Ammonium Chloride

Farmasi-id.com > Larutan Intravena & Larutan Steril Lain > Ammonium Chloride

By | 20/06/2019

Kandungan dan Komposisi Ammonium Chloride

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Ammonium chloride merupakan suatu zat yang digunakan untuk terapi perawatan pasien dengan hipokloremik dan metabolik alkalosis.

Farmakologi

Ammonium chloride adalah suatu zat pengganti elektrolit dan pengasam sistemik. Ammonium chloride berperan penting untuk memelihara kesimbangan asam basa dalam tubuh. Ammonium chloride meningkatkan keasaman dengan meningkatkan konsentrasi ion hidrrogen. Efek terapeutiknya bergantung pada kemampuan ginjal untuk menggunakan amonia dalam eksresi kelebihan anion dan konversi amonia menjadi urea oleh hati, dengan begitu akan membebaskan ion hydrogen dan chloride menuju cairan ekstraseluler.

Farmakokinetik

  • Penyerapan: diserap dari saluran gastrointestinal setelah pemberian secara oral;
  • Metabolisme: dimetabolisme di dalam hati ke dalam bentuk urea dan hydrochloric acid;
  • Eksresi: diekskresikan melalui urin.

Kontra Indikasi

Ammonium chloride dikontraindikasikan penggunaannya pada pasien dengan gangguan ginjal parah atau gangguan hati. Ammonium chloride tidak boleh diberikan saat alkalosis metabolik yang disebabkan muntah asam hidroklorida bersamaan dengan hilangnya natrium atau sodium (eksresi sodium bikarbonat dalam urin).

Efek Samping

  • Pemberian ammonium chloride secara cepat kemungkinan akan disertai dengan nyeri atau iritasi pada lokasi injeksi atau sepanjang rute vena;
  • Reaksi yang mungkin dapat terjadi akibat larutan atau teknik pemberian termasuk respon demam, infeksi pada lokasi injeksi, trombosis vena, atau flebitis yang meluas dari tempat injeksi, ekstravasasi, dan hipervolemia (dari pengencer bervolume besar).

Jika terjadi efek yang merugikan, hentikan pemberian infus dan evaluasi kondisi pasien serta lakukan tindakan terapeutik yang sesuai dan diperlukan. Cairan dapat disimpan untuk diperiksa jika perlu.

Peringatan dan Perhatian

  • Pasien yang menerima ammonium chloride harus diobservasi secara berkelanjutan mengenai gejala toksisitas ammonia (kepucatan, berkeringat, muntah, pernapasan tidak teratur, bradikardia, aritmia jantung, kedutan lokal dan general, kejang tonik, dan koma);
  • Pemberian pada pasien dengan kadar total CO2 tinggi harus berhati-hati;
  • Pemberian secara intravena harus dilakukan perlahan untuk mencegah iritasi lokal dan efek toksik;
  • Saat berada pada lokasi dengan suhu rendah, konsentrasi larutan ammonium chlorida dapat terkristralisasi. Jika terjadi, vial harus dihangatkan pada suhu ruangan dalam wadah air sebelum digunakan;
  • Jangan diberikan kecuali larutan jelas, tidak rusak, dan segel kemasan utuh.

Overdosis

Gejala overdosis ammonium chloride meliputi asidosis metabolik, disorientasi, kebingungan, dan koma. Jika terjadi asidosis metabolik setelah overdosis maka pemberian larutan alkali seperti sodium bikarbonat atau sodium laktat bisa dipertimbangkan untuk menanganinya.

Parameter Pemantauan

  • Lakukan pemantauan kadar serum bikarbonat dan karbon dioksida dan kombinasinya pada darah;
  • Lakukan pemantauan tanda dan gejala toksisitas amonia.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan risiko efek samping jika digunakan dengan diuretik K-sparing;
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum chlorpropamide dan salicylate;
  • Dapat menurnkan konsentrasi serum amantadine, amphetamine, mecamylamine dan agonis alfa/beta.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai

Dosis bersifat individual.

Sediaan

  • Liquid (intravena);
  • Liquid (oral);
  • Tablet (oral);
  • Injection, solution, concentrate (intravena);
  • Syrup (oral).

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20°-25°C.

Nama Brand

Acidax

Digunakan dengan kandungan kombinasi:

Defadryl Expectorant, Alphadryl, Inadryl, Donexan, Camidryl, OBH Dryl, Fenidryl, Koffex For Children, Poncodryl, Ikadryl, Dextrosin, Benadryl Cough Medicine, Nichodryl, Eksedryl Expectorant, Pyridryl.

Sekilas Tentang Ammonium Chloride (Amonium Klorida)

Ammonium chloride merupakan suatu zat yang memiliki banyak fungsi. Selain sebagai ekspektoran, ia juga bisa berfungsi untuk membantu mengobati edema dan penyakit Laennex. Sebagai ekspektoran, ammonium chloride bekerja dengan mengiritasi mukosa yang menyebabkan rangsangan kelenjar mukosa yang menyebabkan pengeluaran produksi cairan pernapasan berlebih. Obat yang mengandung ammonium chloride sebagiknya tidak digunakan oleh wanita hamil.