Tresiba

Apa Kandungan dan Komposisi Tresiba?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Tresiba adalah:

Insulin degludec

Tresiba Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Tresiba?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Tresiba adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Tresiba (insulin degludec) digunakan untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Dengan terkontrolnya kadar gula darah maka akan membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, gangguan saraf, membantu mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan sebagainya. Jika kadar gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia) maka pasien akan mengalami rasa kehausan, peningkatan frekuensi buang air kecil, kebingungan, rasa mengantuk, dan pernapasan menjadi cepat.

Tresiba (insulin degludec) merupakan suatu insulin long-acting dibuat mirip dengan insulin manusia. Ia akan menggantikan insulin yang secara normal diproduksi oleh tubuh manusia. Tresiba akan mulai bekerja beberapa jam setelah pemberian secara injeksi dan tetap akan bekerja selama setidaknya 24 jam. Tresiba akan membantu gula darah (glukosa) masuk ke dalam sel sehingga tubuh dapat menggunakannya sebagai energi. Tresiba kemungkinan dapat digunakan dengan produk short-acting insulin. ia dapat digunakan sendiri atau dengan obat diabetes lainnya. Tresiba dapat digunakan untuk diabetes tipe 1 atau tipe 2.

Apa Saja Kontraindikasi Tresiba?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Tresiba dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Tresiba dikontraindikasikan pemberiannya pada pasien yang memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap insulin degludec atau dengan komponen nonaktif yang terkandung di dalamnya. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Tresiba Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Tresiba, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Tresiba?

Jika Anda lupa menggunakan Tresiba, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Tresiba Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Tresiba?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Tresiba yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Tresiba?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Tresiba yang mungkin terjadi adalah:

Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan Tresiba seperti:

  • Muncul rasa nyeri dan atau kemerahan pada lokasi injeksi
  • Penurunan kadar potasium dalam darah dengan gejala seperti kram otot, kelemahan, detak jantung tidak normal
  • Kadar gula darah menjadi terlalu rendah (hipoglikemia) yang gejalanya meliputi berkeringat berlebihan secara tiba-tiba, badan gemetar, detak jantung menjadi cepat, munculnya rasa lapar, penglihatan kabur, pusing, kesemutan pada tangan atau kaki

Segera cari pertolongan medis jika efek samping menjadi semakin memburuk.

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Tresiba?

  • Beritahu dokter bila pasien memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap insulin degludec dan atau terhadap komponen nonaktif yang ada di dalamnya
  • Tresiba tidak boleh digunakan pada pasien yang mengalami hipoglikemia
  • Beritahu pada dokter mengenai obat-obatan yang sedang digunakan oleh pasien
  • Beritahu pada dokter mengenai penyakit yang sedang diderita oleh pasien khususnya penyakit ginjal dan hati
  • Pasien berusia lanjut kemungkinan akan lebih sensitif pada efek samping Tresiba, khususnya hipoglikemia
  • Kurang asupan makanan atau latihan fisik berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia
  • Pengurangan dosis atau penghentian pemberian pada pasien dapat menyebabkan hiperglikemia dan berpotensi mengalami ketoasidosis diabetikum
  • Jika terjadi infeksi maka akan menyebabkan hiperglikemia dan peningkatan kebutuhan insulin tubuh
  • Pengalihan Tresiba dengan produk lain harus dalam pengawasan secara ketat
  • Perlu dilakukan pemantauan tanda dan gejala gagal jantung, peningkatan berat badan dan edema. Kasus gagal jantung telah dilaporkan ketika insulin digunakan dengan kombinasi thiazolidinedione terutama pada pasien yang memang berisiko mengalami gagal jantung
  • Terapi insulin intensif dengan peningkatan secara mendadak dapat memperburuk retinopati diabetik
  • Pemberian Tresiba dapat mengganggu kemampuan mengemudi dan mengoperasikan mesin, hindari melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi saat menggunakan Tresiba
  • Pastikan pasien telah menjalani serangkaian tes seperti tes fungsi hati, ginjal, gula darah puasa, hemoglobin A1c, dan tes darah lainnya sebelum menggunakan Tresiba
  • Kemungkinan diperlukan perubahan dosis pada pasien dengan penyakit hati, penyakit ginjal, atau penyakit yang mempengaruhi kelenjar adrenalin, hipofisis atau tiroid
  • Jangan berbagi penggunaan Tresiba dengan orang lain
  • Penggunaan Tresiba pada wanita hamil hanya jika jelas diperlukan dan telah bekonsultasi dengan dokter sebelumnya
  • Belum diketahui secara pasti apakah Tresiba masuk ke dalam ASI, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter

Overdosis

Overdosis Tresiba ditandai dengan gejala tubuh gemetar, detak jantung cepat, berkeringat berlebihan, dan kehilangan kesadaran. Segera cari pertolongan medis terdekat.

Apa Saja Interaksi Obat Tresiba?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Tresiba antara lain:

  • Penggunaan Tresiba menuntut pengurangan pemberian obat antidiabetes oral lainnya, reseptor antagonis GLP-1, MAOI, beta blocker, ACE inhibitor, salicylate, steroid anabolik dan sulfonamide
  • Kebutuhan insulin akan meningkat dengan penggunaan kontrasepsi oral, glucocorticoid, hormon tiroid, sympathomimetic, hormon pertumbuhan dan danazol
  • Gejala hipoglikemia kemungkinan akan tertutupi dengan penggunaan beta blocker
  • Kebutuhan insulin dapat meningkat atau berkurang dengan octreotide/lanreotide
  • Efek hipoglikemik dapat ditingkatkan atau dikurangi dengan alkohol

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Tresiba Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Tresiba untuk digunakan oleh wanita hamil:

Menurut FDA Amerika Serikat:

Belum ditetapkan.

Menurut TGA Australia:

Kategori B3: Obat-obatan yang hanya dikonsumsi oleh sejumlah wanita hamil dan wanita usia subur, tanpa peningkatan frekuensi malformasi atau efek berbahaya langsung atau tidak langsung lainnya pada janin manusia yang telah diamati. Studi pada hewan telah menunjukkan bukti peningkatan kejadian kerusakan janin, yang signifikansi dianggap tidak pasti pada manusia.

Sekilas Tentang Diabetes
Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Diabetes yang umum terjadi adalah diabetes Tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes Tipe 1 pankreas tidak dapat memproduksi insulin sedangkan pada diabetes tipe 2 pankreas dapat membuat insulin tapi dalam kadar yang tidak cukup banyak. Ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan insulin secara optimal. Meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat penderita diabetes sering merasa haus atau lapar dan juga sering buang air kecil.

Antidiabetes merupakan obat yang mengontrol tingkat glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Tresiba?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Tresiba:

Diabetes melitus tipe 1 sekali sehari dengan penyesuaian dosis individu berikutnya.

Sekali sehari secara SC dengan waktu kapanpun, lebih dianjurkan jika dilakukan dalam waktu yang sama. Diabetes melitus tipe 2 harian dimulai dengan 10 u diikuti dengan penyesuaian dosis individual.

Bagaimana Kemasan dan Sediaan Tresiba?

Dus @ 5 cartridge @ 3 ml, cairan injeksi 100 u/ml

Bagaimana Cara Penyimpanan Tresiba?

Simpan pada suhu 2°-8°C, jangan dibekukan, lindungi dari cahaya.

Berapa Nomor Izin BPOM Tresiba?

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Tresiba:

DKI1964604743A1

Apa Nama Perusahaan Produsen Tresiba?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Tresiba:

Novo Nordisk – Denmark

Pendaftar

Beta Pharmacon – Indonesia