Atrocox

By | Juli 20, 2021 |

ATROCOX®
Meloxicam

Kandungan dan Komposisi Atrocox

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Atrocox adalah:
Tiap tablet ATROCOX®-7,5 mengandung Meloxicam 7,5 mg
Tiap tablet ATROCOX®-15 mengandung Meloxicam 15 mg

CARA KERJA OBAT
ATROCOX® yang mengandung meloxicam adalah obat AINS (anti-infiamasi nonsteroid; NSAID) dari golongan asam enolat. Mekanisme kerja meloxicam sebagai efek antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik adalah dengan menghambat biosintesis prostaglandin yang diketahui berfungsi sebagai mediator peradangan, melalui penghambatan enzim siklooksigenase (COX). Penghambatan meloxicam lebih selektif pada COX-2 daripada COX-1. Penghambatan COX-2 menentukan efek terapi AINS, sedangkan penghambatan COX-1 menunjukkan efek samping pada lambung dan ginjal.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Atrocox

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Atrocox adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Terapi simptomatis jangka pendek osteoartritis eksaserbasi akut
  • Terapi simptomatis jangka panjang artritis reumatoid (poliartritis kronik)

Kontraindikasi Atrocox

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Atrocox dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Ulkus lambung yang aktif
  • Perdarahan gastrointestinalis, perdarahan pembuluh darah otak, atau penyakit perdarahan lainnya
  • Insufisiensi hepar berat
  • Insufisiensi ginjal berat yang tidak didialisis
  • Penderita yang menunjukkan gejala asma, polip di hidung, angio-edema, atau urtikaria bila diberikan asam asatil salisilat atau obat AINS lainnya
  • Hipersensitif terhadap meloxicam atau komponen lain dalam obat ini
  • Anak-anak dan remaja yang umurnya kurang dari 15 tahun
  • Masa kehamilan atau menyusui

ATURAN PAKAI
Artritis reumatoid: 15 mg/hari. Tergantung respons terapeutik, dosis dapat dikurangi hingga 7,5 mg/hari.
Osteoartritis: 7,5 mg/hari. Bila diperlukan, dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg/hari.
Pada penderita yang mempunyai resiko meningkatnya efek sampuling: dosis awal dimulai dari 7,5 mg/hari.
Pada penderita gagal ginjal berat dengan dialisis: dosis tidak boleh melebihi 7,5 mg/hari.
Dosis maksimum meloxicam yang dianjurkan adalah 15 mg/hari.
Karena dosis untuk anak-anak masih memerlukan penelitian lebih lanjut, maka penggunaan meloxicam dibatasi hanya untuk orang dewasa.
Tablet harus diminum dengan air atau cairan lain bersama dengan makanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Atrocox Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Atrocox?

Jika Anda lupa menggunakan Atrocox, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Atrocox Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Atrocox?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Atrocox yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Atrocox

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Atrocox yang mungkin terjadi adalah:

  • Saluran cerna: dispepsia, rasa mual, muntah-muntah, rasa sakit di perut, konstipasi, rasa kembung, diare, bersendawa, esofagitis, ulkus gastroduodenal, perdarahan gastro-intestinal makroskopik, jarang terjadi kolitis
  • Fungsi hati menjadi abnormal untuk sementara waktu dengan peningkatan kadar transaminase dan bilirubin
  • Fungsi ginjal menjadi abnormal dengan peningkatan kadar kreatinin serum dan atau urea serum
  • Pada kulit dan mukosa: pruritus, ruam kulit, stomatitis, urtikaria, jarang terjadi fotosensitisasi
  • Gangguan jumlah sel darah: anemia, leukopenia dan trombositopenia. Bila diberikan bersamasama dengan obat mielotoksik yang poten terutama metotreksat akan menyebabkan terjadinya sitopenia
  • Kardiovaskuler: edema, peningkatan tekanan darah, palpitast, kemerahan mukosa
  • Pernafasan: jarang terjadi timbulnya asma akut setelah pemberian aspirin atau obat-obat AINS lainnya termasuk meloxicam
  • Sistem susunan saraf pusat: kepala terasa ringan, pusing, vertigo, tinitus, perasaan mengantuk

Peringatan Penggunaan Atrocox


Seperti halnya obat-obat AINS lainnya, harus hati-hati dalam mengobati penderita yang pernah mengidap penyakit gastro-intestinal bagian atas dan pada penderita yang sedang diterapi dengan antihemostatik. Pemberian meloxicam harus dihentikan bila terjadi ulkus peptik atau terjadi perdarahan gastro-intestinal. Perhatian khusus harus diberikan pada penderita yang melaporkan terjadinya efek samping mukokutaneus dan dipertimbangkan untuk menghentikan pemberian meloxicam.
Obat-obat AINS menghambat sintesis prostaglandin di ginjal yang sangat berperan dalam menunjang pemeliharaan perfusi ginjal. Pada penderita yang mengalami penurunan aliran darah ke ginjal dan penurunan volume darah, pemberian AINS dapat menyebabkan gagal ginjal yang akan sembuh bila pengobatan dengan AINS dihentikan. Penderita yang mempunyai resiko tinggi untuk reaksi di atas adalah penderita dehidrasi, penderita dengan gagal jantung kongestif, sirosis hati, sindrom nefrotik dan penyakit ginjal, termasuk pula penderita yang mendapat diuretik atau penderita yang baru saja menjalani operasi yang cenderung terjadi hipovolemia. Pada penderita dengan kondisi demikian, volume diuresis dan fungsi ginjal harus dipantau secara hati-hati pada permulaan terapi.
Pada kasus yang jarang, AINS dapat menyebabkan nefritis interstisial, glumerulonefritis, nekrosis medularis ginjal, sindrom nefrotik. Dosis meloxicam tidak boleh melebihi 7,5 mg untuk penderita dengan gagal ginjal stadium terakhir yang dirawat dengan hemodialisis. Tidak diperlukan penurunan dosis pada penderita dengan gangguan ginjal ringan atau sedang (yaitu pada penderita dengan nilai bersihan kreatinin lebih besar dari 25 ml/menit).
Seperti pada kebanyakan obat-obat AINS, telah dilaporkan kadang-kadang terjadi peningkatan transaminase serum atau parameter lain dari fungsi hati. Pada kebanyakan kasus, peningkatan ini hanya sedikit di atas normal dan bersifat sementara. Bila ketidaknormalan ini berbeda nyata dan bertahan lama, maka pemberian meloxicam harus dihentikan dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pada penderita yang lemah, toleransi terhadap efek samping berkurang, oleh karena itu penderita demikian harus diawasi secara hati-hati. Seperti halnya obat-obat AINS lainnya, penggunaan pada orang tua harus dilakukan dengan hati-hati karena pada umumnya mereka menderita gangguan fungsi ginjal, hati atau jantung.
Tidak ada studi khusus mengenai efek penggunaan meloxicam terhadap kemampuan mengemudikan kendaraan dan menjalankan mesin. Tetapi bila terjadi efek samping seperti vertigo dan rasa mengantuk, maka dianjurkan untuk menghentikan aktivitas.

Masa kehamilan dan menyusui
Pernah dilaporkan bahwa kematian pada embrio binatang terjadi pada dosis yang lebih tinggi daripada dosis yang digunakan secara klinis.

Interaksi Obat Atrocox

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Atrocox antara lain:

  • Pemberian bersamaan dengan satu atau lebih AINS dosis tinggi dapat meningkatkan resiko ulkus gastrointestinal dan perdarahan akibat efek sinergis
  • Pemberian bersama ticlopidine (antitrombotik), heparin secara sistemik, trombolitik dapat meningkatkan resiko perdarahan. Bila pemberian bersama obat antihemostatik tidak dapat dihindari, maka harus dimonitor efek antihemostatik
  • Litium: obat-obat AINS dilaporkan dapat meningkatkan kadar litium plasma. Dianjurkan untuk memonitor kadar litium plasma dari awal hingga akhir pengobatan dengan meloxicam
  • Pemberian bersama metotreksat dapat meningkatkan efek toksik metotreksat terhadap sel darah, karena itu dianjurkan untuk memonitor jumlah sel darah
  • Kontrasepsi: menurunkan efektivitas alat K.B. IUD
  • Pada penderita yang dehidrasi, pengobatan dengan AINS dapat menyebabkan insufisiensi ginjal akut
  • Pada penderita yang diberikan meloxicam dan diuretik bersamaan, dianjurkan minum yang banyak dan fungsi ginjalnya dipantau pada permulaan terapi
  • Pemberian bersama obat antihipertensi (misal: beta-blocker, ACE-inhibitor, vasodilator, diuretik), dapat menyebabkan penurunan efek antihipertensi, karena obat AINS akan menghambat prostaglandin yang mempunyai efek vasodilatasi
  • Kolestiramin akan mengikat meloxicam di saluran gastrointestinal sehingga mempercepat proses eliminasi meloxicam
  • Pemberian bersama siklosporin dapat meningkatkan nefrotoksisitas, sehingga fungsi ginjal harus dimonitor terus. Obat-obat AINS dapat meningkatkan nefrotoksisitas melalui efek prostaglandin di ginjal

OVERDosis
Pada kasus kelebihan dosis harus dilakukan tindakan pengurasan lambung dan tindakan penunjang secara umum, karena tidak diketahui antidotnya. Berdasarkan studi klinis diketahui bahwa kotestiramin mempercepat eliminasi meloxicam. Kerusakan pada gastrointestinal yang berat dapat diobati dengan antasida dan antagonis reseptor-H2.

Izin, Kemasan & Sediaan Atrocox

ATROCOX®-7,5

Kotak, 2 [email protected] 10 tablet No. Reg. DKL 1128205710A1

ATROCOX®-15

Kotak, 2 [email protected] 10 tablet No. Reg. DKL 1128205710B1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Simpan di tempat sejuk (15-25°C) dan kering.
Batas kadaluwarsa 3 tahun.

Diproduksi oleh:
PT LAPI LABORATORIES
Serang – Indonesia

untuk:
PT SIMEX PHARMACEUTICAL INDONESIA
Sukabumi – Indonesia

Sekilas Tentang Simex Pharmaceutical
PT Simex Pharmaceutical Indonesia adalah perusahaan farmasi yang didirikan oleh Bapak Suhardi pada tahun 2002. Nama Simex merupakan singkatan dari "Sukses Import Export". Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB dari BPOM dan telah dijalankan sehingga kendali atas kualitas produk dapat terjamin. PT Simex Pharmaceutical Indonesia mulai memasarkan produknya pada 2003. Produk obat yang diproduksi terdiri dari beberapa kategori seperti analgesik, antijamur, imunomodulator, obat-obatan sistem saraf, antiansietas, sistem pernapasan, antibakteri, antigout, dan sebagainya dengan berbagai bentuk sediaan seperti tablet, kapsul, sirup, dan lain-lain. Selain obat generik, PT Simex Pharmaceutical Indonesia juga memproduksi produk OTC yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Beberapa produk yang terkenal dari perusahaan ini antara lain Goodlife dan variannya, Vipro-G, Asta Plus, Biocal-95, Pantomex, Rebamac, Simdrol, dan Simprofen.

Untuk memasarkan produknya, PT Simex Pharmaceutical Indonesia mempercayakan pada PT Kalista Prima, PT Millenium Pharmacon International, PT Penta Valent, dan perusahaan distributor lainnya sehingga saat ini produknya sudah dapat dijumpai di seluruh wilayah Indonesia. Pabrik PT Simex Pharmaceutical Indonesia berada di Sukabumi, Jawa Barat di area seluas 1,2 hektar.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *