VIRPES

Farmasi-id.com > Kulit > Antivirus Topikal > VIRPES

By | 05/09/2018

Kandungan

Acyclovir

Indikasi

Infeksi virus herpes simpleks pada kulit & selaput mukosa, termasuk herpes genital awal & rekuren, herpes zoster (herpes zoster) & varicella (cacar air). Penekanan infeksi herpes simpleks (pencegahan kekambuhan) pada pasien yang immune-competent. Profilaksis infeksi herpes simpleks pada pasien immunocompromised.

Farmakologi

  • Inhibisi kompetitif terhadap DNA polymerase virus.
  • Bergabung ke dalam dan memotong rantai DNA virus yang sedang bertumbuh.
  • Inaktivasi DNA polymerase virus.

Kontra Indikasi

Hipersensitif.

Efek Samping

  • Gatal-gatal/skin rash.
  • Gangguan gastrointestinal, termasuk: nausea, vomiting, diare, dan nyeri abdominal.
  • Peningkatan sementara enzym hati, peningkatan urea darah dan kreatinin; sakit kepala, reaksi neurologis dan fatigue.

Peringatan dan Perhatian

Hati-hati pemberian pada wanita yang sedang menyusui.

Interaksi Obat

Probenecid : menaikkan waktu paruh Acyclovir dan meningkatkan konsentrasi dalam plasma.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Dosis

Tablet

Dewasa

Pengobatan Herpes simpleks:

200 mg 5 x/ hr setiap 4 jam selama 5 hari.

Penekanan herpes simpleks pada pasien immuno-competent:

200 mg 4x/ hr setiap 6 jam.

Profilaksis herpes simpleks pada pasien immunocompromised:

200 mg 4x/ hr setiap 6 jam.

Herpes zoster:

800 mg 5x/ hr setiap 4 jam selama 7 hari. Pasien dengan kerusakan ginjal berat (CrCl 10 mL / mnt) 200 mg 2x/ hr setiap 12 jam.

Herpes zoster dengan kerusakan ginjal berat:

800 mg 2x/ hr setiap 12 jam.

Herpes zoster dengan gangguan ginjal ringan (CrCl 10-25 mL / mn):

800 mg 3x/ hr.

Anak

Terapi herpes simpleks & profilaksis herpes simpleks pada pasien immunocompromised:

> 2 thn Dosis dewasa, <2 thn 1/2 dosis dewasa.

Krim

Dws & anak Oleskan 5 x/hr, tiap 4 jam, tanpa dosis malam. Lanjutkan terapi selama 5 hr & terapi dpt diteruskan hingga 10 hr jika blm tjd penyembuhan.

Pemberian Obat

Tablet Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan: Dapat diberikan saat makan utk mengurangi rasa tidak nyaman pada GI.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan

  • DKL9702325104B1, Dus, 10 strip @ 10 kaptab 400 mg
  • DKL9802325929A1, Dus, tube @ 5 g, krim 0,05 g/g

Produsen

Bernofarm

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Informasi lengkap mengenai infeksi dapat Anda baca di sini.
Sekilas Tentang Antivirus
Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).
Sekilas tentang antivirus topikal

Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).

Terapi topikal merupakan pengobatan/terapi yang pemberiannya diterapkan ke kulit, seperti dengan krim, gel, atau salep.