TOPIDOL

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > TOPIDOL

By | 25/12/2018

Kandungan

Ketorolac Trometamol

Indikasi

Terapi jangka pendek nyeri sedang hingga berat & nyeri akut pasca op.

Farmakologi

Topidol merupakan obat Anti Inflamasi Non Steroid ( AINS ) yang menghambat sintesis prostaglandin dan dapat dipertimbangkan aksi analgesik perifernya.

Kontra Indikasi

  • Hipersensitif thd ketorolac, asetosal, OAINS lain.
  • Tukak peptik aktif.
  • Penyakit serebrovaskular yg diduga atau didiagnosis.
  • Polip nasal parsial atau komplit, angioedema, atau bronkospasme.
  • Hipovolemia krn penyebab apapun atau dehidrasi.
  • Ggn fungsi ginjal sedang hingga berat.
  • Pasien yg sedang menjalani operasi dg risiko tinggi pendarahan, hemostasis inkomplit atau menggunakan antikoagulan termasuk heparin dosis rendah.
  • Penggunaan bersama dg okspentifilin, probenesid, atau garam litium.
  • Pemberian epidural atau intratekal (neuraksial).
  • Pasien dg sidnrom Steven-Johnson, riwayat asma.
  • Hamil, keguguran, melahirkan, atau laktasi. Anak <16 thn.

Perhatian

Pasien dg insufisiensi ginjal & hati. Pasien dg ggn koagulasi darah, riwayat penyakit GI, dekompensasi jantung, hipertensi atau kondisi sejenis. Tdk dianjurkan utk dierikan sblm op, sebagai zat anestesi penunjang atau analgesik obstetrik. Dpt meningkatkan hasil tes fungsi hati.

Efek Samping

Nyeri lambung & perut, mual, dispepsia, sakit kepala, pusing, mengantuk, berkeringat, edema, konstipasi, kembung, ggn fungsi hati, tukak lambung, pendarahan rektum, stomatitis, mual, muntah, depresi, mulut kering, euforia, rasa haus, gelisah, tdk mampu berkonsentrasi, vertigo, asma, dispnea, pruritus, urtikaria, vasodilatasi, pucat, peningkatan frekuensi berkemih, oliguria, rasa lelah, nyeri otot, ggn daya penglihatan.

Interaksi Obat

Metotreksat, warfarin, ACE inhibitor, diuretik, furosemid, obat nefrotoksik (misalnya aminoglikosida), obat antiepilepsi (fenitoin, karbamazepin), obat psikoaktif, morfin sulfat, pethidine HCl, promethazine HCl, hydroxyzine HCl.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

C, D (pada trimester tketiga atau mendekati persalinan).

Dosis

IM/IV Dws Awal 10 mg lalu 10-30 mg tiap 4-6 jam. Dosis total harian: 90 mg. Lanjut usia, pasien dg ggn fungsi ginjal atau dg BB <50 kg 60 mg. Lama terapi : Maks 2 hr.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 5 ampul @ 1 ml, cairan injeksi 30 mg

Izin BPOM

DKL1118216443A1

Produsen

Dankos Farma

Pendaftar

Nufarindo

sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.