Storvas


Apa Kandungan dan Komposisi Storvas?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Storvas adalah:

Atorvastatin.

Sekilas Tentang Atorvastatin Pada Storvas
Atorvastatin dipasarkan dengan nama dagang Lipitor dan beberapa lainnya, adalah anggota kelas obat yang dikenal sebagai statin, yang digunakan untuk menurunkan kolesterol. Atorvastatin menghambat enzim penentu laju yang terletak di jaringan hati yang menghasilkan mevalonat, molekul kecil yang digunakan dalam sintesis kolesterol dan turunan mevalonat lainnya. Ini menurunkan jumlah kolesterol yang diproduksi yang pada gilirannya menurunkan jumlah total kolesterol LDL.

Dengan penjualan tahun 2006 sebesar US$12,9 miliar dengan merek Lipitor, obat ini merupakan obat dengan penjualan terbesar di dunia.

Obat serupa, simvastatin, tersedia sebagai alternatif generik yang lebih murah.

Farmakologi

Seperti statin lainnya, atorvastatin adalah inhibitor kompetitif HMG-CoA reduktase. Tidak seperti kebanyakan yang lain, bagaimanapun, itu adalah senyawa yang sepenuhnya sintetis. HMG-CoA reductase mengkatalisis reduksi 3-hidroksi-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) menjadi mevalonate, yang merupakan langkah pembatas laju dalam biosintesis kolesterol hati. Penghambatan enzim menurunkan sintesis kolesterol de novo, meningkatkan ekspresi reseptor lipoprotein densitas rendah (reseptor LDL) pada hepatosit. Hal ini meningkatkan pengambilan LDL oleh hepatosit, menurunkan jumlah kolesterol LDL dalam darah. Seperti statin lainnya, atorvastatin juga mengurangi kadar trigliserida dalam darah dan sedikit meningkatkan kadar kolesterol HDL.

Dalam uji klinis, menambahkan ezetimibe (Zetia) ke Lipitor menurunkan kolesterol lebih efektif daripada Vytorin (ezetimibe + simvastatin)..

Penggunaan klinis

Indikasi

Atorvastatin diindikasikan sebagai tambahan untuk diet untuk pengobatan dislipidemia, khususnya hiperkolesterolemia. Ini juga telah digunakan dalam pengobatan hiperlipidemia gabungan.

Pada tahun 2005, percobaan PROVE IT-TIMI 22 membandingkan pravastatin 40mg/hari dengan atorvastatin 80mg/hari. Diambil langsung dari hasil percobaan: "Pengobatan standar (statin) dengan 3-hydroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase inhibitor (pravastatin 40 mg/hari) menghasilkan penurunan kadar kolesterol LDL sebesar 22% pada 30 hari dibandingkan dengan pengurangan 51% dengan terapi intensif (atorvastatin 80 mg/hari).Pada 2 tahun, pengurangan risiko relatif 16% (interval kepercayaan 95%, 5% -26%; P = 0,005) di primer tingkat titik akhir (kematian, infark miokard, angina tidak stabil yang didokumentasikan memerlukan rawat inap, revaskularisasi koroner, atau stroke) terlihat pada pasien yang menerima pengobatan statin intensif dibandingkan dengan terapi statin standar.Manfaat pengobatan intensif terlihat sedini 30 hari dan konsisten dari waktu ke waktu. Data PROVE IT-TIMI 22 menunjukkan bahwa pasien yang baru-baru ini dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan manfaat ACS dari penurunan kolesterol LDL dini dan berkelanjutan ke tingkat yang jauh di bawah rekomendasi pedoman saat ini."

Sediaan

Tablet kalsium Atorvastatin saat ini dipasarkan oleh Pfizer dengan nama dagang Lipitor, dalam bentuk tablet (10, 20, 40 atau 80 mg) untuk pemberian oral. Tablet berwarna putih, elips, dan dilapisi film. Di beberapa negara mungkin juga dikenal sebagai: Sortis, Torvast, Torvacard, Totalip, Tulip, Xarator, Atorpic, atau Liprimar. Itu juga dikemas dalam kombinasi dengan obat lain, seperti halnya dengan Pfizer's Caduet.

Efek samping

Reaksi obat yang merugikan yang umum (‚Č•1% pasien) yang terkait dengan terapi atorvastatin meliputi: mialgia, gejala gastrointestinal ringan sementara (diare, konstipasi, buang gas), peningkatan konsentrasi transaminase hati, sakit kepala, insomnia, nyeri sendi, dan/atau pusing.

Miopati dan rhabdomyolisis terjadi pada <0,1% pasien. Risiko meningkat pada pasien dengan gangguan ginjal, penyakit bersamaan yang serius; dan/atau penggunaan bersamaan dengan obat yang menghambat CYP3A4.

Tantangan paten

Besarnya pasar atorvastatin telah mendorong perusahaan manufaktur obat generik Ranbaxy untuk menantang validitas beberapa paten Pfizer di pengadilan paten di seluruh dunia. Pada Maret 2007, sebagian besar pengadilan telah menegakkan validitas paten asli Pfizer untuk atorvastatin, yang akan berakhir di wilayah Eropa pada 2011 (tetapi 2007 di Kanada). Namun paten kemudian untuk enansiomer spesifik dari formula atorvastatin yang berguna secara medis, yang akan memberikan perlindungan lebih lama kepada Pfizer, bernasib kurang baik. Meskipun ditegakkan di Amerika Serikat, Spanyol, dan Ekuador, paten enansiomer telah dinyatakan tidak sah oleh pengadilan di Austria, Australia, Kanada, Belanda, dan Inggris.

Pfizer melawan alternatif simvastatin

Setelah dokter dan pasien mulai beralih ke obat alternatif generik yang lebih murah yang disebut simvastatin dalam jumlah puluhan ribu, Pfizer meluncurkan kampanye termasuk iklan, upaya lobi, dan tur ceramah berbayar oleh Dr. Louis W. Sullivan, mantan sekretaris Departemen federal Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, untuk mencegah tren.

Analisis independen menunjukkan bahwa, pada dosis yang biasa diresepkan, atorvastatin dan simvastatin tidak memiliki perbedaan yang signifikan secara statistik dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular.

Storvas Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Storvas?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Storvas adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Untuk menurunkan kadar kolestrol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, sekaligus mampu meningkatkan kadar kolestrol baik (HDL, high density lipoprotein).

Bagaimana Farmakologi Storvas?

Atorvastatin bekerja dengan cara menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reductase, suatu enzim yang berperan dalam pembentukan kolestrol. Dengan terhambatnya kinerja enzim ini kadar kolestrol dalam darah akan berkurang. Kadar LDL dikatakan normal jika berada pada kadar < 100 mg/dL.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Storvas?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Storvas:

Dosis lazim untuk hiperkolesterolemia primer dan hiperlipidemia campuran

1 x sehari 10 mg, bila perlu dosis dapat ditingkatkan sampai maksimal 1 x sehari 80 mg, dengan interval 4 minggu.

Dosis lazim untuk hiperkolestrolemia familial

1 x sehari 10 mg, bisa ditingkatkan menjadi 1 x sehari 40 mg dengan interval 4 minggu. Bila diperlukan, dosis bisa ditingkatkan lagi sampai 1 x sehari 80 mg, (atau dikombinasikan dengan resin penukar anion pada pasien hiperkolestrolemia familial heterozigot).

Apa Saja Kontraindikasi Storvas?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Storvas dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap atorvastatin atau obat-obat golongan statin lain
  • Jangan menggunakan obat golongan statin jika anda sedang hamil karena diketahui berakibat buruk pada janin
  • Pasien yang berencana untuk hamil, sebaiknya juga tidak mengkonsumsi obat ini. untuk pencegahan sebaiknya gunakan kontrasepsi yang memadai selama menggunakan obat ini
  • Belum diketahui apakah obat ini ikut keluar bersama air susu ibu, tetapi mengingat potensi bahayanya yang tinggi, jika anda adalah ibu menyusui, jangan menggunakan atorvastatin karena dikhawatirkan bisa mengganggu metabolisme lipid bayi
  • Obat ini juga dikontraindikasikan terhadap pasien yang mempunyai masalah pada organ hati seperti : kolestasis, ensefalopati, hepatitis, dan penyakit kuning


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Storvas Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Storvas, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Storvas?

Jika Anda lupa menggunakan Storvas, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Storvas Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Storvas?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Storvas yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Storvas?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Storvas yang mungkin terjadi adalah:

  • Efek samping yang umum diantaranya sakit kepala, gangguan pencernaan seperti sembelit, mual, muntah, diare, nyeri perut, dispepsia, konstipasi, kembung dan diare, gangguan tidur (insomnia) dan penipisan rambut
  • Obat ini juga diketahui meningkatkan kadar gula darah yang mempengaruhi penderita diabetes tipe 2. Namun resiko ini relatif kecil
  • Meningkatkan resiko cedera otot (myopathy) terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dikombinasikan dengan obat-obat lain. Bila terjadi miopati dan peningkatan kadar kreatin kinase yang sangat tajam (lebih dari 5 x batas atas nilai normal), atau terjadi gejala gangguan otot yang parah, maka pemakaian obat-obat statin harus dihentikan
  • Efek samping yang tingkat kejadiannya jarang dari pemakaian obat ini misalnya kerusakan hati, mempengaruhi daya ingat, dan kebingungan
  • Reaksi alergi akibat pemakaian obat ini juga jarang, namun dapat berakibat serius jika terjadi. Oleh karena itu jika tanda-tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal, pembengkakan, pusing, atau kesulitan menelan / bernapas segera hubungi pihak medis

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Storvas?

  • Obat bisa digunakan sebelum, sesudah atau bersama makanan pada malam hari
  • Sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan mengkonsumsi diet rendah kolestrol
  • Obat golongan statin harus digunakan dengan hati-hati pada peminum alkohol
  • Penggunaan Storvas 20 mg Tablet (atorvastatin) harus dilakukan secara hati-hati dan dengan pengawasan dokter untuk pasien yang menderita gangguan hati, ginjal, kelenjar tiroid, dan pasien-pasien yang pernah mengalami keluhan cedera otot
  • Fungsi hari harus diperiksa sebelum dan sesudah menggunakan obat ini karena adanya potensi hepatotoksisitas
  • Hipotiroidisme harus diatasi sebelum menggunakan obat-obat golongan statin.
    Selalu lakukan pemantauan kadar kolestrol secara berkala sebagai bahan evaluasi dosis dari dokter anda
  • Storvas 20 mg Tablet (atorvastatin) dapat menyebabkan pusing, sebaiknya jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini
  • Laporkan kepada dokter anda jika anda mengalami gejala nyeri otot, rasa kaku, atau rasa lemah otot yang penyebabnya tidak diketahui dengan pasti

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Storvas Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Storvas untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori X: Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

Apa Saja Interaksi Obat Storvas?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Storvas antara lain:

  • Obat-obat yang menghambat enzim sitokrom p450 secara kuat seperti, itraconazole, ketoconazole, posaconazole, vorikonazol, erythromycin, clarithromycin, telitromisin sebaiknya dihindari. Jika obat-obat itu sangat dibutuhkan, hentikan pemakaian Storvas 20 mg Tablet (atorvastatin)
  • Penghambat enzim sitokrom p450 yang lebih lemah seperti fluconazole, siklosporin, verapamil, diltiazem harus dilakukan dengan sangat hati-hati
  • Pemberian Storvas 20 mg Tablet (atorvastatin) dengan anti lipid lain seperti gemfibrozil harus dihindari, karena dapat menurunkan tingkat lipid secara drastis
  • Pemberian bersamaan Storvas 20 mg Tablet (atorvastatin) dengan colchicine, amiodaron, dronedarone, ranolazine, sakuinavir , ritonavir, atau calcium channel blockers (misalnya verapamil, diltiazem, atau amlodipine) meningkatkan resiko cedera otot (miopati) termasuk rhabdomyolysis
  • Storvas 20 mg Tablet (atorvastatin) dapat menurunkan efek antikoagulan
  • Vitamin D menurunkan kadar Storvas 20 mg Tablet (atorvastatin) dan konsentrasi metabolit aktifnya, namun keduanya secara sinergis mengurangi kadar LDL dan konsentrasi kolesterol total
  • Jus jeruk diketahui mengandung senyawa inhibitor CYP3A4 di dalam usus
  • Meminum jus jeruk saat menggunakan Storvas 20 mg Tablet (atorvastatin) dapat menyebabkan peningkatan Cmax dan AUC, yang dapat menyebabkan meningkatnya potensi efek samping atau toksisitas

Bagaimana Kemasan dan Sediaan Storvas?

Storvas tablet 10 mg, 20 mg.

Nama Generik

Atorvastatin

Nama Brand Storvas?

  • Actalipid
  • Litorcom
  • Atofar
  • Removcho
  • Atorsan
  • Simtor
  • Atorwin
  • Starvaz
  • Avesco
  • Stator
  • Caduet
  • Stinator
  • Debostin
  • Torvacard
  • Lipitor
  • Truvaz
PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.