Pionix

By | April 7, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Pionix

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Pionix adalah:

Pioglitazone hydrochloride.


Bentuk Sediaan:

Tablet 15 dan 30 mg.


Farmakologi:

Pioglitazone  bekerja menurunkan resistensi insulin, mengaktifkan reseptor nukleus spesifik (peroxisome proliferator activated receptor gamma), yang akan meningkatkan sensitivitas insulin di hati, jaringan lemak dan sel-sel otot skeletal. Pada kasus resistensi insulin, pioglitazone menurunkan produksi glukosa hati dan meningkatkan penggunaan glukosa perifer. Pemberian pioglitazone HCl  tidak mempengaruhi fungsi sel beta pankreas.

Absorpsi : setelah pemberian per oral, pioglitazone HCl diabsorpsi dengan cepat. Kadar puncak pioglitazone akan terkapsulai 2 jam setelah pemberian. Keadaan ’steady state’ akan terkapsulai setelah 4 sampai 7 hari pemberian. Absorpsi pioglitazone tidak dipengaruhi oleh makanan. Bioavailabilitas lebih dari 80%, volume distribusi  sekitar 0,25 L/Kg. Pioglitazone HCl dan seluruh metabolit aktifnya berikatan kuat dengan protein plasma (>99%). Pioglitazone dimetabolisme di hati. Eliminasi  melalui feses (55%), dan sebagian kecil di urin (45%).  Waktu paruh eliminasi rata-rata pada manusia adalah 5 – 6 jam (bentuk pioglitazone) dan 16-23 jam (bentuk metabolit aktif).


Indikasi:

Sebagai terapi kombinasi dengan sulfonylurea atau metformin pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tidak menkapsulai terkontrol dengan monoterapi sulfonylurea atau metformin.


Dosis:

Sehari satu kali satu tablet , dapat diberikan dengan atau tanpa makanan.
Kombinasi Pionix dengan metformin atau sulfonylurea dapat dimulai dengan dosis Pionix 15 mg atau 30 mg sekali sehari. Dosis metformin atau sulfonylurea yang ada dapat dilanjutkan untuk terapi kombinasi dengan Pionix. Tidak diperlukan penyesuaian dosis bila diberikan pada pasien usia lanjut dan pada pasien dengan penderita gagal ginjal, (dengan bersihan kreatinin > 4 mL/menit). Belum ada informasi mengenai penggunaan pioglitazone pada pasien yang menjalani hemodialisis. Pioglitazone tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Belum ada data tentang penggunaan pioglitazone pada pasien-pasien berumur kurang dari 18 tahun.


Kontra Indikasi:

Pioglitazone dikontraindikasikan pada pasien-pasien hipersensitif terhadap pioglitazone, gagal jantung atau pada pasien yang mempunyai riwayat gagal jantung (NYHA derajat I sampai IV), gangguan fungsi hati, pioglitazone juga dikontraindikasikan bila dikombinasikan dengan insulin, penderita kanker kandung kemih atau riwayat kanker kandung kemih.

 

Peringatan dan Perhatian:

Hati-hati pemberian pioglitazone dapat menyebabkan retensi cairan yang dapat memperburuk pada pasien gagal jantung atau penggunaan bersama dengan NSAID meningkatkan risiko edema.Terapi dengan pioglitazone tidak diberikan pada pasien dengan kadar enzim-enzim hati yang tinggi (SGPT > 2,5 x nilai batas atas normal) atau pada pasien yang menderita penyakit hati. Penggunaan pioglitazone dapat disertai dengan peningkatan berat badan. Faktor-faktor risiko kanker kandung kemih harus dinilai sebelum mulai diberikan terapi pioglitazone. Belum ada data klinis mengenai keamanan penggunaan pioglitazone pada wanita hamil. Pioglitazone tidak dianjurkan untuk diberikan pada wanita yang sedang menyusui.


Efek Samping:
Efek Samping dalam kombinasi pioglitazone dengan metformin adalah anemia, meningkatnya berat badan, sakit kepala. Kombinasi pioglitazone dengan sulfonylurea meningkatnya berat badan, hipoglikemia.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *