Trovensis

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antiemetik > Trovensis

By | 01/09/2018

Produsen Sanbe
KomposisiOndansetron.
IndikasiMengatasi mual & muntah yang dipicu oleh kemoterapi & radioterapi. Mual & muntah pasca operasi.
DosisPencegahan mual & muntah yang berhubungan dengan kemoterapi kanker yang cukup emetogenik Dws 8 mg 2 x/hari. Dosis pertama hrs diberikan 30 mnt sblm kemoterapi & dosis selanjutnya diberikan tiap 4-8 jam. Selanjutnya, berikan 8 mg 2 x/hari selama 1-2 hari setelah kemoterapi selesai dilakukan. Anak 4-12 thn 4 mg 4 x/hari. Pencegahan mual & muntah yang berhubungan dengan radioterapi 8 mg 1-2 jam sblm radioterapi, & dosis berikutnya diberikan 8 jam sesudah dosis pertama. Mual & muntah pasca op 16 mg sebagai dosis tunggal 1 jam sblm dilakukan induksi anestesi.
Pemberian ObatDapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
PerhatianHamil & laktasi.
Efek Samping Konstipasi, sakit kepala, sensasi panas & kemerahan pada wajah, sensasi hangat pada kepala & epigastrium.
Lihat Sediaanulir Pemantauan Efek Samping
Kategori Keamanan Kehamilan

B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

SediaanKemasan/Harga
Trovensis film-coated tablet 4 mg
10’s (Rp100,000/pak)
Trovensis film-coated tablet 8 mg
10’s (Rp137,700/pak)
Trovensis injeksi 4 mg/2 mL
(ampul) 5’s (Rp138,375/ampul)
Trovensis injeksi 8 mg/4 mL
(ampul) 5’s (Rp281,875/ampul)
Sekilas Tentang Obat Antiemetik
Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:



    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    1. Dolasetron

    2. Granisetron

    3. Ondansetron

    4. Tropisetron

    5. Palonosetron


    ----------------------
    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    1. Domperidone

    2. Olanzapine

    3. Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    4. Alizapride

    5. Prochlorperazine

    6. Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)


    ----------------------
    Antagonis reseptor NK1

    1. Aprepitant

    2. Casopitan

    3. Rolapitant


    ----------------------
    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.
Sekilas Tentang Sanbe Farma

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .

Last Updated on

Category: Antiemetik Produsen, komposisi, dan klasifikasi Trovensis: ,
Tags: ,