Amobarbital

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Antikonvulsan > Amobarbital

By | 18/05/2019

Nama Lain

Amytal sodium, Amylobarbitone

Indikasi

Amobarbital merupakan obat yang digunakan dalam terapi hipnotik dan untuk perawatan insomnia jangka pendek.

Farmakologi

Amobarbital menekan cortek sensoris dengan menginterfensi transmisi impuls dari thalamus. Ini akan menghaislkan penurunan aktivitas motorik perubahan fungsi serebelar, menyebabkan kantuk, sedasi, dan hipnosis.

Farmakokinetik:

  • Penyerapan: onset dalam 5 menit
  • Metabolisme: utamanya dalam hati melalui enzim mikrosomal.
  • Eliminasi: waktu paruh 15-40 jam pad aorang dewasa (rata-rata 25 jam)
  • Diekresikan melalui feses dan urin.

Kontra Indikasi

Penggunaan amobarbital dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif, pasien dengan riwayat porfiria manifes atau laten, pasien dengan kerusakan fungsi hati yang parah, pasien yang memiliki penyakit pernapasan dispnea atau obstruksi.

Perhatian

  • Penggunaan amobarbital dapat menimbulkan toleransi dan ketergantungan psikologis;
  • Diperlukan perhatian khusus pada pasien dengan depresi mental, pemikiran ingin bunuh diri atau riwayat penyalahgunaan narkoba;
  • Pasien yang memiliki gangguan atau kerusakan fungsi hati;
  • Pemberian amlobarbital dapat menimbulkan depresi pernapasan, apnea, laringospasme, atau vasodilatasi dengan penurunan tekanan darah;
  • Larutan parenteral barbiturat merupakan larutan yang sangat basa, perawatan ahrus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari ekstravasasi perivaskular atau injeksi intra arteri;
  • Amobarbital dapat mengurangi efek sistemik dari kortikosteroid eksogen dan endogen. Berikan secara hati-hati;
  • Pemberian amobarbital kemungkinan dapat menimbulkan gangguan kemampuan mental dan atau fisik yang mempengaruhi kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin atau menjalan tugas-tugas berisiko lainnya;
  • Pemberian barbiturat dengan depresan sistem saraf pusat seperti alkohol, narkotik, obat penenang, antihistamin dan lain-lain dapat mengakibatkan peningkatan efek depresan SSP;
  • Injeksi ekstravaskular dapat menyebabkan kerusakan jaringan lokal dengan nekrosis selanjutnya; konsekuensinya dapat berupa nyeri sementara hingga ganggren anggota gerak.

Efek Samping

Amobarbital kemungkinan dapat menimbulkan risiko efek samping berikut ini:

  • Bradikardia, sinkop, hipotensi; apnea, atelektasis (pasca operasi), hipoventilasi; agitasi, kecemasan, ataksia, kebingungan, depresi SSP, pusing, demam, halusinasi, sakit kepala, insomnia, mimpi buruk, gugup, gangguan kejiwaan, mengantuk, berpikir abnormal; hiperkinesia; mual, muntah, sembelit; kerusakan hati; anemia megaloblastik (mengikuti penggunaan fenobarbital kronis); angioedema, ruam; reaksi situs injeksi;
  • Berpotensi Fatal: Erythema multiforme dan dermatitis eksfoliatif.

Interaksi Obat

  • Kemungkinan menurunkan level plasma antikoagulan oral ( seperti warfarin, dicoumarol; acenocoumarol, phenprocoumon), kortikosteroid, griseofulvin, doxycycline, Na valproate, dan valproic acid;
  • Pantau level darah saat diberikan dengan phenytoin;
  • Kemungkinan meningkatkan efek depresan CNS dengan antihistamin, sedatif/hipnotik, dan obat penenang;
  • Kemungkinan efek diperpanjang dengan pemberian obat MAOI;
  • Kemungkian menurunkan efek estradiol, progesterone, estrone, dan hormon steroid lainnya.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius yang tidak efektif atau tidak mungkin diatasi dengan obat yang lebih aman).

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Menyusui

Amobarbital dalam jumlah kecil diekresikan dalam ASI, konsultasikan dengan dokter.

Dosis

Dewasa:

PO Insomnia berat yang sulit diatasi:

100-200 mg pada waktu tidur. Sebagai amobarbital Na: 60-200 mg pada waktu tidur.

Sedasi

IM / IV Sebagai amobarbital Na: 30-50 mg melalui injeksi IM (tidak boleh lebih dari 5 mL di satu lokasi) atau injeksi IV (tidak boleh lebih dari 50 mg / menit) diberikan 2-3 kali sehari. Maks: 1.000 mg sebagai dosis tunggal.

Hipnotik

65-200 mg melalui injeksi IM (tidak boleh lebih dari 5 mL pada satu lokasi) atau injeksi IV (tidak boleh melebihi 50 mg / menit) pada waktu tidur. Maks: 1.000 mg sebagai dosis tunggal.

Rute Pemberian

IV: pemberian injeksi IV lambat, pantau kondisi pasien selama pemberian meliputi tekanan darah, respirasi, fungsi jantung harus terpelihara. Tanda vital harus direkam dan peralatan untuk resusitasi dan ventilasi buatan harus tersedia. Tingkat injeksi IV untuk orang dewasa tidak boleh melebihi 50 mg/menit untuk mencegah tidur atau depresi pernapasan mendadak. Dosis akhir ditentukan oleh reaksi pasien terhadap pemberian obat.

IM: Injeksi IM harus dibuat dalam otot besar. Dosis IM rata-rata berkisar antara 65 mg-500 mg; volume 5 ml (terlepas dari konsentrasi) harus tidak boleh melebihi pada satu site karena kemungkinan menimbulkan iritasi jaringan. Larutan 20% dapat digunakan sehingga volume kecil dapat mengandung dosis besar; lakukan pemantauan tanda vital setelah dosis injeksi IM hipnosis. IM superfisial atau injeksi subkutan dapat menimbulkan rasa nyeri dan dapat menyebabkan abses.

Sediaan

Serbuk injeksi

Penyimpanan

Simpan pada suhu 15°-30°C.

Sekilas Tentang Antikonvulsan
Antikonvulsan merupakan obat yang berfungsi mencegah, mengurangi, mengatasi serangan kejang.
Sekilas Tentang Obat Hipnotik dan Sedativa

Obat hipnotik dan sedativa adalah obat atau zat yang digunakan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan, serta menginduksi ketenangan (efek sedatif) atau untuk menginduksi tidur (efek hipnotis). Sebagian besar obat-obatan tersebut memberikan efek menenangkan atau menenangkan pada dosis rendah dan efek merangsang tidur dalam dosis yang lebih besar.

Obat hipnotik dan sedativa cenderung menekan sistem saraf pusat. Karakteristik khusus dari obat penenang-hipnotik adalah kemampuan selektif mereka untuk mencapai efeknya tanpa mempengaruhi suasana hati atau mengurangi sensitivitas terhadap rasa sakit. Hal ini yang membedakan mereka dengan kelas obat opiat atau opioid.