Orlistat

Farmasi-id.com > Obat Pelangsing > Orlistat

By | 22/12/2015

Kandungan dan Komposisi

Orlistat

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Orlistat merupakan obat yang digunakan untuk menangani kelebihan berat badan atau obesitas. Terbentuknya kondisi ini tidak terlepas dari peran suatu enzim di dalam sistem pencernaan yang berfungsi mengurai lemak sehingga mudah diserap ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Karena itu, dalam membantu mengurangi berat badan, orlistat bekerja langsung pada sistem pencernaan dan mengganggu kinerja enzim tersebut sehingga lemak tidak bisa lagi diserap dan langsung dibuang dari tubuh.

Meskipun cukup efektif, kita tidak boleh bergantung semata pada orlistat jika ingin lepas dari obesitas. Program penurunan berat badan juga harus didukung oleh penerapan olah raga secara rutin dan konsumsi makanan sehat rendah lemak, karena obat ini hanya mampu menangkal penyerapan lemak sebanyak sepertiga dari porsi makanan yang kita konsumsi.

Peringatan

  • Bagi wanita yang sedang hamil, sesuaikan dosis orlistat dengan anjuran dokter. Sedangkan bagi wanita yang sedang menyusui dilarang untuk mengonsumsi obat ini.
  • Orlistat hanya boleh dikonsumsi oleh penderita obesitas berusia di atas 18 tahun.
  • Harap berhati-hati bagi penderita kolestasis atau gangguan saluran empedu ke hati, gangguan penyerapan makanan yang disebut sindrom malabsorbsi kronis, diabetes, dan gangguan ginjal.
  • Jika Anda mengonsumsi makanan tanpa lemak, terlebih lagi jika Anda belum makan apa pun, maka jangan menggunakan orlistat karena obat ini hanya bereaksi pada makanan yang mengandung lemak.
  • Orlistat dapat mengganggu kinerja sejumlah obat-obatan (terutama obat kontrasepsi), dan menghalangi penyerapan vitamin A, D, E, dan K jika dikonsumsi secara bersamaan. Karena itu jika Anda akan mengonsumsi orlistat beserta obat atau suplemen lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.
  • Ukurlah terlebih dahulu indeks massa tubuh (IMT) Anda sebelum mengonsumsi orlistat karena obat ini hanya direkomendasikan pada IMT 28 kg/m² atau lebih. Rumus yang dipakai dalam penghitungan IMT adalah berat tubuh dalam kilogram dibagi dengan tinggi tubuh dalam satuan meter kuadrat (m²). Sebagai contoh jika berat badan seseorang adalah 66 kilogram dan tingginya adalah 1,65 meter, maka penghitungannya adalah 66/(1,65 X 1,65)= 24,24 kg/m². Jika Anda masih belum mengerti tentang penghitungan IMT, tanyakan pada dokter.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi orlistat, segera temui dokter.

Dosis dan Aturan Pakai

Orlistat hanya boleh dikonsumsi oleh penderita obesitas berusia 18 tahun ke atas. Dosis yang direkomendasikan adalah 60 mg sebanyak tiga kali sehari dan jangan lebih dari itu.

Pemberian Obat

  • Telanlah kapsul orlistat dengan disertai air minum dan jangan mengunyah atau membuka kemasan kapsul terlebih dahulu. Obat ini bisa dikonsumsi maksimal satu jam sebelum atau sesudah makan.
  • Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.
  • Bagi pasien yang lupa mengonsumsi orlistat, abaikan dan minum dosis berikutnya seperti biasa.Jangan menggandakan dosis orlistat pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.
  • Pengobatan dengan orlistat dalam menurunkan berat badan juga harus didukung oleh gaya hidup sehat. Disarankan untuk mengonsumsi makanan rendah kalori dan lemak, makanan yang kaya serat, serta berolah raga secara rutin.
  • Sebaiknya penerapan gaya hidup sehat tetap Anda lakukan meskipun pengobatan dengan orlistat telah berakhir guna mencegah obesitas datang kembali.

Efek Samping

Sama seperti obat-obat lain, orlistat juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi obat antiobesitas ini adalah:

  • Sakit kepala
  • Gejala flu
  • Rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah
  • Kebelet buang air besar
  • Tekstur tinja berminyak
  • Infeksi tenggorokan
  • Infeksi dada

Sediaan

Kapsul.

Sekilas tentang obesitas

Obesitas atau kegemukan adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.

Kegemukan meningkatkan peluang terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit jantung, diabetes tipe 2, apnea tidur obstruktif, kanker tertentu, osteoartritis dan asma. Kegemukan sangat sering disebabkan oleh kombinasi antara asupan energi makanan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan kerentanan genetik, meskipun sebagian kecil kasus terutama disebabkan oleh gen, gangguan endokrin, obat-obatan atau penyakit psikiatri. Hanya sedikit bukti yang mendukung pandangan bahwa orang yang gemuk makan sedikit namun berat badannya bertambah karena metabolisme tubuh yang lambat; rata-rata orang gemuk mengeluarkan energi yang lebih besar dibandingkan orang yang kurus karena dibutuhkan energi untuk manjaga massa tubuh yang lebih besar.

Pengaturan diet dan aktivitas fisik masih menjadi tata laksana utama kegemukan. Kualitas asupan dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi makanan padat energi contohnya makanan yang tinggi lemak dan gula, serta dengan meningkatkan asupan serat. Obat-obatan anti-kegemukan dapat dikonsumsi untuk mengurangi selera makan atau menghambat penyerapan lemak, disertai dengan asupan diet yang tepat. Apabila diet, olahraga, dan obat-obatan belum efektif, maka balon lambung dapat membantu mengurangi berat badan, atau operasi dapat dilakukan untuk mengurangi volume lambung dan/atau panjang usus sehingga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih dini dan menurunkan kemampuan penyerapan nutrisi dari makanan.