menimbulkan risiko adiksi dan penyalahgunaan.

Selain dengan pemberian oral dan injeksi, ada juga analgesik yang diterapkan langsung pada kulit dan analgesik ini disebut analgesik topikal. Biasanya analgesik topikal ini digunakan untuk meredakan nyeri otot dan keseleo.

Antipiretik adalah obat yang berfungsi menurunkan demam. Antipiretik akan menurunkan panas demam akibat hipotalamus yang diinduksi oleh prostaglandin. Antipiretik yang banyak digunakan di dunia adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin yang termasuk dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain sebagai antipiretik, obat-obat tadi juga memiliki efek analgesik untuk meredakan nyeri yang menyertainya.