Promuba

By | April 20, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antidiare > Promuba

Kandungan dan Komposisi Promuba

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Promuba adalah:

Tiap sendok takar (5 ml) PROMUBA suspensi mengandung,
Metronidazole benzoate setara dengan Metronidazole………………. 125 mg

 

Farmakologi Promuba

Metronidazole merupakan turunan 5-nitroimidazole yang memiliki aktivitas: trikomoniasid, anaerobisid. Disposisi Metronidazole dalam tubuh dalam bentuk oral dan injeksi i.v. adalah sama dengan eliminasi waktu rata-rata pada manusia sehat adalah 8 jam. Metronidazole dapat dideteksi di dalam cairan serebrospinal, saliva dan air susu dengan konsentrasi sama dengan yang terdapat di plasma. Konsentrasi bakterisidal Metronidazole juga terdeteksi di dalam nanah dari abses hepatik.

 

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Promuba

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Promuba adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

– Urethritis dan vaginitis yang disebabkan oleh Trichomonas vagin4lis.
– Amoebiasis (amoebiasis hepatik dan intestinal).
– Mencegah terjadinya infeksi anaerob setelah operasi.
– Giardiasis yang disebabkan oleh Giardia lamblia.

 

Kontraindikasi Promuba

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Promuba dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

– Hipersensitif terhadap Metronidazole dan komponen obat lainnya.
– Selama trimester pertama kehamilan.

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Promuba Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Promuba?

Jika Anda lupa menggunakan Promuba, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Promuba Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Promuba?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Promuba yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Promuba

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Promuba yang mungkin terjadi adalah:

Efek Samping yang lebih serius adalah neuropati perifer, bangkitan konvulsif.
Urticaria, gatal-gatal pada kulit pernah dilaporkan.
Rasa tidak enak di mulut, furred tongue, mual, muntah atau gangguan saluran cerna sering dilaporkan.
Mengantuk, pusing, sakit kepala, ataksia dan urin berwarna gelap (karena metabolit Metronidazole) pernah dilaporkan meskipun jarang.
Leukopenia ringan yang reversibel pernah dilaporkan pada beberapa pasien.

 

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Promuba

  • Hati-hati diberikan pada wanita menyusui, karena Metronidazole dapat diekskresi ke dalam air susu ibu. Pada saat kehamilan trimester pertama dan kedua Metronidazole dapat melewati sawar plasenta
  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan penyakit sistem saraf pusat, gangguan pada CNS telah dilaporkan pada beberapa kasus, dan akan hilang apabila penggunaan Metronidazole dihentikan
  • Pada penggunaan Metronidazole jangka panjang, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah
  • Dosis harus dikurangi untuk penderita yang mengidap penyakit hati
  • Minuman beralkohol yang diminum selama pengobatan dengan Metronidazole dapat menimbulkan gejala kram pada abdomen, mual, muntah, sakit kepala, flushing

Interaksi Obat Promuba

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Promuba antara lain:

  • Dianjurkan untuk menggunakan Metronidazole sebagai obat tunggal, apabila dikombinasi dengan obat lain harus dengan dosis penuh pada pengobatan yang normal
  • Penggunaan bersamaan dengan warfarin, anti koagulan kumarin memperpanjang waktu prothrombin, harus dipertimbangkan untuk mengurangi dosis antikoagulan
  • Cimetidine dapat memperpanjang bersihan plasma Metronidazole, sehingga dapat mempertinggi efek toksik Metronidazole
  • Reaksi psikosis telah dilaporkan pada saat penggunaan Metronidazole bersamaan dengan disulfiram dan alkohol

 

Sekilas tentang diare
Diare merupakan penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Diare dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, cacing dan jamur, intoksikasi makanan yang mengandung bakteri atau toksin (makanan beracun), alergi susu sapi atau makanan tertentu, gangguan penyerapan (malabsorbsi) karbohidrat, lemak dan protein.

Diare (bahasa Inggris: diarrhea) juga didefinisikan sebagai sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.

Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.
sekilas tentang obat antidiare
Antidiare adalah obat tertentu yang menghentikan atau memperlambat diare. Antidiare hanya meredakan gejala diare, seperti peningkatan frekuensi dan urgensi ketika buang air besar, antidiare tidak menghilangkan penyebabnya. Hal ini berarti bahwa segera setelah Anda berhenti mengonsumsi antidiare, diare akan kembali muncul kecuali dan belum berhenti sebelum penyebabnya diatasi. Antivirus dapat bekerja dengan memperlambat kontraksi usus, meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk eksresi. Usus akan melakukan penyerapan, mengurangi kadar air tinja. Agen lain bekerja dengan mengangkat tinja, menambah volume dengan zat seperti serat.

Agen rehidrasi oral (oralit) juga dapat disebut sebagai antidiare; namun, ini tidak menghentikan atau memperlambat diare selain mengganti cairan yang keluar selama diare. Agen lain yang digunakan untuk membantu meringankan gejala diare termasuk agen antimotilitas atau agen antispasmodik. Agen antibakteri kadang-kadang dapat digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi spesifik, seperti campylobacter atau giardia; namun, ini tidak sering direkomendasikan atau dibutuhkan.

Dosis dan Aturan Pakai Promuba

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Promuba:

PROMUBA suspensi diberikan 1 jam sebelum makan.

  • Untuk Amoebiasis.
    Dewasa : Sehari 3 x 750 mg, selama 5 – 10 hari
    Anak-anak : Sehari 35 – 50 mg/kg berat badan/hari dalam tiga dosis terbagi, selama 10 hari
  • Untuk Trikomoniasis.
    Dewasa : 2 gram diberikan sebagai dosis tunggal selama 1 hari atau 500 mg 2 kali sehari atau 250 mg 3 kali sehari selama 7 hari.
    Anak-anak : 15 mg/kg berat badan/hari dalam tiga dosis terbagi, selama 7 sampai 10 hari.
    Pada wanita dianjurkan 3 x 250 mg/hari selama 10 hari, bila diperlukan pengobatan ulang, perlu istirahat selama 4 – 6 minggu. Pada terapi ulang diperlukan pemeriksaan jumlah sel darah putih sebelum, selama dan sesudah pengobatan
  • Untuk Giardiasis.
    Dewasa : 250 mg sampai 500 mg, 3 kali per hari selama 5 sampai 7 hari.
    Atau 2 gram sehari sebagai dosis tunggal, selama 3 hari.
    Anak-anak : 5 mg/kg berat badan 3 kali sehari, selama 5 sampai 7 hari
  • Untuk infeksi bakteri anaerob :
    Untuk infeksi yang cukup serius, Metronidazole infus harus diberikan sebagai pengobatan awal.
    Dewasa : 7,5 mg/kg berat badan setiap 6 jam, (kira-kira 500 mg untuk berat badan dewasa 70 kg) maksimal 4000 mg sehari selama 7 sampai 10 hari

 

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Promuba

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Promuba:

PROMUBA suspensi
Dus @ isi 1 botol @ 60 ml
No. Reg. : DKL 0615619233 A1

 

Cara Penyimpanan Promuba

Simpan di tempat sejuk (15 – 25) ºC, kering dan terlindung dari cahaya

Meprofarm adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1973 oleh Wanne Mardiwidyo. Awalnya perusahaan ini memasarkan obat generik yang pada waktu itu masih diproduksi secara maklon atau dikerjakan oleh pihak lain di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Tahun 1993 Meprofarm mulai membangun fasilitas produksi yang dinamakan Mepro-1 di Bandung dengan tujuan untuk memperbesar skala produksi dan mendapatkan sertifikat CPOB dari Kementrian Kesehatan. Fasilitas Mepro-1 digunakan untuk produksi, riset and development, gudang, marketing, dan keuangan perusahaan. Di lokasi tersebut diproduksi produk sefalosporin steril dan non-steril. Tahun 1996 meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat CPOB untuk produk farmasi dengan sediaan tablet, kapsul, sirup cair dan kering, dan krim, dua tahun kemudian berhasil memperoleh sertifikat CPOB untuk produk sefalosporin dengan sediaan serbuk steril, tablet, dan sirup kering.

Pada tahun 2006, perusahaan ini mulai membangun fasilitas produksi Mepro-2 yang lokasinya persis dibelakang Mepro-1. Fasilitas baru ini ditujukan untuk memproduksi produk farmasi dengan sediaan cairan steril meliputi cairan injeksi, sirup cair, supositoria, krim, dan sirup kering. Selain itu fasilitas ini juga digunakan untuk riset and development. Oleh karenanya pada 2008, Meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 dan pada 2011 seiring dengan telah diperolehnya sertifikat CPOB pada fasilitas Mepro-2, maka dimulailah produksi perdana di fasilitas ini.

Beberapa perusahaan farmasi lainnya yang telah menjalin kerjasama dengan Meprofarm antara lain PT Tanabe Indonesia, PT Astellas, PT Dexa Medica, PT Holi Pharma, PT Otto Pharmaceutical, dan sebagainya.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *