Diafural

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antidiare > Diafural

By | 17/06/2019

Kandungan dan Komposisi

Nifuroxazide

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Diafural (nifuroxazide) merupakan suatu obat anti-infeksi pencernaan yang digunakan untuk perawatan diare akut yang disebabkan oleh bakteri. Diafural efektif untuk mengobati diare yang disebabkan oleh bakteri E. coli, Staphylococcus aureus, dan lainnya. Obat ini akan mengurangi jumlah feses dan mengurangi frekuensi buang air besar akibat diare dalam kurun waktu empat jam. Obat ini tidak akan berpengaruh pada flora normal yang ada pada sistem pencernaan.

Kontra Indikasi

Diafural dikontraindikasikan pemberiannya pada orang yang memiliki alergi atau hipersensitif terhadap nifuroxazide dan pada bahan non-aktif lainnya yang ada di dalamnya.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat pemberian Diafural meliputi:

  • Edema Quincke (edema angioneurotik yang meliputi jaringan subkutan dan ditandai dengan munculnya reaksi alergi);
  • Urtikaria;
  • Syok anafilaksis.

Peringatan dan Perhatian

  • Obat ini sebaiknya dihindari pada mereka yang memiliki alergi atau hipersensitif terhadap nifuroxazide;
  • Jangan menggunakan obat ini bila pasien menderita feses bercampur darah, demam, dan muntah-muntah;
  • Jika diare tidak berkurang selama tiga hari perawatan, segera hubungi dokter;
  • Diafural dapat menyebabkan pankreatitis dengan gejala mual, muntah, dan nyeri abdomen. Jika pasien mengalami gejala tadi, segera hentikan penggunaan Diafural;
  • Untuk mengatasi dehidrasi akibat diare serta kehilangan nutrisi vitamin dan mineral, dianjurkan untuk mengonsumsi nasi, pisang, daging panggang, dan teh mint saat diare dan hindari minum susu, produk-produk yang terbuat dari susu, dan teh chamomile.

Interaksi Obat

Berikut adalah beberapa jenis obat yang seharusnya tidak digunakan bersamaan dengan Diafural:

  • Metronidazole (obat untuk perawatan infeksi akibat bakteri anaerob dan parasit);
  • Sulfonamide (suatu antibiotik untuk perawatan infeksi sistem perkemihan);
  • Sefalosporin (antibiotik)
  • Chloramphenicol (antibiotik);
  • Nitrofurantoin (obat untuk perawatan infeksi saluran kemih).
  • Griseofulvin (obat untuk pengobatan infeksi jamur).

Penggunaan Diafural bersama dengan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko menyerupai disulfiram seperti mual akut, muntah, sakit kepala, dan detak jantung cepat.

Diafural juga tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat sedatif dan seperti benzodiazepine (bromazepam, alprazolam, lorazepam, midazolam, dan sebagainya).

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil dan Menyusui

Pada studi hewan, nifuroxazide tidak menunjukkan efek teratogenik dan teratogenesis juga tidak ditemukan pada manusia. Namun belum ada penelitian yang mencukupi pada wanita hamil, sehingga sebaiknya obat ini tidak digunakan oleh ibu hamil.

Pada wanita yang sedang menyusui, obat ini hanya dapat digunakan tidak lebih dari tiga hari.

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa: 5-10 ml tiga kali sehari.

Anak usia lebih dari 6 bulan: 5 ml tiga kali sehari.

Anak usia kurang dari 6 bulan 5 ml dua kali sehari.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 1 botol @ 60 ml, suspensi 250 mg/5 ml

Izin BPOM

DKL1809224933A1

Produsen

Ifars

sekilas tentang obat antidiare

Antidiare adalah obat tertentu yang menghentikan atau memperlambat diare. Antidiare hanya meredakan gejala diare, seperti peningkatan frekuensi dan urgensi ketika buang air besar, antidiare tidak menghilangkan penyebabnya. Hal ini berarti bahwa segera setelah Anda berhenti mengonsumsi antidiare, diare akan kembali muncul kecuali dan belum berhenti sebelum penyebabnya diatasi. Antivirus dapat bekerja dengan memperlambat kontraksi usus, meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk eksresi. Usus akan melakukan penyerapan, mengurangi kadar air tinja. Agen lain bekerja dengan mengangkat tinja, menambah volume dengan zat seperti serat.

Agen rehidrasi oral (oralit) juga dapat disebut sebagai antidiare; namun, ini tidak menghentikan atau memperlambat diare selain mengganti cairan yang keluar selama diare. Agen lain yang digunakan untuk membantu meringankan gejala diare termasuk agen antimotilitas atau agen antispasmodik. Agen antibakteri kadang-kadang dapat digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi spesifik, seperti campylobacter atau giardia; namun, ini tidak sering direkomendasikan atau dibutuhkan.
Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini.
Sekilas tentang diare

Diare merupakan penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Diare dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, cacing dan jamur, intoksikasi makanan yang mengandung bakteri atau toksin (makanan beracun), alergi susu sapi atau makanan tertentu, gangguan penyerapan (malabsorbsi) karbohidrat, lemak dan protein.

Diare (bahasa Inggris: diarrhea) juga didefinisikan sebagai sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.

Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.
Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.
Sekilas Tentang Ifars Pharmaceutical Laboratories
PT. Ifars Pharmaceutical Laboratories adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1974 dan memproduksi berbagai macam obat dengan beberapa varian sediaan seperti solid (tablet, kaplet, dan kapsul), liquid (sirup, suspensi, emulsi, dan suspensi kering), dan produk krim, gel, dan salep. Beberapa produk yang dihasilkan seperti produk beta-laktam untuk memproduksi produk antibiotik, dan sebagainya. Saat ini lebih dari 100 varian produk telah diproduksi oleh perusahaan ini yang cakupan pemasarannya tersebar di seluruh Indonesia. PT. Ifars memiliki fasilitas produksi di Karanganyar, Jawa Tengah.