Lovenox

By | Mei 12, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Kardiovaskular & Hematopoietik > Antikoagulan, Antiplatelet, & Fibrinolitik (Trombolitik) > Lovenox

Kandungan dan Komposisi Lovenox

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Lovenox:

Enoxaparin Na.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Lovenox

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Lovenox:

Profilaksis gangguan tromboembolik vena terutama pada bedah ortopedi atau bedah umum pada pasien berisiko tinggi. Mencegah trombosis pada sirkulasi ekstrakorporal selama hemodialisa. Terapi angina tidak stabil & infark miokard gelombang non-Q jika diberikan bersama dengan asetosal. Profilaksis penyakit tromboembolik vena pada pasien yang hrs berbaring terus di tempat tidur, dengan faktor risiko sedang sampai tinggi.

Kontraindikasi Lovenox

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Lovenox dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Riwayat trombositopenia selama terapi dengan enoksaparin. Kecenderungan perdarahan, lesi organik yang cenderung berdarah, endokarditis bakterial akut, gangguan pembekuan darah mayor, stroke, ulkus GI akut.

Perhatian Penggunaan Lovenox

Gangguan fungsi hati atau ginjal, hipertensi arterial yang tak terkontrol, riwayat tukak GI, kehamilan, laktasi, penyakit vaskular pada koroid & retina, pasca operasi otak & tulang belakang. Riwayat trombositopenia dengan terapi heparin. Jangan diberikan secara IM.

Efek Samping Lovenox

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Lovenox:

Gejala perdarahan, trombositopenia. Jarang: hematoma & nekrosis kulit pada tempat injeksi; alergi pada kulit atau reaksi alergi sistemik.

Interaksi Obat Lovenox

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Lovenox antara lain:

Meningkatkan resiko perdarahan: AINS, tiklopidin, kortikosteroid, dekstran 40. Meningkatkan efek antikoagulan oral. Menghambat agregasi platelet, antagonis Vitamin K.

Kategori Keamanan Penggunaan Lovenox Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Lovenox untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Dosis dan Aturan Pakai Lovenox

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Lovenox:

Mencegah tromboemboli sehari 20 mg SK pada pasien dengan risiko sedang & 40 mg/hari pada risiko tinggi. Pd bedah umum suntikan awal diberikan 2 jam sblm operasi. Pd bedah ortopedi suntikan awal hrs diberikan 12 jam sblm operasi. Lanjutkan pengobatan 7-10 hari stlh op. Hemodialisa 1 mg/kg BB ke dalam arteria dr sirkuit dialisa pada 4 jam awal. Fresh injeksi 0.5-1 mg/kg BB hrs diberikan bila cincin fibrin terbentuk. Terapi trombosis vena dlm 1 mg/kg SK 2 x/hari. Angina tidak stabil & infark miokard non-Q wave 1 mg/kg SK tiap 12 jam diberikan bersama asetosal oral 100-325 mg 1 x/hari. Terapi hrs diberikan min 2 hari s/d keadaan klinis stabil (biasanya 2-8 hr). Profilaksis pada pasien yang hrs berbaring terus di tempat tidur 4000 anti-Xa/0.4 mL 1 x/hari secara injeksi SK selama 6-14 hari.

Sediaan, Kemasan, Harga Lovenox

  • Lovenox injeksi 20 mg/0.2 mL, 0.2 mL x 2 × 1’s (Rp137,070/boks)
  • Lovenox injeksi 40 mg/0.4 mL, 0.4 mL x 2 × 1’s (Rp242,680/boks)
  • Lovenox injeksi 60 mg/0.6 mL, 0.6 mL x 2 × 1’s (Rp347,160/boks)

Produsen Lovenox

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Lovenox:

Sanofi Aventis

Tags: lovenok,lovenox
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Lovenox Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Lovenox, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Lovenox?

Jika Anda lupa menggunakan Lovenox, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Lovenox Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Lovenox?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Lovenox yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 12 Mei). Lovenox. Diakses pada 3 Juni 2020, dari https://www.farmasi-id.com/lovenox/


Format MLA (Modern Language Association)

"Lovenox". Farmasi-id.com. 12 Mei 2020. 3 Juni 2020. https://www.farmasi-id.com/lovenox/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Lovenox", 12 Mei 2020, <https://www.farmasi-id.com/lovenox/> [Diakses pada 3 Juni 2020]


Bagikan ke Rekan Anda