Tivilac

Farmasi-id.com > Nutrisi > Vitamin & Mineral (untuk Masa Hamil & Nifas)/Antianemia > Tivilac

By | 27/05/2015

Tivilac®
TABLET SALUT GULA

 

KOMPOSISI
Tiap tablet salut gula mengandung:

Vitamin A6.000IU
Vitamin D400IU
Vitamin C (Asam Askorbat)100mg
Vitamin B1 (Tiamin Mononitrat)10mg
Vitamin B2 (Riboflavin)2,5mg
Vitamin B6 (Piridoksin Hidroklorida)15mg
Vitamin B124mcg
Niasinamida20mg
Kalsium pantotenat7,5mg
Asam Folat0,25mg
Ferrosi fumarats90mg
Kalsium Laktat250mg
Tembaga (sebagai Tembaga sulfat anhidrat)0.1mg
Iodium (sebagai Kalium Iodida)0.1mg
Fluorida (sebagai Natrium Florida)1mg

FARMAKOLOGI
Vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan dan diferensiasi jaringan epitel serta dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang, reproduksi dan pertumbuhan embrio. Vitamin A mencegah rabun senja, xeroftalmia dan keratamalasia dengan perforasi kornea.
Vitamin D diperlukan untuk pencegahan dan pengobatan rakitis nutrisional, pengobatan rakitis metabolik dan osteomalasia, terutama pada keadaan gagal ginjal kronis; pengobatan hipoparatiroidisme.
Vitamin C diperlukan untuk atau memudahkan konversi residu lisin dan prolin tertentu dalam prokolagen menjadi hidroksiprolin dan hidroksilisin dalam sintesis kolagen, oksidasi rantai samping lisin pada protein untuk menyediakan hidroksitrimetillisin untuk sintesis kreatinin, konversi asam folat menjadi asam folinat. Vitamin B1 berfungsi dalam tubuh sebagai koenzim tiamin pirofosfat (TPP). Tiamin pirofosfat berfungsi dalam metabolisme karbohidrat sebagai koenzim pada dekarboksilasi asam alfaketa seperti piruvat dan alfa-ketoglutarat.
Vitamin B2 dalam tubuh diubah menjadi flavin mononuklotida (FMN) dalam flavin adenin dinukleotida (FAD). FMN dan FAD berperan penting dalam metabolisme sebagai koenzim untuk berbagai jenis flavoprotein sistem pernafasan.
Vitamin B6 dalam tubuh diubah menjadi piridoksal fosfat. Piridoksal fosfat berperan dalam beberapa transaminasi, dan rasemisasi.
Vitamin B12 sebagai komponen dari berbagai koenzim, bekerja penting pada sintesa asam nukleat.
Niasinamida berperan penting dalam metabolisme sebagai koenzim untuk berbagai jenis protein yang mengkatalisis reaksi reduksi-oksidasi yang sangat diperlukan pada respirasi jaringan.
Kalsium pantotenat dalam tubuh diubah menjadi 4 fosfopantetein melalui fosforilasi dan ikatan pada sisteamin, derivat ini tergabung ke dalam koenzim A atau protein pembawa asil, bentuk fungsional dari vitamin. Koenzim A berperan sebagai kofaktor pada berbagai reaksi yang dikatalisis oleh enzim yang melalui transfer gugus asetil,
Asam folat setelah dikonversi menjadi asam tetrahidrofolat, diperlukan untuk eritropoiesis normal, sintesis purin dan timidilat, metabolisme asam-asam amino seperti glisin dan metionin, serta metabolisme histidin.
Ferrosi fumaras adalah komponen yang sangat penting dalam pembentukan hemoglobin fisiologik, jumlah yang memadai diperlukan untuk eritropoiesis efektif dan menghasilkan kapasitas transpor oksigen dalam darah.
Kalsium laktat diperlukan untuk menjamin tulang dan gigi yang lebih kuat pada anak-anak.
Tembaga diperlukan agar berbagai metaloenzim berfungsi secara normal, termasuk seruloplasmin, monoamin oksidase, feroksidase II, tirosinase, dopamin beta-hidroksilase dan sitokrom-C oksidase, dan protein.
Iodium adalah bagian integral dari hormon tiroid, tetraiodotironin (tiroksin) dan triiodotironin. Iodium mencegah hiperplasia dan hipertropi kelenjar tiroid.
Fluorida mencegah karies pada janin.

Indikasi
Tivilac® diindikasikan untuk mencegah dan mengobati defisiensi vitamin dan mineral pada wanita hamil dan ibu menyusui.

Dosis DAN CARA PEMBERIAN
– 1 tablet per hari atau sesuai anjuran dokter

PERINGATAN DAN Perhatian

  • Setelah minum obat ini faces bisa berwarna hitam, namun sama sekali tidak membahayakan.
  • Bila terlihat tanda noda pada gigi pengobatan dihentikan.
  • Tivilac® tidak boleh digunakan melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Pada beberapa orang pemberian obat ini dapat menimbulkan gejala-gejala seperti mual, muntah, nyeri lambung dan kadangkadang terjadi diare atau sulit buang air besar.

KONTRAIndikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap salah satu komponen sediaan.

PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.

Kemasan
Dus isi 1 botol @ 30 tablet .
No. Reg DBL9631512216A1

Diproduksi oleh:
PT. PRATAPA NIRMALA
Tangerang – Indonesia

sekilas tentang vitamin dan mineral

Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus fungsi yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Sumber berbagai vitamin ini dapat berasal dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Mineral adalah unsur atau elemen seperti tembaga, besi, kalsium, kalium, dll yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah tertentu (sering dalam jumlah kecil). adalah unsur kimia yang diperlukan sebagai nutrisi penting oleh organisme untuk melakukan fungsi yang diperlukan untuk kehidupan. Namun, empat elemen struktural utama dalam tubuh manusia berdasarkan berat (oksigen, hidrogen, karbon, dan nitrogen), biasanya tidak termasuk dalam daftar mineral nutrisi utama (nitrogen dianggap sebagai "mineral" untuk tanaman, seperti yang sering dimasukkan dalam pupuk). Keempat elemen ini menyusun sekitar 96% dari berat tubuh manusia, dan mineral utama (makromineral) dan mineral minor (juga disebut elemen jejak) menyusun sisanya.

Mineral, sebagai unsur, tidak dapat disintesis secara biokimia oleh organisme hidup. Tumbuhan mendapatkan mineral dari tanah. Sebagian besar mineral dalam makanan manusia berasal dari makan tumbuhan dan hewan atau dari air minum. Sebagai sebuah kelompok, mineral adalah salah satu dari empat kelompok nutrisi penting, yang lain adalah vitamin, asam lemak esensial, dan asam amino esensial. Lima mineral utama dalam tubuh manusia adalah kalsium, fosfor, kalium, natrium, dan magnesium. Semua elemen yang tersisa dalam tubuh manusia disebut "elemen jejak". Elemen jejak yang memiliki fungsi biokimia spesifik dalam tubuh manusia adalah belerang, besi, klorin, kobalt, tembaga, seng, mangan, molibdenum, yodium dan selenium.

Sebagian besar unsur kimia yang dicerna oleh organisme adalah dalam bentuk senyawa sederhana. Tumbuhan menyerap unsur-unsur terlarut dalam tanah, yang selanjutnya dicerna oleh herbivora dan omnivora yang memakannya, dan unsur-unsur tersebut bergerak ke atas rantai makanan.
Sekilas Tentang Anemia
Anemia adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari jantung yang diperoleh dari paru-paru, dan kemudian mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Anemia merupakan penyakit darah yang sering ditemukan. Beberapa anemia memiliki penyakit dasarnya. Anemia bisa diklasifikasikan berdasarkan bentuk atau morfologi sel darah merah, etiologi yang mendasari, dan penampakan klinis. Penyebab anemia yang paling sering adalah perdarahan yang berlebihan, rusaknya sel darah merah secara berlebihan hemolisis atau kekurangan pembentukan sel darah merah ( hematopoiesis yang tidak efektif).

Seorang pasien dikatakan anemia bila konsentrasi hemoglobin (Hb) nya kurang dari 13,5 g/dL atau hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada laki-laki, dan konsentrasi Hb kurang dari 11,5 g/dL atau Hct kurang dari 36% pada perempuan.

Antianemia merupakan obat yang digunakan untuk mencegah atau memperbaiki anemia. Informasi lengkap mengenai anemia dapat Anda baca di sini.