Amobarbital

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Antikonvulsan > Amobarbital

Nama Lain

Amytal sodium, Amylobarbitone

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Amobarbital

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Amobarbital adalah suatu produk kesehatan yang berguna untuk mengatasi:

Amobarbital merupakan obat yang digunakan dalam terapi hipnotik dan untuk perawatan insomnia jangka pendek.

Farmakologi Amobarbital

Amobarbital menekan cortek sensoris dengan menginterfensi transmisi impuls dari thalamus. Ini akan menghaislkan penurunan aktivitas motorik perubahan fungsi serebelar, menyebabkan kantuk, sedasi, dan hipnosis.

Farmakokinetik:

  • Penyerapan: onset dalam 5 menit
  • Metabolisme: utamanya dalam hati melalui enzim mikrosomal
  • Eliminasi: waktu paruh 15-40 jam pad aorang dewasa (rata-rata 25 jam)
  • Diekresikan melalui feses dan urin

Kontraindikasi Amobarbital

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Amobarbital dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Penggunaan amobarbital dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif, pasien dengan riwayat porfiria manifes atau laten, pasien dengan kerusakan fungsi hati yang parah, pasien yang memiliki penyakit pernapasan dispnea atau obstruksi.

Perhatian Penggunaan Amobarbital

  • Penggunaan amobarbital dapat menimbulkan toleransi dan ketergantungan psikologis
  • Diperlukan perhatian khusus pada pasien dengan depresi mental, pemikiran ingin bunuh diri atau riwayat penyalahgunaan narkoba
  • Pasien yang memiliki gangguan atau kerusakan fungsi hati
  • Pemberian amlobarbital dapat menimbulkan depresi pernapasan, apnea, laringospasme, atau vasodilatasi dengan penurunan tekanan darah
  • Larutan parenteral barbiturat merupakan larutan yang sangat basa, perawatan ahrus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari ekstravasasi perivaskular atau injeksi intra arteri
  • Amobarbital dapat mengurangi efek sistemik dari kortikosteroid eksogen dan endogen. Berikan secara hati-hati
  • Pemberian amobarbital kemungkinan dapat menimbulkan gangguan kemampuan mental dan atau fisik yang mempengaruhi kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin atau menjalan tugas-tugas berisiko lainnya
  • Pemberian barbiturat dengan depresan sistem saraf pusat seperti alkohol, narkotik, obat penenang, antihistamin dan lain-lain dapat mengakibatkan peningkatan efek depresan SSP
  • Injeksi ekstravaskular dapat menyebabkan kerusakan jaringan lokal dengan nekrosis selanjutnya; konsekuensinya dapat berupa nyeri sementara hingga ganggren anggota gerak

Efek Samping Amobarbital

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Amobarbital yang mungkin terjadi adalah:

Amobarbital kemungkinan dapat menimbulkan risiko efek samping berikut ini:

  • Bradikardia, sinkop, hipotensi; apnea, atelektasis (pasca operasi), hipoventilasi; agitasi, kecemasan, ataksia, kebingungan, depresi SSP, pusing, demam, halusinasi, sakit kepala, insomnia, mimpi buruk, gugup, gangguan kejiwaan, mengantuk, berpikir abnormal; hiperkinesia; mual, muntah, sembelit; kerusakan hati; anemia megaloblastik (mengikuti penggunaan fenobarbital kronis); angioedema, ruam; reaksi situs injeksi
  • Berpotensi Fatal: Erythema multiforme dan dermatitis eksfoliatif

Interaksi Obat Amobarbital

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Amobarbital antara lain:

  • Kemungkinan menurunkan level plasma antikoagulan oral ( seperti warfarin, dicoumarol; acenocoumarol, phenprocoumon), kortikosteroid, griseofulvin, doxycycline, Na valproate, dan valproic acid
  • Pantau level darah saat diberikan dengan phenytoin
  • Kemungkinan meningkatkan efek depresan CNS dengan antihistamin, sedatif/hipnotik, dan obat penenang
  • Kemungkinan efek diperpanjang dengan pemberian obat MAOI
  • Kemungkian menurunkan efek estradiol, progesterone, estrone, dan hormon steroid lainnya

Kategori Keamanan Penggunaan Amobarbital Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Amobarbital untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius yang tidak efektif atau tidak mungkin diatasi dengan obat yang lebih aman).

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Menyusui

Amobarbital dalam jumlah kecil diekresikan dalam ASI, konsultasikan dengan dokter.

Sekilas Tentang Obat Antikonvulsan
Antikonvulsan merupakan obat yang berfungsi mencegah, mengurangi, mengatasi serangan kejang.
Sekilas Tentang Obat Hipnotik dan Sedativa
Obat hipnotik dan sedativa adalah obat atau zat yang digunakan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan, serta menginduksi ketenangan (efek sedatif) atau untuk menginduksi tidur (efek hipnotis). Sebagian besar obat-obatan tersebut memberikan efek menenangkan atau menenangkan pada dosis rendah dan efek merangsang tidur dalam dosis yang lebih besar.

Obat hipnotik dan sedativa cenderung menekan sistem saraf pusat. Karakteristik khusus dari obat penenang-hipnotik adalah kemampuan selektif mereka untuk mencapai efeknya tanpa mempengaruhi suasana hati atau mengurangi sensitivitas terhadap rasa sakit. Hal ini yang membedakan mereka dengan kelas obat opiat atau opioid.

Dosis dan Aturan Pakai Amobarbital

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Amobarbital:

Dewasa:

PO Insomnia berat yang sulit diatasi:

100-200 mg pada waktu tidur. Sebagai amobarbital Na: 60-200 mg pada waktu tidur.

Sedasi

IM / IV Sebagai amobarbital Na: 30-50 mg melalui injeksi IM (tidak boleh lebih dari 5 mL di satu lokasi) atau injeksi IV (tidak boleh lebih dari 50 mg / menit) diberikan 2-3 kali sehari. Maks: 1.000 mg sebagai dosis tunggal.

Hipnotik

65-200 mg melalui injeksi IM (tidak boleh lebih dari 5 mL pada satu lokasi) atau injeksi IV (tidak boleh melebihi 50 mg / menit) pada waktu tidur. Maks: 1.000 mg sebagai dosis tunggal.

Rute Pemberian

IV: pemberian injeksi IV lambat, pantau kondisi pasien selama pemberian meliputi tekanan darah, respirasi, fungsi jantung harus terpelihara. Tanda vital harus direkam dan peralatan untuk resusitasi dan ventilasi buatan harus tersedia. Tingkat injeksi IV untuk orang dewasa tidak boleh melebihi 50 mg/menit untuk mencegah tidur atau depresi pernapasan mendadak. Dosis akhir ditentukan oleh reaksi pasien terhadap pemberian obat.

IM: Injeksi IM harus dibuat dalam otot besar. Dosis IM rata-rata berkisar antara 65 mg-500 mg; volume 5 ml (terlepas dari konsentrasi) harus tidak boleh melebihi pada satu site karena kemungkinan menimbulkan iritasi jaringan. Larutan 20% dapat digunakan sehingga volume kecil dapat mengandung dosis besar; lakukan pemantauan tanda vital setelah dosis injeksi IM hipnosis. IM superfisial atau injeksi subkutan dapat menimbulkan rasa nyeri dan dapat menyebabkan abses.

Sediaan

Serbuk injeksi

Cara Penyimpanan Amobarbital

Simpan pada suhu 15°-30°C.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Amobarbital Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Amobarbital, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Amobarbital?

Jika Anda lupa menggunakan Amobarbital, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Amobarbital Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Amobarbital?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Amobarbital yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 18 Mei). Amobarbital. Diakses pada 11 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/amobarbital/


Format MLA (Modern Language Association)

"Amobarbital". Farmasi-id.com. 18 Mei 2019. 11 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/amobarbital/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Amobarbital", 18 Mei 2019, <https://www.farmasi-id.com/amobarbital/> [Diakses pada 11 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *