Diafural

By | Juli 7, 2019 | Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antidiare > Diafural

Kandungan dan Komposisi Diafural

Nifuroxazide

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Diafural

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Diafural:

Diafural (nifuroxazide) merupakan suatu obat anti-infeksi pencernaan yang digunakan untuk perawatan diare akut yang disebabkan oleh bakteri. Diafural efektif untuk mengobati diare yang disebabkan oleh bakteri E. coli, Staphylococcus aureus, dan lainnya. Obat ini akan mengurangi jumlah feses dan mengurangi frekuensi buang air besar akibat diare dalam kurun waktu empat jam. Obat ini tidak akan berpengaruh pada flora normal yang ada pada sistem pencernaan.

Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Diafural dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Diafural dikontraindikasikan pemberiannya pada orang yang memiliki alergi atau hipersensitif terhadap nifuroxazide dan pada bahan non-aktif lainnya yang ada di dalamnya.

Efek Samping Diafural

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Diafural:

Efek samping yang mungkin dapat terjadi akibat pemberian Diafural meliputi:

  • Edema Quincke (edema angioneurotik yang meliputi jaringan subkutan dan ditandai dengan munculnya reaksi alergi)
  • Urtikaria
  • Syok anafilaksis

Peringatan dan Perhatian

  • Obat ini sebaiknya dihindari pada mereka yang memiliki alergi atau hipersensitif terhadap nifuroxazide
  • Jangan menggunakan obat ini bila pasien menderita feses bercampur darah, demam, dan muntah-muntah
  • Jika diare tidak berkurang selama tiga hari perawatan, segera hubungi dokter
  • Diafural dapat menyebabkan pankreatitis dengan gejala mual, muntah, dan nyeri abdomen. Jika pasien mengalami gejala tadi, segera hentikan penggunaan Diafural
  • Untuk mengatasi dehidrasi akibat diare serta kehilangan nutrisi vitamin dan mineral, dianjurkan untuk mengonsumsi nasi, pisang, daging panggang, dan teh mint saat diare dan hindari minum susu, produk-produk yang terbuat dari susu, dan teh chamomile
LAINNYA:  Zirea

Interaksi Obat

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Diafural antara lain:

Berikut adalah beberapa jenis obat yang seharusnya tidak digunakan bersamaan dengan Diafural:

  • Metronidazole (obat untuk perawatan infeksi akibat bakteri anaerob dan parasit)
  • Sulfonamide (suatu antibiotik untuk perawatan infeksi sistem perkemihan)
  • Sefalosporin (antibiotik)
  • Chloramphenicol (antibiotik)
  • Nitrofurantoin (obat untuk perawatan infeksi saluran kemih)
  • Griseofulvin (obat untuk pengobatan infeksi jamur)

Penggunaan Diafural bersama dengan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko menyerupai disulfiram seperti mual akut, muntah, sakit kepala, dan detak jantung cepat.

Diafural juga tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat sedatif dan seperti benzodiazepine (bromazepam, alprazolam, lorazepam, midazolam, dan sebagainya).

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil dan Menyusui

Pada studi hewan, nifuroxazide tidak menunjukkan efek teratogenik dan teratogenesis juga tidak ditemukan pada manusia. Namun belum ada penelitian yang mencukupi pada wanita hamil, sehingga sebaiknya obat ini tidak digunakan oleh ibu hamil.

Pada wanita yang sedang menyusui, obat ini hanya dapat digunakan tidak lebih dari tiga hari.

Dosis dan Aturan Pakai Diafural

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Diafural:

Dewasa: 5-10 ml tiga kali sehari.

Anak usia lebih dari 6 bulan: 5 ml tiga kali sehari.

LAINNYA:  Betadine Feminine Hygiene

Anak usia kurang dari 6 bulan 5 ml dua kali sehari.

Kemasan dan Sediaan

Dus @ 1 botol @ 60 ml, suspensi 250 mg/5 ml

Izin BPOM

DKL1809224933A1

Produsen Diafural

Ifars

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Diafural Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Diafural, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Diafural?

Jika Anda lupa menggunakan Diafural, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Diafural Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Diafural?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Diafural yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Ifars Pharmaceutical Laboratories
PT Ifars Pharmaceutical Laboratories adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1974 dan memproduksi berbagai macam obat dengan beberapa varian sediaan seperti solid (tablet, kaplet, dan kapsul), liquid (sirup, suspensi, emulsi, dan suspensi kering), dan produk krim, gel, dan salep. Beberapa produk yang dihasilkan seperti produk beta-laktam untuk memproduksi produk antibiotik, dan sebagainya. Saat ini lebih dari 100 varian produk telah diproduksi oleh perusahaan ini yang cakupan pemasarannya tersebar di seluruh Indonesia. PT Ifars memiliki fasilitas produksi di Karanganyar, Jawa Tengah.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang diare
Diare merupakan penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Diare dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, cacing dan jamur, intoksikasi makanan yang mengandung bakteri atau toksin (makanan beracun), alergi susu sapi atau makanan tertentu, gangguan penyerapan (malabsorbsi) karbohidrat, lemak dan protein.

Diare (bahasa Inggris: diarrhea) juga didefinisikan sebagai sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.

Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.
sekilas tentang obat antidiare
Antidiare adalah obat tertentu yang menghentikan atau memperlambat diare. Antidiare hanya meredakan gejala diare, seperti peningkatan frekuensi dan urgensi ketika buang air besar, antidiare tidak menghilangkan penyebabnya. Hal ini berarti bahwa segera setelah Anda berhenti mengonsumsi antidiare, diare akan kembali muncul kecuali dan belum berhenti sebelum penyebabnya diatasi. Antivirus dapat bekerja dengan memperlambat kontraksi usus, meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk eksresi. Usus akan melakukan penyerapan, mengurangi kadar air tinja. Agen lain bekerja dengan mengangkat tinja, menambah volume dengan zat seperti serat.

Agen rehidrasi oral (oralit) juga dapat disebut sebagai antidiare; namun, ini tidak menghentikan atau memperlambat diare selain mengganti cairan yang keluar selama diare. Agen lain yang digunakan untuk membantu meringankan gejala diare termasuk agen antimotilitas atau agen antispasmodik. Agen antibakteri kadang-kadang dapat digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi spesifik, seperti campylobacter atau giardia; namun, ini tidak sering direkomendasikan atau dibutuhkan.
Sekilas Tentang Obat Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.
Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 17 Juni). Diafural. Diakses pada 6 April 2020, dari https://www.farmasi-id.com/diafural/


Format MLA (Modern Language Association)

"Diafural". Farmasi-id.com. 17 Juni 2019. 6 April 2020. https://www.farmasi-id.com/diafural/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Diafural", 17 Juni 2019, <https://www.farmasi-id.com/diafural/> [Diakses pada 6 April 2020]


Bagikan ke Rekan Anda