Provagin

By | April 20, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Kemih Kelamin > Provagin

Kandungan dan Komposisi Provagin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Provagin adalah:

Tiap ovula mengandung:

  • Metronidazole 500 mg
  • Nystatin 100.000 IU

Farmakologi Provagin

  • Metronidazole bersifat bakterisida, amoebisida dan trikomonasida. Mekanisme kerjanya belum diketahui secara pasti
  • Metronidazole tidak terionisasi pada pH fisiologis dan siap diambil oleh organisme atau sel anaerob
  • Pada organisme atau sel yang sensitif, Metronidazole mengalami proses reduksi  oleh protein transport elektron potensial redoks rendah (contohnya nitroreduktase seperti ferredoksin) menjadi produk polar yang telah kehilangan gugus nitro sehingga tidak dikenal.
    Produk hasil reduksi inilah yang bertanggung jawab atas efek sitotoksik dan antimikroba Metronidazole, yang meliputi gangguan pada DNA dan inhibisi sintesa asam nukleat. Metronidazole sama efektifnya pada sel yang sedang  membelah maupun yang tidak
  • Nystatin memiliki aktivitas fungistatik dan fungisida, cara kerjanya dengan mengikat sterol (terutama ergosterol) dalam membran sel fungi. Nystatin tidak aktif melawan organisme (contoh: bakteri) yang tidak memiliki sterol pada membran selnya. Hasil dari ikatan ini membuat membran sel tidak berfungsi lagi sebagai rintangan yang selektif (selective barrier), dan kalium serta komponen lainnya akan hilang. Efektivitas utama Nystatin adalah melawan Candida (Monilia) spp

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Provagin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Provagin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Provagin ovula diindikasikan untuk vaginitis yang disebabkan oleh Trichomonas vagin4lis dan Candida albicans.

Kontraindikasi Provagin

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Provagin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipersensitif terhadap Metronidazole dan Nystatin serta komponen obat lainnya
  • Wanita hamil pada trimester pertama

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Provagin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Provagin?

Jika Anda lupa menggunakan Provagin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Provagin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Provagin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Provagin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Provagin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Provagin yang mungkin terjadi adalah:

  • Reaksi hipersensitivitas dengan gejala kedinginan, demam, eritema dan maculopapular rash dapat terjadi setelah pemberian dosis tunggal Metronidazole, pada pasien yang sebelumnya merasa gatal atau rash selama terapi dengan Metronidazole intravagin4. Rasa kering dan terbakar pada vagin4.
    Gatal-gatal pada kulit, urtikaria dan pruritus sering terjadi eritema multiformae, angioedema dan anafilaksis jarang dilaporkan terjadi
  • Pada saluran cerna:
    Efek Samping yang dapat terjadi pada saluran cerna adalah rasa mual, rasa logam pada lidah dan kadang-kadang disertai muntah dan anoreksia. Diare, mulut kering, furred tongue, glositis dan stomatitis dapat juga terjadi. Kolitis pseudomembranosa pernah dilaporkan tetapi jarang
  • Pada sistem saraf:
    Dapat terjadi neuropati perifer ditandai dengan kesemutan (numbness) atau tingling (sensasi seperti tertusuk) apabila serangannya ekstrim dan serangan kejang adalah efek serius yang bisa terjadi pada pemakaian Metronidazole dosis tinggi atau pemakaian dalam waktu yang lama
  • Pada hematologi:
    Leukopenia dan trombositopenia ringan dan sementara dapat terjadi pada beberapa pasien

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Provagin

  • Pada penderita yang mengidap penyakit diskrasia darah, jumlah leukosit total dan diferensial harus diketahui sebelum dan sesudah terapi
  • Apabila terjadi iritasi, penggunaan obat dijarangkan (infrekuentif) atau dihentikan sama sekali penggunaannya
  • Dianjurkan untuk tidak berhubungan secara vagin4l, dan menghentikan vagin4l douche selama terapi
  • Hati-hati pemberian pada penderita hepatic encephalopathy (karena dapat menyebabkan konsentrasi plasma Metronidazol yang tinggi serta menimbulkan gejala encephalophaty)
  • Neuropati perifer dan epilepsi merupakan efek samping yang serius yang dapat terjadi pada sistem saraf akibat pemakaian Metronidazole dosis tinggi atau karena penggunaan jangka panjang
  • Lanjut usia
    Pada usia lanjut biasanya sudah mengalami penurunan fungsi hati, maka pada penderita lanjut usia, diperlukan penyesuaian dosis
    Kehamilan, Fertilitas, dan Laktasi
  • Hindarkan penggunaan selama kehamilan terutama trimester pertama dan ibu menyusui, khususnya bila penggunaan dengan dosis tinggi

Interaksi Obat Provagin

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Provagin antara lain:

Karena Metronidazole dapat diabsorpsi secara sistemik setelah pemberian pervagin4, kemungkinan terjadinya interaksi obat harus dipertimbangkan, walaupun kemungkinannya lebih kecil dibandingkan dengan pemberian secara sistemik.
Obat yang dapat berinteraksi dengan Metronidazole yaitu:

  • Antikoagulan Kumarin
    Penggunaan Metronidazole memperpanjang efek antikoagulan oral menyebabkan waktu protrombin atau pembekuan darah menjadi lebih lama, karena itu hindari pemakaian Metronidazole bersama antikoagulan
  • Alkohol
    Metronidazole dapat berinteraksi dengan alkohol menyebabkan reaksi-reaksi seperti pemakaian disulfiram (a disulfiram – like reaction) pada beberapa pasien. Hati-hati menggunakan alkohol pada saat sedang terapi dengan Metronidazole
  • Disulfiram
    Pemakaian Metronidazole bersamaan dengan disulfiram dapat menyebabkan psikosis akut dan konfusi (perasaan bingung) pada beberapa pasien.
    Oleh karena itu kedua obat tersebut jangan dipergunakan bersama-sama sampai 2 minggu setelah pemakaian disulfiram berakhir
  • Lithium
    Terapi jangka pendek dengan Metronidazole pada pasien yang distabilisasikan dengan dosis lithium yang relatif tinggi dilaporkan dapat meningkatkan konsentrasi lithium dalam serum menyebabkan tanda-tanda toksisitas pada beberapa pasien

Sekilas tentang perkemihan
Sistem perkemihan atau dunia medis menyebutnya sistem urinaria merupakan sistem yang berlangsung dalam tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa/racun dari hasil metabolisme tubuh.

Adapun organ-organ pokok yang bekerja dalam sistem urinaria ini adalah Ginjal, Ureter, Vesika Urinary, dan Uretra. Keempat organ tersebut bisa dibilang merupakan organ pokok dari sistem urinaria, dimana setiap organ-organ memiliki fungsi masing-masing.

Organ-organ dari sistem perkemihan tersebut sejatinya akan mengalami gangguan jika tidak dijaga kesehatanya, sehingga dapat menimbulkan gangguan atau penyakit. Berikut penyakit-penyakit yang sering ditemukan pada sistem perkemihan/urinaria:


  • Glikosuria (glukosuria) adalah ekskresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena banyak air yang akan tereksresi ke dalam urine

  • Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein. Protein (albumin) yang tidak dapat di saring, akan keluar bersama urine. Albuminuria disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus

  • Batu ginjal adalah penyakit karena adanya pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan dapat berupa senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Kelaianan metabolisme, sering menahan buang air kecil dan kurang minum, dapat menjadi penyebab terbentuknya batu ginjal. Jika batu masih kecil, dapat diatasi dengan obat-obatan tertentu dan teknologi sinar laser penghancur batu ginjal. Namun, jika batu sudah membesar, harus diangkat melalui proses operasi

  • Diabetes melitus (kencing manis), dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

    • Diabetes mellitus tipe 1, ditandai oleh kurangnya sekresi insulin akibat sel beta pankreas tidak memproduksi atau sangat sedikit memproduksi insulin sehingga diperlukan insulin eksogen untuk bertahan hidup. Jumlah penderita diabetes melitus tipe 1 sekitar 10% dari semua kasus diabetes melitus

    • Diabetes mellitus tipe 2, sekresi insulin mungkin normal atau bahkan meningkat, tetapi terjadi penurunan kepekaan sel sasaran insulin, seperti sel otot rangka dan sel hati. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik dan gaya hidup. Sekitar 90% pengidap diabetes melitus tipe 2 mengalami obesitas



  • Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer, yang disertai dengan rasa haus. Pengeluaran urine sekitar 20 liter perhari. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan hormon ADH (antidiuretic hormone)

  • Poliuria merupakan kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai akibat dari kelebihan produksi air seni. Pada umumnya disebabkan oleh polidipsida (rasa haus yang tidak berkesudahan) dan mengomsumsi cairan yang mengandung kafein, alkohol atau bahan (obat-obatan) yang bersifat diuretik (mempercepat pembentukan urine)

  • Gagal ginjal (anuria) adalah kegagalan ginjal dalam memproduksi urine. Anuria dapat disebabkan oleh kerusakan glomerulus, sehingga proses penyaringan tidak dapat dilakukan

  • Uremia adalah keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh

  • Nefritis adalah radang nefron pada ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus sp yang dapat masuk melalui saluran pernapasan dan peredaran darah hingga ke ginjal. Gejala nefritis adalah hematuria (darah dalam urine), proteinuria (protein dalam urine), edema (pengumpulan air terutama pada kaki) dan kerusakan fungsi hati

  • ISK (Infeksi Saluran Kemih) adalah suatu keadaan klinis yang mana terdapat mikroorganisme pada saluran kemih

  • Kanker kandung kemih adalah tumor yang didapatkan pada buli-buli (kandung kemih) yang akan terjadi gros hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar kencing warna merah terus

  • BPH (Benign Prostat Hiperplasia) adalah pembesaran kelenjar prostat yang disebabkan adanya keseimbangan hormonal dalam tubuh sehingga terjadi hiperplasi (penambahan jumlah sel) pada kelenjar prostat

Dosis dan Aturan Pakai Provagin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Provagin:

Satu ovula tiap hari selama 7-10 hari, dimasukkan ke dalam vagin4 sebelum tidur. Ovula harus dimasukkan cukup dalam ke vagin4, sebaiknya dengan bantuan aplikator. Hanya pada beberapa kasus yang jarang, diperlukan pengobatan lanjutan.

Kemasan dan Sediaan Provagin

Dus, 2 rotoplast @ 5 ovula

Izin BPOM Provagin

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Provagin:

DKL0615619850A1

Cara Penyimpanan Provagin

Simpan pada suhu dibawah 25ºC, terlindung dari cahaya.

Produsen Provagin

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Provagin:

Meprofarm

Meprofarm adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1973 oleh Wanne Mardiwidyo. Awalnya perusahaan ini memasarkan obat generik yang pada waktu itu masih diproduksi secara maklon atau dikerjakan oleh pihak lain di ITB (Institut Teknologi Bandung).

Tahun 1993 Meprofarm mulai membangun fasilitas produksi yang dinamakan Mepro-1 di Bandung dengan tujuan untuk memperbesar skala produksi dan mendapatkan sertifikat CPOB dari Kementrian Kesehatan. Fasilitas Mepro-1 digunakan untuk produksi, riset and development, gudang, marketing, dan keuangan perusahaan. Di lokasi tersebut diproduksi produk sefalosporin steril dan non-steril. Tahun 1996 meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat CPOB untuk produk farmasi dengan sediaan tablet, kapsul, sirup cair dan kering, dan krim, dua tahun kemudian berhasil memperoleh sertifikat CPOB untuk produk sefalosporin dengan sediaan serbuk steril, tablet, dan sirup kering.

Pada tahun 2006, perusahaan ini mulai membangun fasilitas produksi Mepro-2 yang lokasinya persis dibelakang Mepro-1. Fasilitas baru ini ditujukan untuk memproduksi produk farmasi dengan sediaan cairan steril meliputi cairan injeksi, sirup cair, supositoria, krim, dan sirup kering. Selain itu fasilitas ini juga digunakan untuk riset and development. Oleh karenanya pada 2008, Meprofarm berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 dan pada 2011 seiring dengan telah diperolehnya sertifikat CPOB pada fasilitas Mepro-2, maka dimulailah produksi perdana di fasilitas ini.

Beberapa perusahaan farmasi lainnya yang telah menjalin kerjasama dengan Meprofarm antara lain PT Tanabe Indonesia, PT Astellas, PT Dexa Medica, PT Holi Pharma, PT Otto Pharmaceutical, dan sebagainya.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *