Apraclonidine

Farmasi-id.com > Mata > Preparat Antiglaukoma > Apraclonidine

By | 10/07/2019

Apraclonidine hydrochloride

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Apraclonidine adalah obat yang digunakan dalam terapi pencegahan tekanan tinggi pada mata yang dapat terjadi selama dan setelah dilakukan prosedur bedah laser. Selain itu ia juga digunakan dalam terapi penunjang jangka pendek glaukoma kronik. Dengan menurunnya tekanan pada mata maka akan membantu mencegah penurunan kemampuan penglihatan sekaligus mencegah kehilangan penglihatan.

Farmakologi

Apraclonidine merupakan suatu alpha adrenergic agonist yang tidak memiliki efek anestesi lokal (penstabil membran) secara signifikan. Apraclonidine bekerja dengan menurunkan jumlah cairan di dalam mata sehingga menurunkan tekanan intraokular untuk mencegah kerusakan saraf mata dan kehilangan penglihatan.

  • Onset: 1 jam, maksimum penurunan tekanan intraokular biasa terjadi dalam 3 hingga 5 jam setelah pemberian dosis tunggal
  • Durasi: ≥ 12 jam;
  • Penyerapan: penyerapan sistemik rendah;
  • Distribusi: melintasi pembatas okular-darah;
  • Ekskresi: waktu paruh eliminasi: 8 jam (sebagai 0,5% solusi).

Kontra Indikasi

Apraclonidine dikontraidikasikan pemberiannya pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Pasien yang memiliki alergi atau hipersensitif terhadap apraclonidine dan pada kandungan tidak aktif lainnya yang ada di dalamnya;
  • Pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular parah atau tidak stabil dan tak terkontrol termasuk hipertensi arteri tak terkontrol;
  • Pasien yang sedang menggunakan obat penghambat MAO.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan apraclonidine antara lain:

  • Pasien bedah laser: injeksi okular, elevasi kelopak mata atas, detak jantung tidak teratur, pernafasan tersumbat, inflamasi okular, konjungtiva, midriasis.
  • Okular: terjadinya konjungtiva blanching, elevasi kelopak mata atas, midriasis, ketidaknyamanan, mata kering, mata gatal, hipotoni, penglihatan buram atau redup, reaksi alergi, konjungtiva blanching, perdarahan mikro.
  • Gastrointestinal: nyeri abdomen, diare, ketidaknyamanan pada perut, emesis.
  • Kardiovaskular: bradikardia, serangan vasovagal, palpitasi, episode ortostatik.
  • Sistem saraf pusat: insomnia, gangguan mimpi, iritabilitas, penurunan libido.
  • Lainnya: ketidaknormalan fungsi lidah, mulut kering, sakit kepala, nyeri dada, muncul keringat berlebih pada telapak tangan, tubuh terasa panas, sesak napas, peningkatan sekresi faring, fatigue, paresthesia, pruritus yang tidak berhubungan dengan ruam.
  • Serius: pingsan, perubahan mood atau mental (seperti depresi), detak jantung melambat atau tidak teratur.

Jika efek samping di atas terjadi dan semakin memburuk, segera hubungi dokter.

Peringatan dan Perhatian

  • Sebelum menggunakan apraclonidine beritahu dokter bila pasien memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap apraclonidine dan pada kandungan non aktif yang terdapat di dalamnya;
  • Beritahu dokter mengenai riwayat kesehatan pasien terkhusus bila pasien pernah menderita penyakit pembuluh darah (seperti penyakit serebrovaskular, penyakit Raynaud), tekanan darah tinggi, masalah jantung (serangan jantung), penyakit ginjal, gangguan mental (depresi), pingsan setelah tekanan mental (serangan vasovagal);
  • Apraclonidine dapat menyebabkan penglihatan buram dan kemungkinan menyebabkan pusing dan mengantuk. Pasien dilarang mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin selama menggunakan obat ini;
  • Tidak diketahui keamanannya untuk digunakan oleh wanita hamil dan menyusui. Konsultasikan lebih dahulu pada dokter sebelum memulai terapi dengan apraclonidine;
  • Apraclonidine dapat menyebabkan penurunan intraokular. Pasien yang mengalami pengurangan tekanan intraokular terlalu berlebihan harus dilakukan pemantauan terus-menerus;
  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan insufisiensi koroner, infark miokard, penyakit serebrovaskular, gangguan ginjal parah, penyakit Raynaud;
  • Tidak diketahui tingkat keamanannya untuk digunakan oleh pasien pediatrik;
  • Tidak ditemukan perbedaan keamanan dan efikasinya bila digunakan oleh pasien lanjut usia.

Interaksi Obat

  • Menggunakan apraclonidine dengan penghambat MAO (isocarboxazid, linezolid, methylene blue, moclobemide, phenelzine, procarbazine, rasagiline, safinamide, selegiline, tranylcypromine) secara bersamaan dapat menyebabkan efek serius dan fatal. Obat penghambat MAO tidak boleh digunakan dalam 2 minggu sebelum memulai terapi dengan apraclonidine;
  • Jangan gunakan apraclonidine bersamaan dengan beta-blocker (atenolol, metoprolol), obat tekanan darah tinggi, antidepresan trisiklik (amitriptyline, nortriptyline) sebab dapat menyebabkan penurunan denyut jantung dan tekanan darah;
  • Penggunaan bersamaan dengan topikal simpatomimetik dapat menyebabkan tekanan sistemik.

Overdosis

Overdosis apraclonidine ditandai dengan gejala bradikardia, mengantuk, hipotermia. Lakukan perawatan suportif dan terapi gejala.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai

Terapi pencegahan peningkatan tekanan intraokular pasca bedah laser

Dewasa: sebagai solusi 1%: 1 tetes pada mata yang akan dioperasi 1 jam sebelum bedah laser dan 1 tetes pada mata yang sama segera setelah selesai menjalani bedah laser.

Terapi tambahan jangka pendek glaukoma kronik

Dewasa: sebagai solusi 1%: 1-2 tetes pada mata yang terdampak 3 kali sehari. Lakukan observasi dalam interval 5 menit antara terapi glaukoma okular lainnya (untuk mencegah penghilangan dosis sebelumnya). Durasi terapi maksimal: 1 bulan.

Sediaan dan Rute Pemberian

  • Solusi/drop 5,75 mg/1 ml, opthalmic;
  • Solusi/drop 10 mg/1 ml, opthalmic;
  • Solusi 5 mg/1 ml, opthalmic;
  • Solusi 1%, opthalmic;
  • Solusi 0,5%, opthalmic.

Cara Penyimpanan

  • Simpan pada suhu antara 2°-25ºC, terlindung dari cahaya dan pembekuan;
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan.

Nama Brand

Iopidine

Sekilas tentang obat antiglaukoma

Obat antiglaukoma bekerja pada sistem cairan akuos untuk menurunkan tekanan intraokuIar melalui tiga mekanisme utama, yaitu:



  • Menurunkan produksi akuos di badan siliar

  • Meningkatkan aliran keluar cairan akuos melalui anyaman trabekula, dan

  • Meningkatkan aliran keluar cairan akuos melalui jalur uveosklera.


Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.


Penyebab utama glaukoma adalah meningkatnya tekanan bola mata di atas 20mmHg, penyebab lainnya adalah hipertensi dan diabetes mellitus. Walaupun jarang dapat juga disebabkan emosi yang tidak stabil, migrain, penyempitan pembuluh darah dan lain-lain. Tekanan bola mata di atas normal yang terus menerus akan merusak saraf penglihatan, tetapi seringkali tidak disadari oleh pasien, karena kerusakannya sedikit demi sedikit, oleh karenanya perlu pemeriksaan mata, jika telah berusia 40 tahun ke atas. Tekanan bola mata yang di atas normal pada tahap awal akan diberikan obat tetes mata untuk menurunkan tekanan bola mata menjadi normal.


Jenis glaukoma yang paling umum adalah glaukoma sudut terbuka. Jenis utama lainnya adalah glaukoma sudut tertutup. Glaukoma sudut terbuka adalah bentuk glaukoma yang biasanya berkembang sangat lambat karena saluran drainase mata secara bertahap menjadi tersumbat. Tidak ada tanda-tanda peringatan dini untuk glaukoma sudut terbuka, sehingga sering disebut “pencuri yang diam-diam mengambil penglihatan”. Glaukoma sudut tertutup adalah jenis glaukoma yang disebabkan oleh kenaikan tekanan mata mendadak dan berat. Hal ini terjadi ketika pupil membesar terlalu banyak atau terlalu cepat, dan tepi luar dari iris menyumbat kanal drainase mata. Glaukoma ini dapat akut atau kronis.