Pyrantel Pamoate

Farmasi-id.com > Obat Cacingan > Pyrantel Pamoate

By | 06/05/2019

Indikasi

Untuk pengobatan kecacingan akibat Cacing Kremi (Enterobius vermicularis), Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides), Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale & Necator americanus), Cacing Trichostrongylus colubriformis dan Orientalis.

Farmakologi

Pirantel pamoat melumpuhkan cacing dengan cara mendepolarisasi senyawa penghambat neuromuskuler dan mengeluarkannya dari dalam tubuh biasanya tanpa memerlukan pencahar.

Peringatan dan Perhatian

  • Sebaiknya hindarkan penggunaan obat ini semasa hamil dan anak dibawah usia 2 tahun karena keamanan penggunaannya belum diteliti/banyak diketahui. Penggunaan obat ini pada penderita gangguan hati sebaiknya berhati-hati.
  • Pemberian dengan piperazine dapat menyebabkan efek antagonis.

Overdosis

Belum pernah dilaporkan kasus overdosis. Jika terjadi overdosis dilakukan kuras lambung dan pengobatan supportif.

Kontra Indikasi

Penderita hipersensitif.

Efek Samping

Anoreksia ( nafsu makan hilang), mual,muntah, diare, sakit kepala, pusing, mengantuk dan merah-merah pada kulit, keringat dingin, berkeringat, pruritus, urtikaria.

Dosis

Dosis pirantel pamoat yang dianjurkan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh Enterobius vermicularis, Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator americanus, Trichostrongilus colubriformis dan orientalis adalah 10 mg pirantel basa, setiap kg berat badan diberikan secara oral sebagai dosis tunggal; dosis berdasarkan perkiraan berat badan sebagai berikut: dewasa, berat badan > 75 kg, 1000 mg; anak-anak > 12 tahun, berat badan 41-75 kg, 750 mg; 6-12 tahun, BB 22-41 kg, 500 mg; 2-6 tahun, berat badan <12 kg, 250 mg; 1/2-2 tahun, berat badan < 12 kg, 125 mg.

Untuk infeksi yang lebih berat oleh cacing tambang (Necator americanus) dosis yang dianjurkan adalah 20 mg (sebagai basa) setiap kg berat badan, diberikan sebagai dosis tunggal selama 2 hari berturut-turut atau 10 mg (sebagai basa) setiap kg berat badan diberikan sebagai dosis tunggal selama 3 hari berturut-turut.

Infeksi yang hanya disebabkan oleh Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) saja dapat disembuhkan dengan dosis 5 mg (sebagai basa) setiap kg berat badan diberikan sebagai dosis tunggal; dosis untuk Ascariasis berdasarkan perkiraan berat badan dan menurut usia sebagai berikut: dewasa, berat badan > 75 kg, 500 mg; anak-anak > 12 tahun, berat badan 41-75 kg, 375 mg; 6-12 tahun, berat badan 22-41 kg, 250 mg; 2-6 tahun, BB 12-22 kg, 125 mg; 1/2-2 tahun, berat badan < 12 kg, 62,5 mg.

Untuk program pengobatan masal yang ditujukan terhadap investasi dari Ascaris lumbricoides saja, dapat diberikan satu dosis tunggal 2,5 mg pirantel basa per kg bb; dosis berdasarkan perkiraan berat badan pada berbagai tingkat usia sebagai berikut: dewasa, berat badan > 75 kg, 250 mg; anak-anak > 12 tahun, berat badan 41-75 kg, 187,5 mg; 6-12 tahun, berat badan 22-41 kg, 125 mg; 2-6 tahun, berat badan 12-22 kg, 62,5 mg; 1/2-2 tahun, berat badan < 12 kg, 31,25 mg.

Izin BPOM, Kemasan, Sediaan, Produsen

  • GTL1807922304A1, dus.50 amplop @1 strip @ 2 kaplet, Harsen
  • GTL8912511510A2, dus, 25 catch cover @ 1 strip @ 4 tablet 125 mg, Kimia Farma
  • GTL8912511510A2, dus, 7 catch cover @ 1 strip @ 4 tablet 125 mg
    Kimia Farma
  • GTL9832703810A1, dus, 25 amplop @ 1 strip @ 4 tablet 125 mg, Yarindo Farmatama
  • GTL9917106310A1, 25 blister @ 4 tablet 125 mg, Holi Pharma

Nama Brand

Combantrin, Wormetrin, Pantrin.

Sekilas Tentang Antelmintik (Obat Cacingan)

Anthelmintic atau antihelminthic adalah sekelompok obat antiparasit yang mengeluarkan cacing parasit dan parasit internal lainnya dari tubuh dengan cara melumpuhkan atau mematikan mereka dan tanpa menyebabkan kerusakan yang signifikan pada inang. Obat ini juga dapat disebut vermifuges (yang melumpuhkan) atau vermicides (yang mematikan). Anthelmintic digunakan untuk mengobati orang yang terinfeksi cacing, suatu kondisi yang disebut helminthiasis.

Obat yang mengandung anthelmintik digunakan dalam kampanye pemberantasan cacing anak usia sekolah di banyak negara berkembang. Misalnya terapi pengobatan untuk infeksi cacing yang ditularkan melalui media tanah adalah mebendazole dan albendazole serta praziquantel untuk schistosomiasis.

Sekilas tentang cacingan

Cacingan dalam istilah sehari-hari adalah kumpulan gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit di dalam tubuh. Penyebab cacingan yang populer adalah cacing pita, cacing kremi, dan cacing tambang. Biasanya cacing bisa dengan mudah menular. Pantat gatal, merupakan salah satu gejala untuk jenis cacing Enterobius vermicularis. Pada spesies cacing ini, indung cacing keluar dari lubang anus, biasanya di malam hari ketika kita tidur, dan meletakkan telurnya di daerah peri-anal (sekeliling anus). Dengan menggunakan selotip, contoh telur-telur dapat diambil dan dapat dilihat dengan bantuan mikroskop untuk diagnosa.

Penyakit cacingan sering dianggap sebagai penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Padahal penyakit ini bisa menurunkan tingkat kesehatan anak. Di antaranya, menyebabkan anemia, IQ menurun, lemas tak bergairah, ngantuk, malas beraktivitas serta berat badan rendah. Gejala penyakit cacingan pun akan sulit dideteksi, jika jumlah cacing yang bersarang dalam tubuh masih sedikit.

Pada kasus infeksi cacing ringan, tanpa gejala atau kadang tidak menimbulkan gejala nyata. Gejala lan yang harus dikenali adalah lesu, tak bergairah, suka mengantuk, badan kurus meski porsi makan melimpah, serta suka menggaruk-garuk anusnya saat tidur karena bisa jadi itu pertanda cacing kremi sedang beraksi. Gangguan ini menyebabkan, kurang zat gizi, kurang darah atau anemia. Berkurangnya zat gizi maupun darah, keduanya berdampak pada tingkat kecerdasan, selain berujung anemia. Anemia akan menurunkan prestasi belajar dan produktivitas. Menurut penelitian, anak yang kehilangan protein akibat cacing tingkat kecerdasannya bisa menurun. Anemia kronis bisa mengganggu daya tahan tubuh anak usia di bawah lima tahun (balita).

Tetapi pada kasus-kasus infeksi berat bisa berakibat fatal. Ascaris pada cacing dapat bermigrasi ke organ lain yang menyebabkan peritonitis, akibat perforasi usus dan ileus obstruksi akibat bolus yang dapat berakhir dengan kematian.