Urdafalk

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Kolagogum, Kolelitolitik, & Hepatoprotektor > Urdafalk

By | 25/08/2018

Produsen Darya-Varia/Dr Falk
KomposisiUrsodeoxycholic acid.
IndikasiHepatitis kolestatis, hepatitis aktif kronik (sirosis bilier primer/PBC, kolangitis sklerosing primer). Batu empedu kolesterol radiolusen yang diameternya tidak lebih dr 20 mm.
Dosis8-10 mg/kgBB/hari terbagi dalam 2-3 dosis.
Pemberian ObatSebaiknya diberikan bersama makanan : Berikan bersama makanan atau susu.
Kontra IndikasiBatu kolesterol yang mengalami kalsifikasi, batu radioopak, batu radiolusen, pigmen empedu. Kolesistitis akut yang tidak mengalami remisi, kolangitis, obstruksi biliar, pankreatitis atau fistula GI-biliaris. Alergi asam empedu.
Perhatian
Hamil, laktasi.
Efek Samping
Diare, pruritus, ruam kulit, urtikaria, kulit kering, keringat dingin, rambut rontok, mual, muntah, gangguan pencernaan, rasa metal, sakit perut, nyeri biliar, kolesistitis, konstipasi, stomatitis, kembung, pusing, letih, ansietas, depresi, gangguan tidur, artralgia, mialgia, nyeri punggung, batuk, rinitis.
Interaksi ObatKolestiramin, Al (OH)3 menghambat absorpsi.
Keamanan Kehamilan

B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

SediaanKemasan/Harga
Urdafalk kapsul 250 mg
30’s (Rp214,500/pak)
Sekilas Tentang Obat Kolagogum, Kolelitolitik, & Hepatoprotektor
Kolagogum adalah obat atau zat yang merangsang sekresi empedu ke dalam usus.

Kolelitolitik adalah obat atau zat pelarut batu empedu digunakan untuk melarutkan batu-batu empedu kecil yang tidak dikalsifikasi. Mereka menekan jumlah kolesterol yang disintesis oleh hati atau menghambat jumlah kolesterol yang diserap dari usus. Mereka digunakan untuk memecah batu empedu pada pasien yang tidak perlu menjalani operasi.

Hepatoprotektor adalah obat untuk mencegah kerusakan pada hati.
Sekilas Tentang Darya-Varia Laboratoria
PT. Darya-Varia Laboratoria merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Drs. Wim Kalona pada 5 Februari 1976. Perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi, distribusi dan penjualan produk-produk farmasi, kesehatan umum, dan kosmetik. Pada 1994, perusahaan merubah statusnya menjadi perusahaan terbuka dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Pada tahun 1995 perusahaan ini mengakuisisi PT. Pradja Pharin (Prafa). Pada 1998, PT. Darya-Varia Laboratoria sempat menutup dua pabriknya sebagai bentuk restrukturisasi usaha. Di tahun 2014, perusahaan ini merger dengan PT. Pradja Pharin.

PT. Darya-Varia Laboratoria telah menerima sertifikat CPOB guna memenuhi syarat agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Saat ini perusahaan memiliki dua fasilitas produksi yakni di Gunung Putri dan Citeureup. Pabrik di Gunung Putri digunakan untuk produksi kapsul gelatin lunak dan produk bentuk cair sedangkan pabrik yang ada di Citeureup digunakan untuk memproduksi produk injeksi steril dan produk padat. Produk di kedua lokasi ini selain digunakan untuk konsumsi dalam negeri juga diekspor ke beberapa negara.

Untuk kepemilikan saham, saat ini PT. Darya-Varia Laboratoria mayoritas sahamnya dimiliki oleh Blue Sphere Singapore Pte. Ltd, anak perusahaan Unilab, perusahaan farmasi terbesar Filipina. Beberapa merek produk yang terkenal dari perusahaan ini seperti Decolgen, Enervon-C, Neo Diatabs, Natur-E, Vicee, dan lain-lain. PT. Darya Varia Laboratoria memiliki kantor pusat di South Quarter, Tower C, Jakarta.