SCOPMA/SCOPMA PLUS

Kandungan, Indikasi, Efek Samping, Kontra, Interaksi, Dosis, Obat Apa | FARMASI-ID.COM > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antipasmodik > SCOPMA/SCOPMA PLUS

Produsen:

Ifars.

Komposisi:

Per Scopma kapl Hyoscine-N-butylbromide. Per Scopma Plus kapl Hyoscine-N-butylbromide 10 mg, paracetamol 500 mg.

Indikasi:

Scopma: Spasme saluran GI & kemih kelamin. Pencegahan & penanganan spasme dismenore. Scopma Plus: Nyeri paroksismal lambung atau penyakit usus halus; nyeri spastik saluran empedu, saluran kemih, & organ genital pada wanita.

Dosis:

Scopma Dws 1-2 kapl 4 x/hari, anak 6-12 tahun 1 kapl 3 x/hari. Scopma Plus Dws 1-2 kapl 3 x/hari. Maks: 6 kapl/hari.

Pemberian Obat:

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Kontra Indikasi:

Porfiria, glaukoma, hipertrofi prostat dengan kecenderungan retensi urin, stenosis mekanis pada GI, takikardi, megakolon. Gangguan fungsi hati (utk Scopma Plus).

Perhatian:

Gangguan fungsi ginjal, sindrom Gilbert. Hamil, laktasi. Lansia, gangguan jantung, kolitis ulseratif, ileus paralitik, stenosis pilorik. Hindari minuman beralkohol.

Efek Samping:

Kekeringan pada mulut & kulit, konstipasi, palpitasi, semburat panas & kemerahan pada wajah, aritmia jantung, bradikardi, takikardi, reaksi paradoksikal, gangguan penglihatan. Kerusakan hati (pada pemberian Scopma Plus dosis besar).

Interaksi Obat:

Scopma: Antihistamin, antidepresan, kuinidin, disopiramid, alkohol, antidepresan, analgesik narkotik, sedatif/hipnotik, Kalium klorida.Scopma Plus: Obat hipnotik, anti epilepsi (glutetimid, fenobarbital, fenitoin, karbamazepin), rifampisin, alkohol, propantelin, metoklopramid, kloramfenikol.

Kemasan/Harga:

VarianKemasan/Harga
Scopma kaplet 10 mg
10 × 10’s (Rp104,016/boks)
Scopma Plus kapsul let
100’s (Rp122,496/boks)

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.