Nonflamin

By | Juli 17, 2021 |

Kapsul NONFLAMIN®
TINORIDINI HCl
SEDIAAN ANTI-PERADANGAN DAN ANALGETIKA NON-STEROID

NONFLAMIN adalah sediaan yang mengandung Tinoridini hydrochloridum (2-Amino-3-ethoxycarbonyl-6-benzyl-4,5,6,7-tetrahydrothieno (2,3-c)-pyridini hydrochloridum), tersedia dalam bentuk kapsul berwarna biru muda dan kuning gading.

Kandungan dan Komposisi Nonflamin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Nonflamin adalah:
Tiap kapsul mengandung :
Tinoridini hydrochloridum 55,8 mg
(sesuai dengan basanya 50,0 mg)

Cara Kerja
Tinoridini adalah sediaan non-steroid dan mempunyai daya anti-peradangan dan analgetika. Mekanisme kerja dari Tinoridini untuk menstabilkan biomembran terutama pada lisosom yang berhubungan dengan sel atau jaringan yang rusak sewaktu terjadinya peradangan, yaitu dengan cara melepaskan enzim hidrolisis.

Sekilas Tentang Takeda
PT Takeda Indonesia adalah suatu perusahaan farmasi yang merupakan cabang dari Tekeda Pharmaceuticals, suatu perusahaan farmasi terbesar di Asia yang berkedudukan di Tokyo, Jepang. PT Takeda Indonesia didirikan pada 28 September 1971 dan memproduksi berbagai macam produk farmasi seperti obat-obatan resep meliputi obat kardiovaskular dan metabolik, onkologi (obat kanker), neurologi, gastrointestinal, anti hemoroid, dan anti insomnia. Selain obat resep, PT Takeda Indonesia juga memproduksi obat-obatan atau produk OTC (Over The Counter) yang dapat dibeli dan digunakan tanpa resep dokter. Di Indonesia, salah satu produk OTC yang terkenal adalah produk suplemen vitamin C, Vitacimin.

Takeda Pharmaceuticals awalnya adalah suatu perusahaan distributor obat yang didirikan oleh Chobei Takeda I pada 1781 di Osaka. Pada 1925 perusahaan ini resmi membentuk badan usaha. Di tahun 1977, Takeda Pharmaceuticals mulai masuk ke pasar Amerika Serikat dan menjalin kerja sama dengan Abbott Laboratories. Hasil kerja sama ini menghasilkan suatu perusahaan baru bernama TAP Pharmaceuticals. Beberapa produk yang dihasilkan oleh perusahaan hasil joint venture ini antara lain Lupron (leuprorelin), Prevacid (lansoprazole), Actos (pioglitazone), dan lain-lain.

Beberapa perusahaan farmasi yang diakuisisi oleh Takeda Pharmaceuticals antara lain Nycomed (2011), URL Pharma (2012), BioMotiv (2014). Pada tahun 2015, Takeda Pharmaceuticals menjual salah satu unit bisnisnya yakni divisi respiratory drugs pada AstraZeneca. Berturut-turut pada tahun selanjutnya, Takeda Pharmaceuticals mengakuisisi perusahaan lainnya seperti Ariad Pharmaceuticals, TiGenix (2018), dan Shire (2019).

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Nonflamin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Nonflamin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Untuk anti-peradangan dan analgetik pada gejala-gejala: peradangan karena luka setelah pembedahan, luka-luka pada saluran kemih, peradangan akut pada jalan pernapasan bagian atas (faringitis, laringitis, tonsilitis), otitis, artritis, uretritis, epididimitis.
Untuk analgetika pada gejala-gejala sebagai berikut: lumbago, nyeri punggung, artralgia, nyeri setelah pencabutan gigi, rasa nyeri pada rematik menahun.

Kontraindikasi Nonflamin

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Nonflamin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:


Pasien yang hipersensitif terhadap komponen obat.

Sekilas Tentang Obat Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik
Analgesik adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri. Analgesik ada beberapa tipe diantaranya analgesik non opiat (non opioid) yang bisa digunakan tanpa resep dokter dan analgesik opioid yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter karena efek sampingnya lebih besar. Analgesik non opioid contohnya seperti paracetamol (acetamonophen) dan ibuprofen. Sedangkan yang termasuk analgesik opioid contohnya morphine dan oxycodone.

Analgesik non opioid biasanya digunakan untuk meredakan berbagai macam nyeri seperti pada arthritis, migrain, nyeri haid, dan kondisi lainnya berdasarkan tingkat sakit dan nyerinya. Dokter akan menggunakan analgesik opioid jika nyeri yang terjadi berada pada tingkat akut seperti pada pembedahan dan patah tulang. Penggunaan analgesik opioid sangat dibatasi hanya untuk kondisi tertentu karena dapat menimbulkan risiko adiksi dan penyalahgunaan.

Selain dengan pemberian oral dan injeksi, ada juga analgesik yang diterapkan langsung pada kulit dan analgesik ini disebut analgesik topikal. Biasanya analgesik topikal ini digunakan untuk meredakan nyeri otot dan keseleo.

Antipiretik adalah obat yang berfungsi menurunkan demam. Antipiretik akan menurunkan panas demam akibat hipotalamus yang diinduksi oleh prostaglandin. Antipiretik yang banyak digunakan di dunia adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin yang termasuk dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain sebagai antipiretik, obat-obat tadi juga memiliki efek analgesik untuk meredakan nyeri yang menyertainya.

Dosis dan Aturan Pakai Nonflamin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Nonflamin:


Untuk dewasa biasanya sehari 3 x 1-2 kapsul .
Pada penyakit-penyakit infeksi, dianjurkan pemakaiannya bersama-sama dengan obat-obat kemoterapi.

Perhatian Penggunaan Nonflamin


Walaupun jarang terjadi, NONFLAMIN dapat menimbulkan gangguan pencernaan (nausea, kurang nafsu makan, diare, konstipasi), pusing, mulut kering, gatal-gatal dan juga rasa kantuk. Dalam hal ini, dianjurkan untuk mengurangi dosisnya atau dihentikan sama sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Nonflamin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Nonflamin?

Jika Anda lupa menggunakan Nonflamin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Nonflamin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Nonflamin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Nonflamin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Nonflamin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Nonflamin yang mungkin terjadi adalah:


Walaupun jarang terjadi, ada juga efek sampingnya seperti nausea, anoreksia, diare, konstipasi.

Cara Penyimpanan Nonflamin


Pada suhu kamar (25-30°C).

Izin, Kemasan & Sediaan Nonflamin


Dus berisi 60 kapsul (6 blister @ 10 kapsul ).

No. Reg. DKL7225102701 A1.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Dengan lisensi dari Takeda Pharmaceutical Company Limited, Osaka, Jepang
PT Takeda Indonesia, Bekasi, Indonesia

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *