Amfepramone


Nama Lain

Diethylpropion, Diethylcathinone.

Amfepramone Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Amfepramone?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Amfepramone adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Amfepramone adalah obat yang digunakan untuk mengurangi kalori dan menurunkan berat badan. Amfepramone digunakan oleh orang yang memiliki berat badan berlebih atau overweight secara signifikan dan beratnya tidak dapat atau sulit turun hanya dengan diet dan olahraga. Dengan menurunkan berat badan, maka akan dapat mengurangi risiko kesehatan lainnya seperti serangan jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan lain-lain.

Bagaimana Farmakologi Amfepramone?

Amfepramone bekerja dengan merangsang neuron untuk melepaskan atau mempertahankan kadar tinggi neurotransmiter tertentu yang disebut katekolamin seperti dopamin dan norepinefrin. Jika kadar katekolamin tinggi makan akan dapat menekan sinyal lapar dan nafsu makan. Selain itu adanya dietilpropion yang dihasilkan dari peningkatan katekolamin dapat secara tidak langsung mempengaruhi kadar leptin di dalam otak. Dietilpropion mampu meningkatkan kadar leptin yang menjadi pertanda rasa kenyang. Peningkatan kadar katekolamin juga dapat menghentikan neuropeptida sebagai pembawa pesan kimia untuk memberi sinyal memulai makan, pengeluaran energi, dan penyimpanan lemak.

Apa Saja Kontraindikasi Amfepramone?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Amfepramone dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Amfepramone dikontraindikasikan pada pasien yang menderita arteriosklerosis lanjutan, hipertiroidisme, hipersensitif terhadap komponen obat ini, glaukoma, dan status agitasi.

Obat ini juga dikontraindikasikan pada mereka yang memiliki penyakit hipertensi paru, murmur jantung atau gangguan katup jantung, ketidakstabilan emosional, riwayat penyalahgunaan narkoba, wanita hamil dan menyusui, anak-anak dan orang lanjut usia serta pasien yang sedang menjalani terapi MAOI atau penggunaan bersamaan dengan agen anorektik lainnya.

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Amfepramone?

  • Waspadai peningkatan risiko hipertensi paru, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular parah
  • Penggunaan jangka lama dapat menyebabkan ketergantungan dengan gejala penarikan saat penghentian terapi dilakukan. Jangan digunakan lebih dari 3 bulan
  • Dapat meningkatkan risiko kejang pada pasien epilepsi
  • Waspadai ulserasi peptikum, hiperplasia berat, dan psikosis toksik
  • Sebelum menggunakan amfepramone beritahu dokter jika pasien memiliki riwayat alergi terhadap obat simpatomimetik amine seperti dekongestan (pseudoephedrine), penekan nafsu makan (phentermine), dan alergi lainnya yang diakibatkan oleh salah satu dari komponen inaktif dalam amfepramone
  • Amfepramone dapat menyebabkan pusing dan gangguan penglihatan (mata kabur). Jangan menjalankan mesin atau mengemudi saat menggunakan obat ini
  • Obat ini dibuang melalui ginjal, pasien dengan usia lanjut berisiko mengalami gangguan ginjal, pusing, dan hipertensi


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Amfepramone Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Amfepramone, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Amfepramone?

Jika Anda lupa menggunakan Amfepramone, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Amfepramone Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Amfepramone?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Amfepramone yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Amfepramone?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Amfepramone yang mungkin terjadi adalah:

Beberapa efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan amfepramone sebagai berikut:

  • Pusing, mulut kering, kesulitan tidur, iritasi, nausea, mual, muntah, diare, konstipasi
  • Efek samping yang serius seperti detak jantung tidak teratur, perubahan kondisi mental atau mood (agitasi, kesulitan mengendalikan amarah, halusinasi, dan kecemasan), gerakan otot tidak terkontrol, sakit kepala, bicara tidak jelas, kejang, kelemahan pada satu sisi tubuh, penglihatan kabur, dan lain-lain

Segera mencari pertolongan dan hubungi dokter jika efek samping di atas terjadi.

Apa Saja Interaksi Obat Amfepramone?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Amfepramone antara lain:

  • Risiko hipertensi bila digunakan bersamaan dengan obat MAOI, beta blocker, guanethidine, antidepresan trisiklik, alkaliniser urin
  • Penggunaan amfepramone bersamaan dengan caffeine dapat menyebabkan peningkatan efek samping

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Amfepramone Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Amfepramone untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori B: Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trimester 1 (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya).

Sekilas tentang obesitas

Obesitas atau kegemukan adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.

Kegemukan meningkatkan peluang terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit jantung, diabetes tipe 2, apnea tidur obstruktif, kanker tertentu, osteoartritis dan asma. Kegemukan sangat sering disebabkan oleh kombinasi antara asupan energi makanan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan kerentanan genetik, meskipun sebagian kecil kasus terutama disebabkan oleh gen, gangguan endokrin, obat-obatan atau penyakit psikiatri. Hanya sedikit bukti yang mendukung pandangan bahwa orang yang gemuk makan sedikit namun berat badannya bertambah karena metabolisme tubuh yang lambat; rata-rata orang gemuk mengeluarkan energi yang lebih besar dibandingkan orang yang kurus karena dibutuhkan energi untuk manjaga massa tubuh yang lebih besar.

Pengaturan diet dan aktivitas fisik masih menjadi tata laksana utama kegemukan. Kualitas asupan dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi makanan padat energi contohnya makanan yang tinggi lemak dan gula, serta dengan meningkatkan asupan serat. Obat-obatan anti-kegemukan dapat dikonsumsi untuk mengurangi selera makan atau menghambat penyerapan lemak, disertai dengan asupan diet yang tepat. Apabila diet, olahraga, dan obat-obatan belum efektif, maka balon lambung dapat membantu mengurangi berat badan, atau operasi dapat dilakukan untuk mengurangi volume lambung dan/atau panjang usus sehingga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih dini dan menurunkan kemampuan penyerapan nutrisi dari makanan.
Sekilas tentang obat antiobesitas
Obat antidiabetes adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengurangi kegemukan.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Amfepramone?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Amfepramone:

Dewasa: 25 mg tiga kali sehari atau 75 mg sekali sehari.

Sediaan

Tablet kekuatan 25 mg dan 75 mg.

Nama Brand Amfepramone?

Anorex, Dobesin, Frekentine, Linea, Moderatan, Neobes (Medix), Nobesine, Prefamone, Regenon (Temmler), Tylinal.