TROVENSIS

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antiemetik > TROVENSIS

Produsen Sanbe
KomposisiOndansetron.
IndikasiMengatasi mual & muntah yang dipicu oleh kemoterapi & radioterapi. Mual & muntah pasca op.
DosisPencegahan mual & muntah yang berhubungan dengan kemoterapi kanker yang cukup emetogenik Dws 8 mg 2 x/hari. Dosis pertama hrs diberikan 30 mnt sblm kemoterapi & dosis selanjutnya diberikan tiap 4-8 jam. Selanjutnya, berikan 8 mg 2 x/hari selama 1-2 hari setelah kemoterapi selesai dilakukan. Anak 4-12 thn 4 mg 4 x/hari. Pencegahan mual & muntah yang berhubungan dengan radioterapi 8 mg 1-2 jam sblm radioterapi, & dosis berikutnya diberikan 8 jam sesudah dosis pertama. Mual & muntah pasca op 16 mg sebagai dosis tunggal 1 jam sblm dilakukan induksi anestesi.
Pemberian ObatDapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
PerhatianHamil & laktasi.
Efek Samping Konstipasi, sakit kepala, sensasi panas & kemerahan pada wajah, sensasi hangat pada kepala & epigastrium.
Lihat Sediaanulir Pemantauan Efek Samping
Kategori Keamanan Kehamilan

B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

SediaanKemasan/Harga
Trovensis film-coated tablet 4 mg
10’s (Rp100,000/pak)
Trovensis film-coated tablet 8 mg
10’s (Rp137,700/pak)
Trovensis injeksi 4 mg/2 mL
(ampul) 5’s (Rp138,375/ampul)
Trovensis injeksi 8 mg/4 mL
(ampul) 5’s (Rp281,875/ampul)
Sekilas Tentang Obat Antiemetik

Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:


    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    1. Dolasetron

    2. Granisetron

    3. Ondansetron

    4. Tropisetron

    5. Palonosetron


    ----------------------
    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    1. Domperidone

    2. Olanzapine

    3. Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    4. Alizapride

    5. Prochlorperazine

    6. Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)


    ----------------------
    Antagonis reseptor NK1

    1. Aprepitant

    2. Casopitan

    3. Rolapitant


    ----------------------
    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.