Mycophenolic Acid

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Alergi & Sistem Imun > Imunosupresan > Mycophenolic Acid

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Mycophenolic Acid

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Mycophenolic Acid adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Terapi kombinasi dengan siklosporin untuk mikroemulsi & kortikosteroid untuk profilaksis penolakan akut organ donor pada pasien yang menerima transplantasi ginjal allogenik.

Mekanisme Aksi

  • Deskripsi: Memblokir sintesis purin limfosit manusia melalui penghambatan reversibel inosin monofosfat dehidrogenase. Juga menghambat proliferasi dari kedua limfosit T dan B
  • Absorpsi: Mycophenolate mofetil / mycophenolate sodium: Keduanya secara luas diserap dari saluran pencernaan
  • Distribusi: Mycophenolic acid (MPA): 97% terikat pada protein plasma
  • Metabolisme: Mycophenolate dikonversi menjadi MPA aktif, yang mengalami resirkulasi enterohepatik. MPA dimetabolisme oleh glukuronidasi menjadi glucuronide yang tidak aktif
  • Ekskresi: Melalui urin (sebagai glucuronide dan jumlah MPA yang dapat diabaikan); melalui feses (sekitar 6% dari dosis). Rata-rata waktu paruh MPA: 17,9 jam (sebagai mikofenolat oral mofetil) dan 16,6 jam (sebagai IV mycophenolate mofetil); 12 jam (sebagai mikofenolat natrium)

Kontraindikasi Mycophenolic Acid

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Mycophenolic Acid dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipersensitivitas
  • Kehamilan dan laktasi
  • Defisiensi herediter yang langka dari hypoxanthine-guanine phosphoribosyltransferase (HGPRT), termasuk Kelley-Seegmiller atau Lesch-Nyhan syndrome

Perhatian Penggunaan Mycophenolic Acid

Jgn diberikan pada pasien dengan defisiensi herediter hypoxanthine-guanine phosphoribosyltransferase. Hindari paparan sinar matahari & sinar UV. Jangan menggunakan vaksin hidup. Gangguan GI berat. Hamil.

Peringatan Penggunaan Mycophenolic Acid

Defisiensi herediter hipoxanthine-guanin phosphoribosyl-transferase, wanita yang kemungkinan hamil, menyusui, keganasan, infeksi, diskrasia darah, vaksinasi, gangguan gastrointestinal.

Efek Samping Mycophenolic Acid

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Mycophenolic Acid yang mungkin terjadi adalah:

Leukopenia, diare, limfoma, penyakit keganasan lain, infeksi oportunistik, herpes simpleks, kandidiasis, gangguan GI,ulserasi lambung, hemorhage &perforasi.

Interaksi Obat Mycophenolic Acid

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Mycophenolic Acid antara lain:

  • Antasid yang mgd Mg & Al hidroksida, kolestiramin, obat lain yang mengganggu sirkulasi enterohepatik, kontrasepsi oral, azatiofrin
  • Peningkatan kadar plasma obat ketika dikombinasikan dengan asiklovir, valasiklovir, gansiklovir, dan valgansiklovir
  • Pengurangan penyerapan dengan colestyramine, magnesium dan aluminium hidroksida yang mengandung produk, sevelamer dan pengikat fosfat bebas kalsium lainnya
  • Penurunan kadar plasma dengan ciclosporin, metronidazole, quinolone, rifamycins
  • Dapat mengurangi kadar progestin plasma; dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi oral. P
  • eningkatan kadar plasma dengan probenesid
  • Dapat mengurangi efektivitas vaksin hidup

Overdosis

Tidak ada kasus yang dilaporkan. Pada tingkat plasma> 100 mcg / ml, sejumlah kecil metabolit yang tidak aktif dapat dihilangkan dengan hemodialisis. Ekskresi MPA dapat ditingkatkan oleh sekuestran asam empedu (misalnya colestyramine).

Kategori Keamanan Penggunaan Mycophenolic Acid Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Mycophenolic Acid untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Cara Penyimpanan Mycophenolic Acid

Simpan pada suhu 15-30 ° C (59-86 ° F). Lindungi tablet dari cahaya. Jangan membekukan suspensi oral.

Sekilas tentang obat imunosupresan
Imunosupresan adalah obat yang diberikan untuk menekan respon alami sistem kekebalan tubuh. Contohnya adalah pemberian imunosupresan pada pasien transplantasi untuk mencegah penolakan organ dan kepada pasien penyakit autoimun seperti lupus.

Dosis dan Aturan Pakai Mycophenolic Acid

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Mycophenolic Acid:

720 mg 2 x/hari. Terapi hrs dimulai dalam waktu 48 jam sesudah transplantasi. Pd pasien yang diberi mikofenolat mofetil 2 g, terapi ini dapat digantikan dengan 720 g Mycophenolic acid 2 x/hari.

Pemberian Obat Mycophenolic Acid

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan pada saat perut kosong 1 jam sblm atau 2 jam sesudah makan. Tablet telan utuh, jangan dikunyah/dihancurkan/dipotong menjadi bbrp bagian.

Sediaan

Tablet, suspensi

Nama Brand Mycophenolic Acid

Myfortic

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Mycophenolic Acid Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Mycophenolic Acid, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Mycophenolic Acid?

Jika Anda lupa menggunakan Mycophenolic Acid, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Mycophenolic Acid Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Mycophenolic Acid?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Mycophenolic Acid yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2018, 8 November). Mycophenolic Acid. Diakses pada 13 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/mycophenolic-acid/


Format MLA (Modern Language Association)

"Mycophenolic Acid". Farmasi-id.com. 8 November 2018. 13 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/mycophenolic-acid/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Mycophenolic Acid", 8 November 2018, <https://www.farmasi-id.com/mycophenolic-acid/> [Diakses pada 13 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *