Waisang Pill

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Jamu > Jamu Kesuburan > Waisang Pill

Kandungan dan Komposisi Waisang Pill

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Waisang Pill:

  • Panax Ginseng Radix 1690 mg
  • Dioscoreae Japonica Radix 1690 mg
  • Atractylodes Lancea Radix 1690 mg
  • Pachyma Cocos 1690 mg
  • Amomum Xianthioides Fructus 507 mg
  • Mel Depuratum 3380 mg
  • Cornu Saigae Tataricae 845 mg
  • Liquiritae Radix 845 mg
  • Angelicae Sinensis Radix 1690 mg
  • Astragali Complanati Semen 1690 mg
  • Paeonia Alba Radix 1183 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Waisang Pill

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Waisang Pill:

Membantu meningkatkan stamina, meningkatkan kesuburan dan kualitas sperma, memperbaiki nafsu makan, kurang bertenaga, kurang darah, pusing dan sakit kepala.

Perhatian Penggunaan Waisang Pill

Jangan diminum pada saat flu.

Cara Penyimpanan Waisang Pill

Simpan di tempat sejuk dan kering, bola lilin harus dalam kondisi baik untuk mempertahankan kemurniannya.

Kemasan dan Sediaan Waisang Pill

Kotak @ 1 pil @ 16.9 gram

Izin BPOM Waisang Pill

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Waisang Pill:

TI034407191

Harga Waisang Pill

Rp 145.000

Produsen Waisang Pill

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Waisang Pill:

Ho Sai Cheong Medicine Factory – Hong Kong

Pendaftar dan Importir

Intra Aries

Tags: waisang pill
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Waisang Pill Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Waisang Pill, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Waisang Pill?

Jika Anda lupa menggunakan Waisang Pill, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Waisang Pill Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Waisang Pill?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Waisang Pill yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Rasa manis madu disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Madu memiliki beberapa kandungan seperti: fruktosa, glukosa, Maltosa, Sukrosa, Air, Gula paling tinggi, Abu (analisis kimia), dll.

Berikut adalah beberapa manfaat madu:

  • Antioksidan

  • Meredakan sakit tenggorokan dan batuk

  • mengurangi bau badan

  • Meredakan bengkak

  • Mengobati luka

  • Mengurangi alergi

Dioscorea opposita adalah suatu tanaman ubi yang tumbuh secara liar di alam yang pertama kali dibawa ke Eropa pada abad ke-19. Tanaman ini di China dikenal dengan sebutan 'Huai shan' dan di Korea disebut dengan 'Seyeo'. Tanaman ubi ini memiliki akar rimpang yang berfungsi sebagai organ penyimpanan nutrisi tanaman. Tanamannya sendiri dapat tumbuh hingga 3 meter dengan rimpang berbentuk silinder. Dioscorea opposita memiliki daun menyerupai hati dengan bunga berwarna putih kecil yang memiliki aroma mirip kayu manis.

Ubinya memiliki tekstur renyah dengan kulit luar yang tipis dan mengeluarkan lendir yang licin dan dapat dimakan mentah (langsung). Rasanya mirip seperti kentang.

Manfaat ubi Dioscorea opposita bagi kesehatan antara lain:

  • Rimpangnya digunakan pada pengobatan tradisional China untuk menjaga kesehatan paru-paru, limpa, dan ginjal

  • Menambah nafsu makan

  • Membantu penyembuhan luka, pertumbuhan tulang, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh

  • Memiliki efek anti-aging (anti penuaan dini)

  • Menjaga kesehatan mata

  • Menjaga kesehatan rongga mulut dan mencegah kanker paru

  • Mengendalikan tekanan darah dan denyut jantung

  • Membantu pembentukan sel darah merah

  • Mengendalikan kadar hormon wanita yang berhubungan dengan progesteron

  • Mengatasi cacingan

Dioscorea opposita tidak aman untuk dikonsumsi oleh wanita hamil.
Paeoniae alba yang juga dikenal dengan sebutan White peony root (Radix paeoniae alba), dalam bahasa China dikenal dengan sebutan Bai shao yao adalah suatu tanaman herbal dari keluarga Ranunculaceae yang banyak tumbuh di daratan China. Karena khasiatnya, tanaman ini kemudian banyak dibudidayakan. Daerah terbesar penghasil paeoniae alba adalah Zhejiang, Anhui, dan Sichuan di China, dimana menurut informasi, kualitas terbaik berasal dari daerah Anhui.

Tanaman paeoniae alba dapat tumbuh di daerah beriklim dingin menengah. Tanaman ini memiliki rasa pahit keasaman dan diyakini baik untuk hati dan limfa. Akarnya kaya akan monoterpene glicoside seperti paeoniflorin, oxy-paeoniflorin, benzoylpaooniflorin, albiflorin R1, paeoniflorigenone, galloylpaeoniflorin, dan sebagainya.

Akar yang biasa digunakan biasanya akar yang telah dikeringkan dan memiliki manfaat kesehatan seperti menambah darah, mengatasi haid tidak teratur, mengurangi rasa sakit, mengatasi keringat berlebihan, menyehatkan hati, meredakan kekejangan otot, mengatasi sakit kepala, pusing, dan hipertensi.

Efek farmakologi dari paeoniae alba adalah anti inflamasi, anti hipoksia, menjaga imunitas tubuh, melindungi liver, memperlancar aliran darah menuju jantung, memperlebar pembuluh darah, menghambat pembekuan darah, anti tumor, mengatur gula darah, anti septik, dan memperlambat terjadinya penuaan.
Sekilas Tentang Angelica Sinensis (Ginseng Putri) Pada Waisang Pill
Angelica sinensis (ginseng putri) merupakan herba perenial yang memiliki aroma wangi dan rasanya ini memiliki akar tinggal segar berwarna cokelat, yang bercabang-cabang menjadi kumpulan akar-akar kecil liat dan sangat rapat, mirip tanaman gentian. Tanaman ini daunnya menyerupai seledri maka tak heran jika tanaman ini disebut juga dengan Shan Chin (seledri gunung).

Angelica sinensis memiliki efek farmakologi yang bermanfaat untuk Menstimulasi dan mengatur haid, menambah tenaga dan menyegarkan badan, menghilangkan rasa sakit, meredakan rasa nyeri, memulihkan kesehatan dan fungsi-fungsi vital, merangsang selera makan; meningkatkan kesehatan otot, merangsang sistem kekebalan tubuh, haid tidak normal (tidak teratur dan terasa sakit), sindrom pra-haid, sakit kepala, nyeri karena luka trauma atau luka-luka operasi, kelumpuhan, selera makan yang buruk, dan kanker.
Ginseng merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat yang telah lama dimanfaatkan di berbagai negara seperti Cina, Korea, Amerika, dan Jepang.

Hampir semua bagian tanaman seperti biji, bunga, daun dan batang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Namun, bagian akar dan umbinya yang paling sering dimanfaatkan. Akar ginseng mengandung berbagai senyawa seperti saponin (panaxosida atau ginsenosida), antioksidan, peptida, polisakarida, asam lemak, glikosida (panaquilon), poliasetilena, pitosterol dan minyak esensial. Selain itu, dalam akar ginseng juga terkandung zat pahit, vitamin B1, dan B2. Zat ginsenosida (triterpenglikosida) berperan dalam memberikan efek adaptogen seperti antistres, antiletih, meningkatkan sistem imun, dan sebagai antioksidan yang kuat.
Akar manis tumbuh seperti rerumputan (semak) di sebagian wilayah Eropa bagian selatan (Glycyrrhiza glabra). Spesies lainnya yang berasal dari Amerika Utara adalah G. lepidopta dan yang dari Tiongkok adalah G.uralensis, yang terakhir ini banyak dipakai sebagai bahan obat-obatan Cina. Akar manis tumbuh dengan baik di tanah yang dalam, subur, cukup air dan dalam iklim yang penuh cahaya matahari. Biasanya dipanen pada musim gugur 2 atau 3 tahun setelah penanaman. Akar manis juga dikenal dengan sebutan licorice/liquorice.

Ekstrak akar manis didapat dengan cara merebus akar tanamannya dan menguapkan airnya, dapat dijual dalam bentuk bubuk ataupun sirup (cair). Zat yang terkandung di dalamnya adalah glycyrrhizin, yang sangat manis, 50 kali lebih manis daripada gula dan memiliki khasiat pengobatan. Spesies G.uralensis adalah jenis akar manis yang paling banyak mengandung zat ini. Penggunaan : Antitusiv, akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil, dan campuran obat batuk, menghilangkan bau-bau yang tidak sedap dalam obat-obatan.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang kesuburan
Kesuburan merupakan ukuran bagi seorang pria dan wanita untuk bisa memiliki anak. Sebagai alat ukur, tingkat kesuburan merupakan jumlah anak yang lahir per pasangan, orang, maupun populasi. Lawan dari kesuburan adalah kemandulan.

Usia kesuburan wanita berkisar antara 13-50 tahun. Pria sudah subur semenjak pubertas dan tidak akan pernah berhenti sampai masa tua. Kesuburan manusia bergantung pada faktor gizi, perilaku seksual, budaya, naluri, endokrinologi, waktu, ekonomi, gaya hidup, dan emosi.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2018, 17 Mei). Waisang Pill. Diakses pada 5 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/waisang-pill/


Format MLA (Modern Language Association)

"Waisang Pill". Farmasi-id.com. 17 Mei 2018. 5 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/waisang-pill/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Waisang Pill", 17 Mei 2018, <https://www.farmasi-id.com/waisang-pill/> [Diakses pada 5 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda