Kaltrofen Gel

By | April 4, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Muskuloskeletal > Kaltrofen Gel

Komposisi:
Tiap tablet salut enterik mengandung ketoprofen 50 mg atau 100 mg
– Tiap kapsul OD berisi pellet lepas lambat mengandung ketoprofen 200 mg
– Tiap tablet supositoria mengandung ketoprofen 100 mg
– Tiap ml ampul mengandung ketoprofen 50 mg
– Tiap 30 g gel mengandung ketoprofen 0,75 g
Bentuk Sediaan:

Tablet salut enterik, kapsul OD, tablet supositoria, ampul, gel


Farmakologi:

Merupakan anti-inflamasi non-steroid (AINS) dengan daya analgesik, anti-inflamasi dan antipiretik. Bekerja menghambat sintesa prostaglandin. Diabsorbsi sempurna dan cepat di saluran cerna, tidak dipengaruhi oleh makanan; makanan hanya memperpanjang waktu menkapsulai kadar puncak (t-maks) tanpa mempengaruhi bioavailabilitas totalnya. Kadar puncak plasma terkapsulai dalam waktu 1/2 sampai 2 jam. Waktu paruh pada lanjut usia selama 5 jam, dan 3 jam pada dewasa. Ketoprofen OD diformulasikan agar obat dilepaskan sesuai pH usus kecil. Waktu paruh Ketoprofen OD adalah 5-12 jam. Kadar puncak plasma terkapsulai dalam waktu 6-7 jam. Ketoprofen OD tidak dianjurkan untuk kasus nyeri akut, karena merupakan obat controlled-release. Supositoria yang diberikan pada malam hari lebih efektif dalam mengontrol nyeri yang timbul sepanjang malam dibandingkan bentuk oral, kadar puncak dikapsulai dalam 1-2 jam, dengan waktu paruh eliminasi 2-3 jam. Pada pemberian secara intramuskular, ketoprofen diabsorpsi dengan baik.


Indikasi:

Mengobati gejala-gejala artritis rematoid, spondilitis ankilosa, gout akut dan osteoartritis.


Dosis:
Kaltrofen® 50 mg tablet : 1 tablet 3-4 kali sehari
– Kaltrofen® 100 mg tablet : 1 tablet 2-3 kali sehari atau menurut petunjuk dokter, sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan atau susu.
– Kaltrofen® OD 200 mg : 1 kali sehari
Bentuk sediaan pelepasan lambat sebaiknya tak digunakan untuk nyeri akut.
– Kaltrofen® supositoria : Jika dikombinasikan dengan preparat oral, maka pada umumnya dosis perhari adalah 1 supositoria  yang dimasukkan ke dalam rektum. Jika tidak dikombinasikan, dosis lazim adalah 1 supositoria 2 kali sehari.
– Injeksi IM : 50 –100 mg tiap 4 jam, dapat diulangi hingga maksimum 200 mg dalam 24 jam. Diberikan secara injeksi intramuskular dalam pada kuadran lateral atas bokong.
Penggunaan secara injeksi sebaiknya tidak lebih dari 3 hari.
Bila responsnya baik, maka dapat dialihkan ke terapi oral dalam bentuk tablet .


Kontra Indikasi:

Hipersensitif terhadap Ketoprofen, asetosal dan AINS lain, pasien yang menderita ulkus peptikum atau peradangan aktif (inflamasi akut) pada saluran cerna, bronkospasme berat atau pasien dengan riwayat asma bronkial atau alergi, gagal fungsi ginjal dan hati yang berat. Supositoria sebaiknya tidak digunakan pada penderita proktitis atau hemoroid.


Peringatan dan Perhatian:
Karena Ketoprofen dieliminasi melalui ginjal dan dapat mengurangi aliran darah ginjal, maka dosis ketoprofen pada penderita gagal ginjal harus diturunkan dan dimonitor secara ketat.
– Ketoprofen harus digunakan dengan hati-hati pada penderita gangguan fungsi hati
– Hati-hati penggunaannya pada keadaan hiperasiditas lambung.
– Sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan atau susu untuk mencegah efek samping pada saluran cerna.
– Ketoprofen tidak dianjurkan untuk diberikan pada ibu hamil dan menyusui, meskipun belum ada laporan mengenai efek embriopatik.


Efek Samping:

Tablet dan injeksi : Dispepsia, mual, muntah, nyeri abdomen, sakit kepala, pusing, tinitus, gangguan penglihatan, ruam dan gangguan fungsi ginjal. Supositoria : kadang menyebabkan konsistensi feses menjadi lunak.

PT Kalbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 10 September 1966 oleh Khouw Lip Tjoen,Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. Produk dari perusahaan ini sangat banyak mencakup produk obat resep, obat bebas, minuman energi, susu, suplemen, minuman kesehatan, distribusi produk dan pengemasan, dan sebagainya.

Diperkirakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai Rp 15 triliun. Perusahaan ini memiliki grup perusahaan (kalbe Group) yang bergerak dalam berbagai bidang divisi usaha diantara seperti divisi obat resep (PT Kalbe Farma, PT Hexpharm Jaya Laboratories, PT Dankos Farma, dll), divisi consumer health (PT Bintang Toedjoe, PT Saka farma Lab, PT Hale International, dll), divisi nutrisi (PT Sanghiang Perkasa, PT Kalbe Morinaga Indonesia, dll), divisi distribusi dan kemasan (PT Enseval Putra Megatrading, PT Enseval Medika Prima, PT Milenia Dharma Insani, dll).

Selain di Indonesia, Kalbe Farma memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu negara-negara ASEAN (Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar), Srilanka, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *