Ticlopidine

Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Antikoagulan, Antiplatelet, & Fibrinolitik (Trombolitik) > Ticlopidine

By | 09/10/2018

Indikasi

Mengurangi risiko stroke trombotik (fatal atau nonfatal) pada pasien yang pernah mengalami prekursor stroke, dan pada pasien yang telah mengalami stroke trombotik. Karena obat ini dikaitkan dengan risiko dislasi darah yang mengancam jiwa termasuk thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP), neutropenia / agranulocytosis dan anemia aplastik, sebaiknya hanya digunakan untuk pasien yang tidak toleran atau alergi terhadap terapi aspirin atau yang telah gagal dalam terapi aspirin.

Obat ini juga digunakan sebagai terapi tambahan dengan aspirin untuk mengurangi kejadian trombosis stent subakut pada pasien yang menjalani implantasi stent koroner.

Farmakologi

Ticlopidine hydrochloride menghambat adenosine diphosphate-mediated platelet agregasi. Bila diminum secara oral, obat ini menyebabkan penghambatan agregasi platelet dan pelepasan unsur trombosit platelet, dan juga perpanjangan waktu perdarahan.

Ticlopidine hydrochloride diserap dengan cepat dari saluran pencernaan dan bioavailabilitasnya sangat tinggi dengan kadar plasma puncak yang terjadi sekitar 2 jam setelah pemberian. Bioavailabilitas oral meningkat sebesar 20% bila dikonsumsi setelah makan.

Ekskresi: Sebagai metabolit; melalui urin (60%), melalui feses (25%). Waktu paruh terminal: 30-50 jam.

Kontra Indikasi

  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi obat Ticlopidine.
  • Kontraindikasi untuk pasien dengan gangguan hematopoietik seperti leucopenia, trombositopenia dan agranulositosis atau memiliki riwayat anemia TTP atau aplastik.
  • Kontraindikasi untuk pasien yang memiliki kelainan hemostatik atau perdarahan patologis aktif (seperti pendarahan ulkus peptik atau perdarahan intrakranial).
  • Kontraindikasi untuk pasien stroke hemorrhagic akut, pasien dengan gangguan hati parah.

Efek Samping

  • Efek samping berupa gangguan saluran pencernaan misalnya, mual, muntah dan diare.
  • Kadang juga bisa menyebabkan reaksi alergi kulit misalnya ruam makulopapular atau urtikaria (sering disertai pruritus).
  • Obat ini juga dapat menyebabkan peningkatan kolesterol, trigliserida, enzim hati, dan pendarahan.
  • Efek samping yang paling serius yang terkait dengan penggunaan obat ini adalah efek samping yang mempengaruhi sel darah (misalnya neutropenia, trombositopenia, thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP), dan anemia aplastik), walaupun komplikasi yang mengancam jiwa ini relatif jarang terjadi. Karena risiko ini, pengobatan biasanya disertai tes darah setiap dua minggu selama tiga bulan pertama.

Peringatan dan Perhatian

  • Obat ini bisa menurunkan kemampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah yang dibutuhkan tubuh. Penurunan jumlah sel darah putih (neutropenia) atau platelet (trombositopenia) dapat terjadi, terutama selama 3 bulan pertama pengobatan. Hal ini dapat menyebabkan masalah pendarahan atau infeksi. Beritahu dokter jika Anda memiliki tanda-tanda infeksi seperti demam, menggigil, atau sakit tenggorokan, memar atau berdarah, atau jika Anda merasa sangat lelah atau lemah.
  • Ticlopidine harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang berisiko mengalami perdarahan akibat trauma, operasi atau kondisi patologis. Sebaiknya penggunaan obat ini harus dihentikan 10 – 14 hari sebelum operasi.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang memiliki lesi dengan kecenderungan berdarah (seperti bisul).
  • Tidak diketahui apakah obat ini diekskresikan dalam susu manusia. Karena banyak obat diekskresikan dalam susu manusia sebaiknya penggunaan obat Ticlopidine untuk ibu menyusui harus dipertimbangkan dengan sangat matang.

Interaksi Obat

  • Pemberian setelah penggunaan obat-obat antasida menyebabkan penurunan kadar Ticlopidine sampai 18%.
  • Cimetidine mengurangi clearance Ticlopidine hydrochloride sebesar 50%.
  • Kortikosteroid memiliki efek antagonis terhadap efek waktu perdarahan.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan clopidogrel.
  • Interaksi yang berpotensi Fatal : Risiko perdarahan meningkat jika digunakan bersamaan dengan NSAID dan antikoagulan oral; menyebabkan penurunan metabolisme theophylline, phenytoin and bupropion.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat Ticlopidine untuk ibu hamil hanya jika benar-benar dibutuhkan.

Overdosis

Perdarahan GI, kejang, hipotermia, dyspnoea, hilangnya keseimbangan dan gaya berjalan abnormal.

Dosis

Profilaksis kejadian trombosis stent subakut pada pasien yang menjalani implantasi stent koroner

Dewasa (usia lebih dari18 tahun) : 250 mg 2 x sehari selama 4 minggu, diberikan bersamaan dengan aspirin, dimulai pada saat penempatan stent.

Profilaksis stroke trombotik, penyakit jantung iskemik, klaudikasio intermiten

Dewasa (usia lebih dari18 tahun) : 2 x sehari 250 mg.

Penyesuaian dosis :

  • Gangguan ginjal : Pengurangan atau penghentian dosis jika komplikasi hemoragik atau haematopoietik terjadi.
  • Gangguan hati parah : kontraindikasi.

Catatan:

  • Pemberian dengan makanan dianjurkan untuk memaksimalkan toleransi gastrointestinal.
  • Bioavailabilitas oral Ticlopidine meningkat sebesar 20% bila dikonsumsi setelah makan.

Sediaan

Tablet kekuatan 250 mg

Nama Brand

Agulan, Cartrilet , Goclid , Piclodin, Platidine, Ticard, Ticlid , Ticlon, Ticlophar, Ticuring.