Aprepitant

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antiemetik > Aprepitant

By | 11/07/2019

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Aprepitant adalah obat yang digunakan dalam terapi pencegahan mual dan muntah pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi kanker. Aprepitant akan mengurangi mual dan muntah yang disebabkan oleh efek dari obat-obatan kemoterapi termasuk cisplatin. Selain itu juga digunakan untuk mencegah mual dan muntah pada pasien pasca operasi. Biasanya aprepitant digunakan dalam bentuk kombinasi bersama obat antiemetik lainnya seperti ondansetron.

Farmakologi

Aprepitant mencegah muntah dengan cara menghambat substansi reseptor P/neurokinin 1 (NK1) yang merupakan suatu reseptor yang ada pada sistem saraf periferal. Reseptor ini memiliki substansi P (SP) yang berupa neuropeptida terdisi dari 11 asam amino yang mengirimkan impuls dan pesan dari otak. Saat diaktivasi, neuropeptida tadi menjadi tinggi konsentrasinya di pusat muntah di dalam otak sehingga menyebabkan refleks muntah. Sehingga dengan dihambatnya reseptor P/neurokinin 1 (NK1) tadi, akan dapat mencegah munculnya refleks muntah.

Farmakokinetik

  • Penyerapan: diserap pada saluran gastrointestinal. Bioavailabilitas: sekira 60%. Waktu puncak konsentrasi plasma: sekira 4 jam;
  • Distribusi: melintasi pembatas darah-otak. Volume distribusi: sekira 70 L. Pengikatan protein plasma: > 95%;
  • Metabolisme: menjalani metabolisme luas di dalam hati terutama melalui oksidasi oleh isoenzim CYP3A4; isoenzim CYP1A2 dan CYP2C19 memediasi jalur metabolisme minor;
  • Ekskresi: melalu urin dan feses. Waktu paruh eliminasi terminal: sekira 9-13 jam.

Kontra Indikasi

Aprepitant dikontraindiaksikan pemberiannya pada pasien dengan kondisi berikut ini:

  • Pasien memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap aprepitant dan pada komponen lainnya yang ada di dalamnya;
  • Pasien yang menggunakan pimozide, astemizole, cisapride, terfenadine atau substrat CYP3A4 lainnya.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi sebagai akibat dari penggunaan aprepitant antara lain:

Rejimen aprepitant (kombinasi dengan ondansentron dan dexamethasone):

  • Umum: fatigue, diare, asthenia, dispepsia, nyeri abdomen, bersin, penurunan jumlah sel darah putih, dehidrasi, peningkatan alanine aminotransferase;
  • Kurang umum:
    • Infeksi: kandidiasis oral, faringitis;
    • Darah dan limfatik: anemia, neutropenia febrile, neutropenia, trombositopenia;
    • Metabolisme dan nutrisi: penurunan nafsu makan, hipokalemia;
    • Gangguan psikis: ansietas;
    • Sistem saraf: pusing, neuropati periferal;
    • Gangguan jantung: palpitasi;
    • Gangguan pembuluh darah: flushing dan hot flush;
    • Gangguan pernapasan, thorax, dan mediastinal: batuk, dyspnea, nyeri orofaringeal;
    • Gangguan gastrointestinal: mulut kering, eruktasi, perut kembung, gastritis, penyakit refluks gastroesofageal, mual, muntah;
    • Kulit dan jaringan subkutan: alopesia, hiperhidrosis, ruam;
    • Muskuloskeletal dan jaringan konektif: nyeri muskuloskeletal;
    • Lainnya: edema periferal, malaise.

Peringatan dan Perhatian

  • Beritahu pada dokter bila pasien memiliki alergi terhadap aprepitant, fosaprepitant, dan pada kandungan lainnya yang ada di dalamnya:
  • Beritahu dokter mengenai obat-obatan yang saat ini sedang digunakan oleh pasien;
  • Beritahu dokter mengenai riwayat kesehatan pasien;
  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati moderat hingga parah;
  • Penggunaan pada wanita hamil hanya jika jelas dibutuhkan dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya;
  • Aprepitant masuk menembus ke dalam ASI. Wanita menyusui sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebeleum memulai terapi dengan obat ini.

Overdosis

Overdosis aprepitant ditandai dengan gejala mengantuk dan sakit kepala. Aprepitant tidak bisa dihilangkan melalui hemodialisa.

Interaksi Obat

  • Penggunaan bersama dengan substrat CYP3A4 akan dapat meningkatkan konsentrasi plasma obat yang dibesikan bersamaan. Penggunaan pimozide dikontraindikasikan sebab secara signifikan dapat meningkatkan konsentrasi plasma pimozide, berpotensi memeprpanjang interval QT;
  • Penggunaan obat inhbitor CYP3A4 moderat hingga kuat (ketoconazole, diltiazem) dapat meningkatkan konsentrasi plasma aprepitant dan menyebabkan peningkatan risiko efek samping aprepitant;
  • Penggunaan bersamaan dengan inducer CYP3A4 (rifampin) akan menyebabkan penurunan konsentrasi plasma aprepitant dan menurunkan efikasinya;
  • Penggunaan bersama dengan warfarin dapat menyebabkan penurunan INR (international Normalized ration) waktu protrombin. Lakukan pemantauan INR pada pasien yang menjalani terapi dengan warfarin dalam 2 minggu, terutama 7 hingga 10 hari, mengikuti inisiasi 3 hari regimen aprepitant dengan setiap siklus kemoterapi atau mengikuti pemberian dosis tunggal aprepitant 40 mg untuk pencegahan mual dan muntah pasca operasi;
  • Efikasi kontrasepsi hormonal berkurang dengan pemberian aprepitant. Pasien disarankan menggunakan metode kontrasepsi lainnya;
  • Dapat meningkatkan level serum tolvaptan.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori B: Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trimester 1 (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya).

Dosis dan Aturan Pakai

Pencegahan mual dan muntah yang  disebabkan kemoterapi

Dewasa:

Kemoterapi emetogenik tinggi: oral: 125 mg 1 jam sebelum kemoterapi pada hari 1 diikuti dengan 80 mg sekali sehari pada hari 2 dan 3, pada kombinasi dengan antiemetik antagonis 5-HT3 pada hari 1 dan dexamethasone pada hari 1-4.

Kemoterapi emetogenik moderat: oral: 125 mg 1 jam sebelum kemoterapi pada hari 1, diikuti dengan 80 mg sekali sehari pada hari 2 dan 3, pada kombinasi dengan antiemetik antagonis 5-HT3 dan dexamethasone pada hari 1.

Pencegahan mual dan muntah pasca operasi

Dewasa: 40 mg dalam 3 jam sebelum induksi anestesi.

Sediaan dan Rute Pemberian

  • Kapsul 40 mg, oral;
  • Kapsul 80 mg, oral;
  • Kapsul 125 mg, oral;
  • Kapsul 165 mg, oral;
  • Injeksi, emulsi 130 mg/18 ml, intravena.

Cara Penyimpanan

Kapsul: simpan pada suhu antara 20°-25°C.

Suspensi oral: kemasan belum dibuka (simpan pada wadah tertutup pada suhu atara 20°-25°C_. Kemasan telah dibuka, tidak segera digunakan (simpan di lemari pendingin pada suhu 2°-8°C maksimal hingga 72 jam. Kemasan dibuka, segera digunakan (simpan pada suhu 20°-25°C, maksimal 3 jam).

Nama Brand

Emend

Sekilas Tentang Obat Antiemetik

Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:


    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    1. Dolasetron

    2. Granisetron

    3. Ondansetron

    4. Tropisetron

    5. Palonosetron


    ----------------------
    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    1. Domperidone

    2. Olanzapine

    3. Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    4. Alizapride

    5. Prochlorperazine

    6. Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)


    ----------------------
    Antagonis reseptor NK1

    1. Aprepitant

    2. Casopitan

    3. Rolapitant


    ----------------------
    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.