Vomitrol

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Vomitrol

By | 06/08/2018

Produsen:

Pharos

Komposisi:

Metoclopramide.

Indikasi:

Memperlancar jalannya zat kontras pada waktu pemeriksaan radiologik lambung & duodenum, mengatasi keadaan dimana pengosongan lambung terhambat, & mempermudah intubasi saluran cerna.

Dosis:

Tab Dws 1/2-1 tablet 3 x/hari sblm makan. Sir Dws 5-10 mL, anak 5-14 thn 2.5-5 mL. Pd pemeriksaan radiologis lambung & duodenum Anak < 14 thn 1-5 mg. Tetes Anak 1-5 thn 15-25 tts 3 x/hari sblm makan. Bayi 5-15 tts 3 x/hari.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 1/2 jam sblm makan.

Kontra Indikasi:

Keadaan dimana stimulasi terhadap motilitas GI mungkin berbahaya (dpt tjd obstruksi intestinal); feokromositoma, epilepsi.

Perhatian:

Anak & pasien yang berusia muda; hamil, laktasi; diabetes, depresi; pasien yang mendapat terapi lain yang juga menimbulkan gejala ekstrapiramidal.

Efek Samping:

Mengantuk, gejala ekstrapiramidal, pusing, rasa lelah, sakit kepala, depresi, gelisah, gangguan GI, hipertensi.

Interaksi Obat:

Narkotik & antikolinergik: efek antagonis. Dg obat depresan SSP lain: meningkatkan rasa kantuk. Mengganggu absorpsi digoksin & simetidin, Meningkatkan absorpsi parasetamol, tetrasikoin, levodopa di usus halus.

Kemasan/Harga:

Tablet 10 mg x 100 (Rp55.000). Sirup 5 mg/5 mL x 30 mL x 1 (Rp5.445). Tetes pediatrik 1 mg/10 drops x 10 mL x 1 (Rp16.720).

Keamanan kehamilan US FDKategori A: B

Sekilas Tentang Metoclopramide

Metoclopramide adalah obat yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit atau masalah esofagus dan lambung. Obat ini digunakan untuk perawatan dan pencegahan mual dan muntah, membantu dalam proses pengosongan lambung pada mereka yang mengalami penundaan pengosongan lambung, dan untuk membantu mengobati penyakit refluks gastroesofageal. Selain untuk mengatasi berbagai macam problem esofagus dan lambung, metoclopramide juga digunakan dalam pengobatan migrain.

Metoclopramide mulai dikembangkan pada tahun 1964 oleh Louis Justin-Besançon and Charles Laville. Pada awalnya metoclopramide digunakan untuk mengendalikan mual pada orang yang mengalami sakit kepala dan migrain, kemudian digunakan juga untuk mencegah mual yang diakibatkan oleh efek terapi radiasi dan kemoterapi kanker. Obat ini kemudian mulai digunakan secara luas pada 1980 dan menjadi obat yang umum digunakan untuk mengendalikan nausea yang diakibatkan oleh anestesi dan perawatan gastritis.

Penggunaan metoclopramide dikontraindikasikan pada pasien penderita pheochromocytoma, suatu tumor pada sel chromaffin dari kelenjar adrenal. Hati-hati penggunaan metoclopramide pada penderita Parkinson karena metoclopramide bertindak sebagai antagonis dopamin yang justru akan memberburuk kondisi Parkinsonnya. Pada penderita depresi, penggunaan metoclopramide dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kondisi mentalnya. Hindari penggunaan obat ini pada penderita obstruksi usus, pasien epilepsi, perforasi atau penyumbatan perut, dan pada bayi yang baru lahir.

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan metoclopramide seperti gelisah, hipertensi, depresi, sakit kepala, kelelahan, diare, gangguan pergerakan seperti tardive dyskinesia, dan lain-lain. Oleh FDA tingkat keamanan penggunaan obat ini bagi wanita hamil dimasukkan dalam kategori B.