Aloxiprin

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > Aloxiprin

Nama Lain

Aluminium acetylsalicylate

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Aloxiprin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Aloxiprin:

Aloxiprin merupakan obat yang digunakan untuk terapi perawatan nyeri yang berhubungan dengan muskuloskeletal dan gangguan sendi. Aloxiprin memiliki efek antiinflamasi, antipiretik, dan analgesik.

Farmakologi

Aloxiprin memiliki aksi yang mirip dengan aspirin dengan menghambat COX yang pada gilirannya dapat menghambat biosintesis prostaglandin dan tromboxan. Selain itu ini juga akan menghambat agregasi platelet.

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Aloxiprin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Penggunaan aloxiprin dikontraindikasikan pada anak-anak berusia kurang dari 16 tahun karena memiliki risiko sindrome Reye, ulserasi peptik aktif, hemofilia, dan gangguan hemoragik lainnya
  • Dikontraindikasikan pada pasien yang hipersensitif terhadap aspirin, atau OAINS lainnya
  • Dikontraindikasikan pada wanita hamil dan menyusui
  • Dikontraindikasikan pada pasien yang menderita disfungsi hati dan ginjal yang parah

Perhatian

Pasien berikut ini harus diberi perhatian khusus jika diberikan terapi dengan aloxiprin:

  • Pasien dengan infeksi, dispepsia atau memiliki lesi mukosa gastrik
  • Asma atau gangguan alergi
  • Diabetes melitus
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati
  • Dehidrasi
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Anemia hemolitik akut pada pasien G6PD dengan dosis tinggi
  • Hindari penggunaan jangka lama pada lansia
  • Penggunaan harus dihentikan beberapa hari sebelum menjalani operasi

Efek Samping Aloxiprin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Aloxiprin:

LAINNYA:  Prosmol

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan aloxiprin antara lain:

  • Gangguan gastro intestinal
  • Hipoprothrombinaemia, kelainan darah seperti trombositopenia, salisilisme
  • Berpotensi fatal: hepatotoksisitas dan hipersensitivitas
  • Penggunaan bersama dengan metoclopramide menyebabkan penyerapan salicylate lebih awal dan konsentrasi plasma meningkat pada pasien migrain
  • Peningkatan konsentrasi puncak dengan metoprolol
  • Penurunan konsentrasi puncak dan peningkatan risiko perdarahan GI dan ulserasi dengan penggunaan kortikosteroid
  • Antasida dan absorben akan meningkatkan ekskresi
  • Meningkatkan aktivitas antikoagulan coumarin, sulfonilurea, zafirlukast, metotreksat, fenitoin, dan valproat
  • Penggunaan bersamaan dengan OAINS lainnya dapat meningkatkan risiko efek samping
  • Penggunaan alkohol dapat menyebabkan peningkatan efek GI

Intervensi Laboratorium

Dapat mempengaruhi tes fungsi tiroid.

Dosis dan Aturan Pakai Aloxiprin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Aloxiprin:

Pemberian secara PO:

Dewasa: 600-1,200 mg, 3 kali per hari.

Nama Brand

Palaprin Forte, Askit-A (kombinasi aloxiprin dengan aspirin dan caffeine)

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Aloxiprin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Aloxiprin, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Aloxiprin?

Jika Anda lupa menggunakan Aloxiprin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Aloxiprin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Aloxiprin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Aloxiprin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 21 Mei). Aloxiprin. Diakses pada 5 April 2020, dari https://www.farmasi-id.com/aloxiprin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Aloxiprin". Farmasi-id.com. 21 Mei 2019. 5 April 2020. https://www.farmasi-id.com/aloxiprin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Aloxiprin", 21 Mei 2019, <https://www.farmasi-id.com/aloxiprin/> [Diakses pada 5 April 2020]


Bagikan ke Rekan Anda