IPRATROPIUM BROMIDA

FARMASI-ID.COM > Sistem Pernapasan > Dekongestan Nasal & Preparat Nasal Lain > IPRATROPIUM BROMIDA

NAMA GENERIK
Ipratropium Bromida

NAMA KIMIA
(IR,3r,5S,8r)-8-Isopropyl-3-[(�)-tropoloxy]tropanium bromide monohydrate. (4)

STRUKTUR KIMIA
C20H30BrNO3.H2O

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal warna putih atau hampulir putih. (4);Larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol, sangat mudah larut dalam metanol. (4);pH larutan 1% dalam air = 5.0 – 7.5. (4,6)

SUB KELAS TERAPI
Obat Untuk Saluran Napas

FARMAKOLOGI
Absorpsi : setelah oral inhalasi, hanya sedikit yang diabsorpsi dari permukaan paru atau saluran cerna ke dalam sirkulasi sistemik. (2,6);Bioavailabilitas (oral inhalation) sekitar 2-7%. OOA 1-3 menit, DOA = 4 jam, efek maksimum 1,5-2 jam. (5,6);Distribusi (2,6) : 0-9% terikat dengan albumin plasma dan a1-acid glycoprotein secara in vitro.;Metabolisme (2) : sebagian dimetabolisme melalui hidrolisis ester;Ekskresi (2) : feses, ginjal (dewasa 3.7-5.6% dalam bentuk tidak berubah, anak 6-18 th 8.6-11.1% dalam bentuk tidak berubah. Waktu paruh eliminasi 1.6 jam

STABILITAS PENYIMPANAN
Disimpan pada suhu 15�-30�C, hindari paparan dengan kelembaban yang tingi (5,6);Terlindung dari panas/api (6);Jika disimpan sesuai petunjuk, inhaler akan stabil selama 18 bulan dari tanggal pembuatan (6)

Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap ipratropium. (2,5,6);Hipersensitif terhadap soya lecithin (aerosol). (2,5,6)

Efek Samping
Mulut kering, mual, konstipasi, sakit kepala, takikardi, fibrilasi atrial. (1)

INTERAKSI MAKANAN
Beberapa bentuk sediaan mengandung soya lecithin. Jangan diberikan pada pasien yang alergi terhadap soya lecithin / kedelai / kacang. (5,6);Betelnut kemungkinan dapat menurunkan efek antikolinergik Ipratropium. (2)

INTERAKSI OBAT
Antimuskarinik : harus diperhatikan bila digunakan bersamaan karena berpotensi untuk terjadinya interaksi. (6);Kombinasi albuterol dan inhaler ipratropium harus diperhatikan bila digunakan bersamaan dengan obat golongan beta adrenergik yang lain karena meningkatkan risiko efek samping pada kardiovaskular. (6);Secara teori, interaksi dengan alkaloid belladonna : meningkatkan efek antikolinergik; dengan Cisaprid : menghilangkan / menurunkan efikasi Cisaprid. (2)

PENGARUH ANAK
Keamanan dan efektivias inhalasi pada anak-anak di bawah 12 tahun belum dibuktikan (6)

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori B. (1,2,5);Tidak diketahui berbahaya. (1);Efek teratogenik tidak diamati di studi pada hewan. (5)

PENGARUH MENYUSUI
Jumlah yang dieksresi melalui ASI sangat sedikit. (1);Penggunaan pada ibu menyusui harus diperhatikan. (6)

BENTUK SEDIAAN
Inhaler 20 mcg/Semprot. (3);Inhalation Solution 250 mcg/ml (3)

PERINGATAN
Bledder-neck obstruction, narrow-angle glaucoma, hipertrofi prostat (Benign Prostatic Hyperplasia), myasthenia gravis (2,5);Tidak diindikasikan untuk terapi awal bronkospasma akut (5)

INFORMASI PASIEN
Disarankan pada pasien untuk menggunakan obat secara konsisten selama periode terapi untuk mendapatkan manfaat terapi yang maksimal. (6);Diberitahukan kepada pasien bahwa obat ini tidak memberikan perbaikan gejala simptomatik dengan segera / cepat dan sebaiknya tidak digunakan pada kondisi bronkospasme akut. (6);Informasikan kepada pasien tentang cara penggunaan, pembersihan / perawatan dan penyimpanan inhaler. Kocok inhaler setiap kali sebelum dipakai. Hindari semprotan ke dalam mata. ;Lakukan test semprotan ke udara pertama kali sebelum digunakan atau jika tidak digunakan dalam waktu yang lama. Kumur mulut dengan air setelah inhalasi. (2);Jika ada dosis yang lupa / terlewatkan dan hampulir mendekati waktu untuk dosis berikutnya, lewatkan dosis yang terlupakan tadi dan gunakan dosis berikutnya. (2);Diberitahukan kpd pasien untuk segera menghubungi dokter bila dijumpai efek samping atau kondisi bertambah parah. (2)

MEKANISME AKSI
Ipratropium bromida adalah antagonis kolinergik asetilkolin pada reseptor kolinergik, yang memblok asetilkolin di saraf parasimpatetik otot bronkus, menyebabkan stimulasi guanyl cyclase dan menekan peningkatan cGMP ;(mediator bronkokonstriksi), sehingga menimbulkan bronkodilatasi. (2,5,6);Aktivitas antimuskarinik pada otot bronkus lebih besar dibandingkan pada kelenjar sekret. (6)

MONITORING
Teknik penggunaan inhaler yang tepat. (2);Pengurangan gejala asma (inhalasi).