Levitam

By | Januari 31, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Levitam

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Levitam adalah:

Levetiracetam

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Levitam

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Levitam adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Terapi penunjang untuk pengobatan kejang parsial onset dengan atau tanpa generalisasi sekunder pada pasien epilepsi.

Sekilas Tentang Obat Antikonvulsan
Antikonvulsan merupakan obat yang berfungsi mencegah, mengurangi, mengatasi serangan kejang.

Dosis dan Aturan Pakai Levitam

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Levitam:

Dewasa & remaja ≥16 thn Dosis awal 500 mg 2x/ hr, dapat ditingkatkan hingga 1.500 mg 2x/ hr. Dosis dapat ditingkatkan 500 mg 2x/ hr atau dilakukan pengurangan dosis setiap 2-4 minggu. Terapi tambahan 6 bln pada pasien 17 thn <50 kg Dosis awal 10 mg / kg 2x/ hr, dapat ditingkatkan hingga 30 mg / kg 2x/ hr. Peningkatan 10 mg / kg 2x/ hr setiap 2 minggu. Anak ≥50 kg dosis dewasa. Bayi ≥6 bln, anak & remaja ≥20 kg 500 mg 2x/ hr; dosis maks 1.500 mg 2x/ hr; 25 kg 250 mg 2x/ hr; dosis maks 750 mg 2x/ hr; 20 kg 200 mg 2x/ hr; dosis maks 600 mg 2x/ hr; 15 kg 150 mg 2x/ hr; dosis maks 450 mg 2x/ hr; 10 kg 100 mg 2x/ hr; dosis maks 300 mg 2x/ hr; 6 kg 60 mg 2x/ hr; dosis maks 180 mg 2x/ hr. Dewasa pasien dgn gangguan ginjal CrCl> 80 mL / mnt / 1,73 m2 500-1,500 mg 2x/ hr; 50-79 mL / menit / 1,73 m2 500-1,000 mg 2x/ hr; 30-49 mL / menit / 1,73 m2 250-750 mg 2x/ hr; <30 mL / menit / 1,73 m2 250-500 mg 2x/ hr. Pasien penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani dialisis dosis hari pertama 750 mg , kemudian 500-1,000 mg 2x/ hr. Dilanjutkan dgn dosis tambahan 250-500  mg setelah dialisis.

Pemberian Obat Levitam

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan: Telan dgn air secukupnya.

Kontraindikasi Levitam

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Levitam dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

HIpersensitivitas thf leviracetam atau derivat pyrolidone lainnya.

Perhatian 

Hindari pemutusan penggunaan scr tiba-tiba. Insufisiensi ginjal. Dapat mempengaruhi kemampuan untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin. Kehamilan dan laktasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Levitam Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Levitam?

Jika Anda lupa menggunakan Levitam, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Levitam Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Levitam?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Levitam yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Levitam

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Levitam yang mungkin terjadi adalah:

Astenia; somnolens; amnesia, ataksia, kejang, sakit kepala, pusing, tremor; depresi, emosi labil, hostilitas, insomnia, gugup, perilaku abnormal, agresi, kemarahan, kecemasan, kebingungan, halusinasi, lekas marah, gangguan psikotik; diare, dispepsia, mual; anoreksia; vertigo; diplopia; luka karena kecelakaan; ruam; leukopenia, neutropenia, pansitopenia, trombositopenia.

Interaksi Obat Levitam

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Levitam antara lain:

Penghambatan klirens ginjal dari metabolit dengan probenesid

Kategori Keamanan Penggunaan Levitam Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Levitam untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Kemasan dan Sediaan Levitam

Levitam FC caplet 500 mg, 2 × 10’s

Harga Levitam

Rp 140.000/dus

Produsen Levitam

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Levitam:

Novell Pharma

Novell Pharma adalah suatu perusahaan farmasi yang merupakan hasil penggabungan antara Glaxo International dengan Borroughs Wellcome pada tahun 1996 kemudian didirikanlah PT Novell Pharma ini pada 1998. Perusahaan ini telah terdaftar di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman modal) Indonesia. Menurut informasi, kata "Novell" pada perusahaan memiliki arti "sesuatu yang baru, segar, dan juga memiliki makna inovasi".

Perusahaan ini telah menerima berbagai sertifikat dan penghargaan seperti TGA dari Australia, pengakuan MCC dari Afrika Selatan, GMP dari Lageso Uni Eropa, GCC dari negara timur tengah, dan sebagainya.

Perusahaan ini telah berekspansi dan memasarkan produksi ke berbagai negara seperti Filipina, Thailand, Vietnam, Pakistan, Yaman, Taiwan, Australia, Uzbekistan, dan negara lainnya. Fasilitas produksi Novell Pharma ada di desa Tlajung Udik, kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *