NEO KAOMINAL

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antidiare > NEO KAOMINAL

By | 13/08/2018

Kandungan

Per 15 mL:

  • Kaolin 700 mg
  • Pectin 66 mg

Indikasi

Meredakan gejala dare non-spesifik

Kontra Indikasi

Konstipasi. Obstruksi intestinal

Perhatian

Anak 3-6 tahun. Tidak boleh digunakan > 2 hari atau dalam kondisi yang disertai dengan demam tinggi.

Dosis

Dws & anak > 12 tahun:

2 sdm/hari atau 6 sdt (30 mL)/hari. Maks: 12 sdm/hari atau 36 sdt/hari.

Anak 6-12 tahun:

1 sdm/hari atau 3 sdt (15 mL)/hari. Maks: 6 sdm/hari atau 18 sdt/hari

Pemberian Obat

Diberikan dengan atau tanpa makanan.

Kemasan dan Sediaan

Dus, botol @ 60 ml, suspensi

Izin BPOM

DBL9230902433A1

Harga

Rp 8.000/botol

Produsen

Molex Ayus

Sekilas Tentang Pectin

Pectin adalah suatu serat atau fiber yang larut dalam air yang biasanya terdapat pada dinding sel buah dan sayuran yang membuat buah dan sayuran tadi memiliki struktur. Setelah buah atau sayuran matang, maka pectin akan dipecah menjadi enzim dan akibatnya strukturnya akan menjadi lunak.

Pada bentuk alaminya, pectin terdiri dari polisakarida yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Namun pectin yang dirubah bentuknya menjadi modified citrus pectin (MCP) membuatnya dapat dicerna.

Salah satu buah yang banyak mengandung pectin dan biasa digunakan untuk produk suplemen adalah pectin dari buah apel. Bentuk pectin sendiri ada berbagai macam seperti bubuk, cair, dan pectin pomona.

Berikut beberapa manfaat dari pectin:


  1. Membantu mengatasi konstipasi.

  2. Meningkatkan kemampuan sistem pencernaan.

  3. Membantu mengendalikan kadar gula darah.

Sumber: apel, jeruk, jeruk bali, lemon, buah berry (strawberry, blackberry, dan dewberry), apricot, pisang, plum, percik, cherry, anggur.

Sekilas tentang diare

Diare merupakan penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Diare dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, cacing dan jamur, intoksikasi makanan yang mengandung bakteri atau toksin (makanan beracun), alergi susu sapi atau makanan tertentu, gangguan penyerapan (malabsorbsi) karbohidrat, lemak dan protein.

Diare (bahasa Inggris: diarrhea) juga didefinisikan sebagai sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.

Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.
sekilas tentang obat antidiare

Antidiare adalah obat tertentu yang menghentikan atau memperlambat diare. Antidiare hanya meredakan gejala diare, seperti peningkatan frekuensi dan urgensi ketika buang air besar, antidiare tidak menghilangkan penyebabnya. Hal ini berarti bahwa segera setelah Anda berhenti mengonsumsi antidiare, diare akan kembali muncul kecuali dan belum berhenti sebelum penyebabnya diatasi. Antivirus dapat bekerja dengan memperlambat kontraksi usus, meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk eksresi. Usus akan melakukan penyerapan, mengurangi kadar air tinja. Agen lain bekerja dengan mengangkat tinja, menambah volume dengan zat seperti serat.

Agen rehidrasi oral (oralit) juga dapat disebut sebagai antidiare; namun, ini tidak menghentikan atau memperlambat diare selain mengganti cairan yang keluar selama diare. Agen lain yang digunakan untuk membantu meringankan gejala diare termasuk agen antimotilitas atau agen antispasmodik. Agen antibakteri kadang-kadang dapat digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi spesifik, seperti campylobacter atau giardia; namun, ini tidak sering direkomendasikan atau dibutuhkan.