Aloxiprin

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > Aloxiprin

By | 21/05/2019

Kandungan dan Komposisi Aloxiprin

Nama Lain

Aluminium acetylsalicylate

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Aloxiprin merupakan obat yang digunakan untuk terapi perawatan nyeri yang berhubungan dengan muskuloskeletal dan gangguan sendi. Aloxiprin memiliki efek antiinflamasi, antipiretik, dan analgesik.

Farmakologi

Aloxiprin memiliki aksi yang mirip dengan aspirin dengan menghambat COX yang pada gilirannya dapat menghambat biosintesis prostaglandin dan tromboxan. Selain itu ini juga akan menghambat agregasi platelet.

Kontra Indikasi

  • Penggunaan aloxiprin dikontraindikasikan pada anak-anak berusia kurang dari 16 tahun karena memiliki risiko sindrome Reye, ulserasi peptik aktif, hemofilia, dan gangguan hemoragik lainnya;
  • Dikontraindikasikan pada pasien yang hipersensitif terhadap aspirin, atau OAINS lainnya;
  • Dikontraindikasikan pada wanita hamil dan menyusui;
  • Dikontraindikasikan pada pasien yang menderita disfungsi hati dan ginjal yang parah.

Perhatian

Pasien berikut ini harus diberi perhatian khusus jika diberikan terapi dengan aloxiprin:

  • Pasien dengan infeksi, dispepsia atau memiliki lesi mukosa gastrik;
  • Asma atau gangguan alergi;
  • Diabetes melitus;
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati;
  • Dehidrasi;
  • Hipertensi yang tidak terkontrol;
  • Anemia hemolitik akut pada pasien G6PD dengan dosis tinggi;
  • Hindari penggunaan jangka lama pada lansia;
  • Penggunaan harus dihentikan beberapa hari sebelum menjalani operasi.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan aloxiprin antara lain:

  • Gangguan gastro intestinal;
  • Hipoprothrombinaemia, kelainan darah seperti trombositopenia, salisilisme;
  • Berpotensi fatal: hepatotoksisitas dan hipersensitivitas;
  • Penggunaan bersama dengan metoclopramide menyebabkan penyerapan salicylate lebih awal dan konsentrasi plasma meningkat pada pasien migrain;
  • Peningkatan konsentrasi puncak dengan metoprolol;
  • Penurunan konsentrasi puncak dan peningkatan risiko perdarahan GI dan ulserasi dengan penggunaan kortikosteroid;
  • Antasida dan absorben akan meningkatkan ekskresi;
  • Meningkatkan aktivitas antikoagulan coumarin, sulfonilurea, zafirlukast, metotreksat, fenitoin, dan valproat;
  • Penggunaan bersamaan dengan OAINS lainnya dapat meningkatkan risiko efek samping;
  • Penggunaan alkohol dapat menyebabkan peningkatan efek GI.

Intervensi Laboratorium

Dapat mempengaruhi tes fungsi tiroid.

Dosis dan Aturan Pakai

Pemberian secara PO:

Dewasa: 600-1,200 mg, 3 kali per hari.

Nama Brand

Palaprin Forte, Askit-A (kombinasi aloxiprin dengan aspirin dan caffeine)

sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.