Leptica

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antiemetik > Leptica

By | 17/06/2015

Produsen Dexa Medica
KomposisiPregabalin.
IndikasiTerapi nyeri neuropatik perifer & sentral & gangguan cemas menyeluruh pada dws. Terapi tambahan untuk kejang parsial dengan atau tanpa generalisasi sekunder pada dws.
DosisNyeri neuropatik Awal 75 mg 2 x/hari. Dpt ditingkatkan hingga 150 mg 2 x/hari sesudah selang waktu 3-7 hari. Maks: 300 mg 2 x/hari sesudah 1 minggu. Epilepsi Awal 75 mg 2 x/hari. Dpt ditingkatkan hingga 150 mg 2 x/hari sesudah 1 minggu. Maks: 300 mg 2 x/hari sesudah penambahan minggu terapi. Gangguan cemas menyeluruh 150-600 mg/hari dalam 2-3 dosis terbagi. Dpt ditingkatkan hingga 300 mg/hari sesudah 1 minggu. Setelah tambahan 1 minggu terapi, dosis dapat ditingkatkan hingga 450 mg/hari. Maks: 600 mg/hari.
Pemberian ObatDapat diberikan bersama atau tanpa makanan.
Kontra IndikasiHipersensitivitas.
PerhatianPasien dengan kelainan herediter yang jarang berupa intoleransi galaktosa, defisiensi Lapp-lactase, atau malabsorpsi glukosa-galaktosa. Diabetes, gagal jantung kongestif. Pantau tanda-tanda akan pikiran & perilaku untuk bunuh diri pada pasien. Dpt mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Hamil & laktasi. Lanjut usia. Remaja usia 12-17 tahun. Anak <12 tahun.
Efek Samping yang Mungkin Timbul Gangguan sistem hematologi & limfatik, gangguan metabolisme & nutrisi, gangguan sistem saraf, gangguan mata, telinga&ul; labirin, jantung, vaskuler, pernapasan, torasik & mediastinal, GI, kulit & jaringan subkutan, muskuloskeletal & jaringan ikat, gangguan ginjal & sal  kemih, gangguan sistem reproduksi & payudar4; kelelahan  menyeluruh, edema perifer, edema, kelainan pada gaya berjalan, astenia, rasa haus, dada  terasa sesak, nyeri, eksaserbasi anasarka, pireksia, rigor (kekakuan); peningkatan kadar alanin aminotransferase, kreatinin darah, fosfokinase, aspartat aminotransferase; penurunan jumlah trombosit; peningkatan kadar glukosa darah.
Interaksi ObatMeningkatkan  efek etanol & lorazepam, Oksikodon.
Kategori Keamanan Kehamilan C: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Leptica kapsul 150 mg
3 × 10’s
Leptica kapsul 75 mg
3 × 10’s
Sekilas Tentang Antikonvulsan
Antikonvulsan merupakan obat yang berfungsi mencegah, mengurangi, mengatasi serangan kejang.
Sekilas Tentang Obat Antiemetik
Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:



    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    1. Dolasetron

    2. Granisetron

    3. Ondansetron

    4. Tropisetron

    5. Palonosetron


    ----------------------
    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    1. Domperidone

    2. Olanzapine

    3. Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    4. Alizapride

    5. Prochlorperazine

    6. Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)


    ----------------------
    Antagonis reseptor NK1

    1. Aprepitant

    2. Casopitan

    3. Rolapitant


    ----------------------
    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.
Sekilas Tentang Dexa Medica

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.