Jamu Nifas Sido Muncul

Farmasi-id.com > Jamu > Jamu Pasca Melahirkan > Jamu Nifas Sido Muncul

By | 01/06/2019

Kandungan dan Komposisi

  • Carthami flos (kembang pulu) 0,7 g;
  • Curcumae rhizoma (temulawak) 0,7 g;
  • Melaleucae fructus (merica bolong) 0,7 g;
  • Elephantopi folium (tapak liman) 0,7 g;
  • Kaempferiae rhizoma (kencur) 0,42 g;
  • Amomi fructus (kapulaga) 0,42 g;
  • Boesenbergiae rhizoma (temu kunci) 0,42 g;
  • Coriandri fructus (ketumbar) 0,42 g;
  • Menthae arvensitis herba (mint) 0,42 g;
  • Curcumae heyneanae rhizoma (temugiring) 0,35 g;
  • Litseae odoriferae folium cortex (kayu rapet) 0,35 g;
  • Curcumae domesticae rhizoma (kunyit) 0,35 g;
  • Parkiae semen (kedawung) 0,35 g.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Membantu memelihara kesehatan wanita sehabis bersalin/melahirkan.

Perhatian

Tidak direkomendasikan untuk wanita hamil dan menyusui serta penderita gangguan ginjal.

Dosis dan Aturan Pakai

1 x sehari @ 1 bungkus setiap sore selama 10 hari berturut-turut. 1 bungkus diseduh dengan 100 cc (± ½ gelas) air panas.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 10 Bungkus @ 7 gram, serbuk

Izin BPOM

TR072273731

Harga

Rp 2.700/bungkus @ 7 gram, serbuk

Produsen

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul

Sekilas Tentang Curcuma Xanthorrhiza (Temulawak)

Kandungan kimia temulawak, antara lain kurkumin, zat tepung, glikosida, toluil metil, karbinol, essoil, abu, l-sikloisopren myrsen, protein, serat, dan kalium oksalat. Rimpang juga mengandung beragam minyak asiri seperti fellandren, turmerol, kaemfer, borneol, xantorizol, dan sineal.

Anggota famili Zingiberaceae itu bersifat rasa aromatik, tajam, dan agak pedas. Khasiatnya sebagai peluruh haid (emenagog), perangsang ASI (lactagoga), menguatkan (tonikum), peluruh kemih, penurun kolesterol, pemicu regenerasi atas kerusakan sel-sel hati, antiradang, dan memperlancar pengeluaran empedu ke usus (colagoga), penambah nafsu makan, dll.

Sekilas Tentang Curcuma Domestica (Kunyit)

Kunyit (curcuma domestica) merupakan tumbuhan yang biasa tumbuh di ladang dan di hutan, terutama di hutan jati. Banyak juga ditanam di perkarangan. dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang dan bagian rimpang inilah yang banyak dijadikan obat.

Khasiatnya antara lain sebagai kholagog, stomakik, antispasmodik, anti inflamasi, anti bakteria, dan kholeretik. Kunyit biasa dipakai untuk menyembuhkan luka dan kurap, mencret, nyeri haid, dan sakit perut.

Sekilas Tentang Amomum Compactum (Kapulaga)

Amomum compactum atau kapulaga adalah suatu tanaman yang memiliki ciri daun berbentuk lonjong dengan ujung runcing yang panjangnya sekira 30 cm dengan lebar 10 cm. Kapulaga memiliki bunga berwarna kemerahan dan terdapat umbi pada akarnya. Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian 2 hingga 3 meter. Buah kapulaga memiliki aroma harum dan dapat digunakan sebagai bumbu masakan maupun obat. Buahnya ada di dalam tandan berbentuk bulat kecil yang warnanya kuning kelabu. Di Indonesia tanaman ini banyak tumbuh secara liar di daerah perbukitan Jawa barat dan Jawa Tengah. Namun sekarang tanaman kapulaga banyak dibudidayakan sebagai tanaman obat.

Kandungan kimiawi yang terdapat dalam buah dan biji kapulaga ini antara lain terpineol, terpinyl asetat, sineol, borneol, sabien, kalsium oksalat, dan silisium. Selain itu juga mengandung minyak atsiri (alfaborneol dan betakamper). Umbi kapulaga digunakan sebagai penunun panas/demam. Biji dan buah kapulaga ini banyak digunakan sebagai obat batuk, perut kembung, penurun panas, antitusif, bau mulut, peluruh dahak, radang amandel, antiemetik, gangguan haid, sesak napas, dan sebagai tonikum pada kondisi tubuh lemas.

Sekilas Tentang Carthamus Tinctorius / Carthami Flos (Kesumba)

Carthamus tinctorius L./carthami flos (kesumba) adalah suatu tumbuhan yang memiliki ciri dapat tumbuh hingga 150 cm dengan kelopak bunga berbentuk bulat berwarna kuning, jingga, atau merah dengan jumlah biji pada bunga berkisar 15 hingga 20 biji. Biasanya dalam satu cabang bisa memiliki satu hingga lima bunga. Kesumba memiliki akar tunjang dan dapat tumbuh pada daerah yang relatif gersang dengan hujan musiman.

Kesumba telah lama digunakan oleh manusia, bahkan sejak jaman Mesir kuno. Jejak getah tanaman ini ditemukan pada makam raja mesir Tutankhamun. Secara tradisional tanaman ini digunakan sebagai tanaman obat, pewarna dan penyedap makanan, minyak masak, produksi margarin, teh herbal dan sebagainya.

Bagian yang biasa dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bunga dan bijinya. Sebagai produk kesehatan, tanaman ini bermanfaat untuk meningkatkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, meningkatkan kesehatan jantung, anti peradangan, mengatasi kulit kering, dan sebagai sumber asam lemak yang sehat. Diyakini ia juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

Sekilas Tentang Kaempferia Galanga (Kencur)

Rimpang kencur mengandung minyak asiri yang terdiri atas borneol, methyl-p-cumaric acid, dnnamicacid ethyl ester, pentadecane, cinnamic aldehyde, dan camphene. Selain itu, rimpang kencur mengandung alkoloid, mineral, flavonoid, pati, dan gum. Efek farmakologis tanaman kencur adalah untuk menambah daya tahan tubuh serta menghilangkan masuk angin dan kelelahan.

Bagian dari tanaman kencur yang dapat digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Berikut beberapa pemanfaatan rimpang kencur untuk pengobatan.

Berikut beberapa manfaat dari kencur:


  1. Mengobati tetanus.

  2. Mengatasi keracunan.

  3. Menghentikan muntah.

  4. Mengatasi masuk angin dan fatigue.

  5. Meningkatkan daya tahan tubuh.

Sekilas Tentang Sido Muncul
Sido Muncul adalah suatu perusahaan jamu terbesar di Indonesia. Perusahaan itu awalnya didirikan oleh Ibu Rakhmat Sulistio (Go Djing Nio) yang memiliki kemampuan membuat dan mengolah jamu dari bahan rempah. Dari kemampuan itu maka beliau lantas mendirikan usaha jamu di Yogyakarta.

Salah satu produk awal dari usaha itu adalah jamu "Tujuh Angin" yang diproduksi pada tahun 1941. Produk ini merupakan cikal bakal munculnya jamu "Tolak Angin". Ibu Rakhmat Sulistio memformulasikan jamu tersebut sehingga memiliki khasiat dan manfaat untuk menyembuhkan masuk angin. Jamu Tujuh Angin ini laris manis manis dipasaran sehingga usaha jamu Ibu Rakhmat Sulistio semakin berkembang maju. Akibat perang kemerdekaan melawan Belanda pada 1949, usaha jamu ini terpaksa berpindah lokasi ke Semarang dan di sanalah ia mendirikan usaha jamu dengan nama "Sido Muncul" yang memiliki arti "impian yang terwujud". Pada saat itu usaha ini hanya memiliki tiga orang karyawan.

Usaha yang semakin berkembang dan jumlah permintaan yang semakin meningkat, maka banyak pelanggan yang meminta dibuatkan kemasan produk jamu yang lebih praktis agar dapat mudah dikonsumsi. Oleh karenanya dibuatlah produk Tolak Angin. Produk itu awalnya dibuat dalam bentuk serbuk yang kemudian dapat diseduh.

Pada tahun 1970, dibentuklah suatu badan usaha bernama CV. Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul dan lima tahun kemudian pada 1975, bentuk perusahaan yang awalnya berupa CV, berubah menjadi berbentuk PT (Perseroan Terbatas) dengan nama PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Generasi kedua pendiri perusahaan ini, Ibu Desy Sulistio, memutuskan untuk membuka pabrik Sido Muncul di Kaligawe, Semarang pada tahun 1984.

Tahun 1997 perusahaan ini menambah fasilitas produksinya dengan mendirikan pabrik di lahan seluas 30 hektar di Ungaran. Pabrik baru ini diresmikan pada 11 November 2000 dan disaat yang sama perusahaan menerima dua sertifikat pengendali mutu yakni CPOB dan CPOTB. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa produk jamu dan farmasi yang diproduksi oleh Sido Muncul sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

Sido Muncul kemudian melebarkan sayapnya dengan membuat divisi food yang mana divisi ini membuat berbagai produk makanan dan minuman kesehatan seperti Kuku Bima Energi, Permen Tolak Angin, Kopi Jahe Sido Muncul, Alang Sari Plus, dan lain-lain.

Salah satu hal yang unik adalah logo perusahaan ini tidak berubah sejak lama yakni berupa lumpang atau alat penumbuk/penghalus bahan jamu yang terdapat foto seorang ibu dengan anaknya yang menurut beberapa sumber, gambar tersebut adalah gambar Ibu Rakhmat Sulistio dengan cucunya, Bapak Irwan Hidayat, yang saat ini menjadi Presiden Direktur Sido Muncul.

Saat ini produk yang telah dihasilkan oleh Sido Muncul berjumlah lebih kurang 250 varian produk yang beberapa diantaranya telah diekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Australia, Korea Selatan, Nigeria, Algeria, Amerika Serikat, Arab Saudi, Mongolia, dan Rusia. Sido Muncul terus berusaha agar dapat menjual produknya di negara-negara lainnya di seluruh dunia.