Molacort

By | Juli 18, 2021 |

Molacort®
Dexamethasone
Tablet

Kandungan dan Komposisi Molacort

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Molacort adalah::
Tiap tablet Molacort® 0,5 mengandung:
Dexamethasone ………………………………………. 0,5 mg
Tiap tablet Molacort® 0,75 mengandung:
Dexamethasone ………………………………………. 0,75 mg

CARA KERJA OBAT:

  • Dexamethasone adalah golongan adrenokortikosteroid sintetik “Long acting” yang terutama mempunyai efek glukokortikoid dan aktifitas anti inflamasi, anti alergi hormonal dan efek metabolik
  • Pada dosis terapi tidak ada efek mineralokortikoid sehingga retensi natrium sedikit atau bahkan tidak ada
  • Pada tingkat molekular diduga glukokortikoid mempunyai sintesa protein pada proses transkripsi RNA
  • Dexamethasone diabsorbsi melalui saluran cerna

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Molacort

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Molacort adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
Rheumatik arthritis, sebagai terapi tambahan jangka pendek asma bronchiale, dermatitis dan urtikaria serta gejala alergi lainnya.


POSOLOGI/ ATURAN PEMAKAIAN:

  • Dewasa: 0,5 – 10 mg/hari (rata-rata: 1,5 – 3 mg/hari)
  • Anak-anak: 0,08 – 0,3 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 3 atau 4 dosis

Peringatan Penggunaan Molacort

:
  • Hati-hati terhadap penderita payah jantung, diabetes melitus , tukak lambung, hipertensi, glaucoma, osteoporosis, kelainan mental dan insufisiensi ginjal
  • Pada penggunaan jangka panjang, hindari penghentian pemberian secara tiba tiba
  • Penggunaan jangka panjang pada anak-anak dapat mempengaruhi pertumbuhan
  • Kepekaan terhadap infeksi pada penderita yang mendapat kortikostiroid tidak bersifat spesifik. Untuk bakteri dan jamur patogen tertentu. Bila terkapsulai infeksi dosis tetap dipertahankan atau ditambah dan harus dilakukan pengobatan yang terbaik terhadap infeksi tersebut
  • Tidak dianjurkan pemberian pada wanita hamil trimester I karena bayi yang baru lahir kemungkinan menderita gejala hiperadrenalisme
  • Tidak dianjurkan pada ibu menyusui, karena kemungkinan kortikosteroid diekskresikan ke dalam ASI
  • Tidak dianjurkan pada anak-anak dibawah umur 6 tahun, karena mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Molacort Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Molacort?

Jika Anda lupa menggunakan Molacort, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Molacort Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Molacort?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Molacort yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Molacort

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Molacort yang mungkin terjadi adalah:

:
  • Pengobatan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan moonface, tukak lambung, osteoporosis, glaucoma, retensi cairan dan natrium
  • Muskuloskeletal : otot lemas, Miopati steroid, Kompresi fraktur vertebal, fraktur patologik, pada tulang panjang dan osteonekrosis
  • Saluran pencernaan tukak lambung dengan kemungkinan perforasi dan pendarahan pankreatis distensi abdominal dan oesofagus ulseratif
  • Dermatologi: eritema, keringat bertambah
  • Sistim saraf: kejang, vertigo, sakit kepala, tekanan intra kranial bertambah dengan papilledemia (pseudotumor cerebri)
  • Endokrin: haid tidak teratur, penekanan pada pertumbuhan anak-anak, insufisiensi adrenal sekunder khususnya pada waktu stress seperti trauma dan pembedahan
  • Pada mata: glaucoma, exopthalmos, katarak sub kapsul ar posterior, tekanan intra okuler bertambah
  • Gangguan cairan dan elektrolit: retensi natrium dan cairan, hipokalemia, hipertensi dan gagal jantung bawaan

Kontraindikasi Molacort

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Molacort dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:
  • Jangan diberikan pada penderita tukak lambung, osteoporosis, diabetes melitus, herpes simplek pada mata dan infeksi fungsi sistemik
  • Penderita yang hipersensitif terhadap Dexamethasone

Izin, Kemasan & Sediaan Molacort

:
Molacort® 0,5 Dus berisi 10 strip @ 10 tablet , No. Reg DKL9730903210B1
Molacort® 0,5 botol berisi 1000 tablet , No. Reg DKL9730903210B2
Molacort® 0,75 Dus berisi 20 strip @ 10 tablet , No. Reg DKL9330903210A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
SIMPAN DITEMPAT SEJUK (15-25°C) DAN KERING
DALAM WADAH TERTUTUP RAPAT

Diproduksi Oleh:
PT MOLEX AYUS
Tangerang – Indonesia

Sekilas Tentang Molex Ayus
PT Molex Ayus adalah perusahaan farmasi yang berdiri pada 1985. Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1987, perusahaan ini mendapatkan izin produksi obat dari Menteri Kesehatan. Kala itu bentuk sediaan yang diproduksi adalah sediaan liquid dan proses produksi masih dilakukan bersama dengan PT Pharmac Apex. Pada tahun 1992, dewan komisaris dan pemegang saham dijabat oleh Ismet Djamal Tahir dan Drs. Tryana Syamun.

PT Molex Ayus telah mendapatkan sertifikat CPOB pada 1994 untuk beberapa bentuk sediaan dan jenis obat seperti tablet non antibiotik, cairan obat luar non antibiotik, salep/krim antibiotik non beta laktam, kapsul keras non antibiotik, dan lain-lain. Jenis obat yang diproduksi meliputi analgesik, antipiretik, antihistamin, antitusif, anti diare, obat batuk, anti rematik, obat luka, obat kumur, alkohol, suplemen, vitamin dan mineral, dan sebagainya. Selain memproduksi dan menjual produk obat, perusahaan ini juga menjual alat-alat kesehatan dan medis.

Untuk memasarkan distribusi produknya, PT Molex Ayus mempercayakan pada PT Kebayoran Pharma, PT Mensa Bina Sukses, dan PT Merapi Utama Pharma. Untuk produk peralatan kesehatan, proses distribusi dilakukan oleh PT Charisma Metco.

Pabrik PT Molex Ayus ada di Tangerang, Banten dengan kantor pusat di Jalan Ir. H. Juanda No. 5 C, Jakarta Pusat.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *