Yaridon

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Yaridon

By | 06/08/2018 | Berikan Ulasan

Produsen Yaridon

Yarindo Farmatama

Kandungan dan Komposisi Yaridon

Domperidone.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Yaridon

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Yaridon:

Dws: Mual & muntah akut. Mual & muntah krn penggunaan levodopa & bromokriptin, terapi simtomatik dispepsia fungsional. Lama terapi: maks 12 minggu. Anak: Mual & muntah akibat kemoterapi & radioterapi.

Dosis dan Aturan Pakai Yaridon

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Yaridon:

Dispepsia fungsional Dws & lanjut usia 10-20 mg 3 x/hari & 10-20 mg sblm tidur malam. Lama terapi: Maks 12 minggu. Mual & muntah Dws & lanjut usia 10-20 mg dengan interval waktu 4-8 jam. Mual & muntah akibat kemoterapi & radioterapi Anak 0.2-0.4 mg/kg BB/hari dengan interval waktu 4-8 jam. Dosis hrs diberikan 15-30 mnt sblm makan & sblm tidur malam.

Pemberian Obat

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong: Berikan 15-30 mnt sblm makan & sblm tidur.

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Yaridon dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Penderita prolaktinoma tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin.

Perhatian

Penggunaan jangka lama. Pasien dengan gangguan fungsi hati & ginjal. Hamil & laktasi.

Efek Samping Yaridon

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Yaridon:

Sedasi, reaksi ekstrapiramidal distonik, parkinson, diskinesia tardif (pada pasien dws & lanjut usia); galaktore, ginekomastia; mulut kering, sakit kepala, diare, ruam kulit, rasa haus, cemas, gatal.

Interaksi Obat

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Yaridon antara lain:

Dpt mengurangi efek hipoprolaktinemia dr bromokriptin. Efek domperidon dapat diantagonisir oleh anti kolinergik muskarinik & analgesik opiat. Bioavailabilitas dapat dikurangi oleh antasid.

Kemasan/Harga:

Tablet 10 mg x 5 x 10 (Rp80.000 /boks). Suspensi 5 mg/5 mL x 60 mL x 1 (Rp20.000 /botol). Tetes 5 mg/mL x 10 mL x 1 (Rp20.000 /botol).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Sekilas Tentang Domperidone Pada Yaridon
Domperidone adalah suatu obat antagonis reseptor dopamin D2 dan D3 yang digunakan sebagai antiemetik. Obat ini digunakan untuk meredakan mual dan muntah seperti pada penderita migrain akut dan gastroparesis.

Sebagai antiemetik domperidone bekerja dengan memblokir reseptor D2 pada zona pemicu kemoreseptor yang terletak di sistem saraf yang memediasi mual. Obat ini dapat meningkatkan produksi ASI dengan memblokir reseptor dopamin di kelenjar hipofisis anterior sehingga meningkatkan pelepasan hormon prolaktin yang memicu peningkatan produksi ASI.

Domperidone relatif aman untuk digunakan oleh ibu menyusui sepanjang sesuai dosis yang ditetapkan dan walaupun dapat meningkatkan produksi ASI, namun domperidone tidak diperuntukkan untuk itu, oleh sebab itu obat domperidone ini tidak dijual di Amerika Serikat karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping akibat penggunaannya tidak sesuai peruntukannya. Sementara itu keamanan penggunaannya pada wanita hamil masih diragukan.

Domperidone pertama kali dibuat pada 1974 di laboratorium Janssen Pharmaceutica di Belgia yang kemudian dipatenkan pada Januari 1978 di Amerika Serikat dengan mencantumkan nama Jan Vandenberk dkk, sebagai penemunya. Kemudian dipasarkan pertama kali dengan nama Motilium. Domperidone tersedia dalam berbagai sediaan seperti tablet, suspensi, dan supositoria.
Sekilas Tentang Yarindo Farmatama
PT Yarindo Farmatama adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT Fahrenheit (PT Pratapa Nirmala). Perusahaan ini berfokus pada produksi obat-obatan generik. Pabrik PT Yarindo Farmatama ada di Serang, Banten.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Yaridon Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Yaridon, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Yaridon?

Jika Anda lupa menggunakan Yaridon, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Yaridon Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Yaridon?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Yaridon yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: / 5. Jumlah peringkat:

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2018, 6 Agustus). Yaridon. Diakses pada 21 Januari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/yaridon/


Format MLA (Modern Language Association)

"Yaridon". Farmasi-id.com. 6 Agustus 2018. 21 Januari 2020. https://www.farmasi-id.com/yaridon/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Yaridon", 6 Agustus 2018, <https://www.farmasi-id.com/yaridon/> [Diakses pada 21 Januari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda