Nevirapine

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Antivirus > Nevirapine

By | 01/09/2018

Deskripsi

Nevirapine adalah obat yang digunakan dengan obat HIV lain untuk membantu mengendalikan infeksi HIV. Obat ini membantu mengurangi jumlah HIV dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih baik. Penggunaan obat ini dapat menurunkan risiko komplikasi HIV (seperti infeksi baru, kanker) dan meningkatkan kualitas hidup.

Nevirapine milik kelas obat yang dikenal sebagai non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Tetapi, Nevirapine bukan obat untuk infeksi HIV melainkan hanya mengurangi risiko penyebaran penyakit HIV kepada orang lain.

Nevirapine tidak boleh digunakan untuk mencegah infeksi HIV setelah paparan yang disengaja (seperti jarum suntik, darah/kontak cairan tubuh). Berbeda dengan obat HIV yang digunakan untuk mencegah infeksi setelah paparan.

Indikasi

Infeksi HIV progresif atau lanjut. Dalam kombinasi dengan anti retroviral lainnya digunakan untuk infeksi HIV. Resistensi nevirapin dapat terjadi dengan cepat dan tanpa adanya bentuk, oleh karena itu nrvirapin harus diberikan secara kombinasi dengan sekurang-kurangnya 2 antiretroviral lain; Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak pada wanita hamil.

Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap nevirapin, menyusui (lihat Lampiran 5); gangguan fungsi hati yang berat; profilaksis setelah pemaparan (post-exposure prophylaxis).

Peringatan

gangguan fungsi hati (lihat keterangan di bawah); hepatitis B kronik, hepatitis C kronik, hitungan sel CD4 tinggi, dan wanita (semua risiko yang berat dari efek samping hepar-produsen menyarankan untuk menghindari penggunaanya pada wanita dengan hitungan sel CD4 lebih besar daripada 250 sel/mm3 atau pada laki-laki dengan hitungan sel CD4 lebih besar dari 400 sel/mm3 kecuali jika keuntungannya lebih besar dibanding risikonya); kehamilan.

Efek Samping

Ruam kulit termasuk sindrom Steven-Johnson (jarang), nekrolisis epidermal toksik (lihat juga perhatian di atas); mual, hepatitis (lihat juga penyakit hepatik di atas), sakit kepala; muntah, nyeri abdomen, lelah, demam dan mialgia; diare (jarang), angiodema, anafilaksis, reaksi hipersensitifitas (termasuk reaksi hepatik dan ruam kulit, lihat penyakit hepatik di atas), atralgia, anemia, dan granulositopenia (lebih sering pada anak- anak); reaksi neuropsikiatri (sangat jarang).

Dosis

200 mg sekali sehari untuk 14 hari pertama kemudian (jika tidak muncul ruam kulit) 200 mg dua kali sehari; ANAK berusia 2 bulan-8 tahun, 4 mg/kg bb sekali sehari untuk 14 hari pertama kemudian (jika tidak muncul ruam kulit) 7 mg/kg bb dua kali sehari (maks. 400 mg sehari); 8-16 tahun (tetapi di bawah 50 kg), 4 mg/kg bb sekali sehari untuk 14 hari pertama kemudian (jika tidak muncul ruam kulit) 4 mg/kg bb dua kali sehari (maksimal 400 mg sehari); lebih dari 50 kg seperti dosis dewasa.

Untuk pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, dosis untuk wanita hamil adalah dosis tunggal 200 mg, yang diikuti oleh bayi yang baru lahir 2 mg/kg bb sebagai dosis tunggal secara oral dalam waktu 72 jam setelah dilahirkan.

Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Pada anak-anak, dosis juga didasarkan pada ukuran tubuh. Jangan lewatkan pengobatan sekali sehari selama lebih dari 28 hari. Jika Anda mendekati periode tersebut, dokter harus mempertimbangkan untuk beralih ke pengobatan lain. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Jangan meningkatkan dosis, mengambil obat ini lebih sering daripada yang disarankan, atau berhenti minum bahkan untuk waktu yang singkat sekalipun kecuali diarahkan oleh dokter. Melewatkan atau mengubah dosis tanpa persetujuan dari dokter dapat menyebabkan jumlah virus meningkat, membuat infeksi lebih sulit untuk diobati, dan memperburuk efek samping.

Obat ini bekerja dengan baik ketika jumlah obat dalam tubuh Anda dijaga pada tingkat yang konstan. Oleh karena itu, mengambil obat ini pada interval waktu yang merata setiap hari.

Sediaan

Tablet kekuatan 200 mg

Nama Brand

Viramune

Sekilas Tentang Antivirus
Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).