VITADION

Farmasi-id.com > Vitamin & Mineral > Vitamin K > VITADION

By | 25/04/2017

Komposisi

Setiap mL larutan mengandung phytomenadione / Vitamin K1 2 mg.

Bentuk Sediaan

Cairan injeksi dalam ampul 1 mL.

Farmakologi

Phytomenadione (vitamin K1) diperlukan untuk pembentukan faktor pembekuan darah di hati seperti faktor II (prothrombin), VII (proconvertin), IX (plasma thromboplastin component), dan X (faktor Stuart). Phytomenadione (vitamin K1) berperan sebagai koenzim pada karboksilasi rantai samping yang mengandung glutamic acid dalam prekursor hati yang tidak aktif dari faktor II, VII, IX, dan X. Senyawa gamma-carboxy-glutamyl yang dihasilkan mengubah prekursor menjadi faktor koagulasi aktif yang kemudian disekresikan oleh hati ke dalam darah.

Indikasi

Untuk pencegahan dan pengobatan perdarahan pada bayi baru lahir.

Dosis dan Cara Pemberian

  • Untuk pencegahan perdarahan pada bayi baru lahir:
    0,5 – 1 mg VITADION secara intramuskuler, 1 – 6 jam setelah bayi lahir.
  • Untuk pengobatan perdarahan pada bayi baru lahir:
    1 mg VITADION secara intramuskuler atau subkutan.

Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap phytomenadione.

Peringatan dan Perhatian

  • Efek koagulasi phytomenadione terjadi setelah 1 – 2 jam pemberian obat.
  • Pemberian phytomenadione tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Phytomenadione sensitif terhadap cahaya, sehingga penyimpanannya harus terlindung dari cahaya.
  • Hindari penggunaan melalui suntikan intravena.

Interaksi Obat

Phytomenadione merupakan antagonis terhadap derivat coumarin dan indandione. Karena itu, pasien-pasien yang diterapi dengan obat-obat ini tidak boleh diberikan terapi phytomenadione, kecuali pada pasien-pasien dengan hipoprotrombinemia berat. Phytomenadione tidak menghambat efek antikoagulan dari heparin.

Efek Samping

  • Hiperbilirubinemia pernah dilaporkan terjadi pada bayi baru lahir bila phytomenadione yang diberikan melebihi dosis yang direkomendasikan.
  • Sianosis, kolaps pembuluh darah perifer, nyeri seperti kram, flushing pada wajah, pusing, hiperhidrosis, syok, reaksi hipersensitivitas, termasuk reaksi anafilaktik dan kematian pernah dilaporkan setelah pemberian intravena; oleh sebab itu, pemberian intravena sebaiknya dihindari.
  • Telah dilaporkan (namun jarang) anemia hemolitikum dan hemoglobinuria setelah pemberian phytomenadione dalam dosis besar (10-20 mg) pada neonatus, terutama neonatus prematur.
  • Iritasi lokal, seperti rasa sakit, bengkak, dan perih, dapat terjadi pada daerah penyuntikan, namun jarang terjadi.

Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30ºC dan terlindung dari cahaya.

Produsen

Kalbe Farma

sekilas tentang vitamin
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus fungsi yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Sumber berbagai vitamin ini dapat berasal dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.